Showing posts with label Cerita Cinta. Show all posts
Showing posts with label Cerita Cinta. Show all posts

Thursday, March 3, 2011

Renungan, Cinta dari Darah dan Ruh

Samudrabirucinta_Lelaki itu sudah mengabdi pada ibunya sampai tuntas. ia menggendong ibunya yang lumpuh. memandikan dan mensucikannya dari semua hadastnya. Ikhlas dengan sepenuh hati dan Cinta ia melakukannya. Itu balas budi dari seorang anak yang menyadari bahwa perintah berbuat baik kepda orang tua diturunkan Allah persis setelah perintah tauhid.

Tapi entah karena dorongan apa ia kemudian bertanya pada Umar Bin Khattab: "apakah pengabdianku sudah cukup membalas budi Ibuku?". Umar pun menjawab. "Tidak! Tidak! Tidak Cukup! kerna kamu melakukannya sembari menunggu kematiannya!, sementara ibumu merawatmu sembari mengharap kehidupanmu."

Tidak!, Tidak ada budi yang dapat membalas cinta seorang Ibu, apalagi mengimbanginya. sebab cinta ibu mengelir dari darah dan ruh. Anak adalah buah cinta dua hati. tapi ia tidak dititip dalam dua rahim. ia dititip dalam rahim sang Ibu selama sembilan bulan; di sana sang hidup bergeliat dalam sunyi sembari menyedot saripati kehidupan sang Ibu. lalu ia keluar diantar darah; inilah Ruh baru yang dititip dari ruh yang lain.

Itulah sebabnya cinta seorang ibu adalah cinta misi. tapi dengan sebuah ciri lain yang membedakannya dari jenis cinta misi lainnya, darah! ya darah! anak adalah metamorfosis dari darah dan daging sang Ibu, yang lahir dari sebuah kesepakatan.

Cinta ini adalah campuran darah dan ruh. ketika seorang ibu menatap anaknya yang sedang tertidur lelap, ia akan berkata di akar hatinya yang terdalam: itu darahnya, itu ruhnya! tapi ketika mengandung anaknya sedang merangkak dan berjalan, ia akan berkata di dasar jiwanya: itu hidupnya, itu harapannya, itu masa depannya! itulah silsilah yang menyambung kehadirannnya sebagai peserta alam raya.

Itu sebuah kelezatan jiwa yang tercipta dari hubungan darah. tapi diatas kelezatan jiwa itu ada kelezatan ruhani. itu kerna kesadarannya bahwa anak adalah amanat langit yang harus dipertanggungjawabkan di akherat. dari satu sisi ia menemukan semangat penumbuhan tanpa batas anak memberikan kebanggaan eksistensial, juga sebuah pertanggungjawaban dan sepucuk harapan tentang tempat yang lebih terhormat di surga berkat doa-doa sang anak tercinta.

Dalam semua perasaan itu sang Ibu tidak sendiri, sang Ayah juga mempunyai peran atau andil, berserikat bersamanya. sebab seorang anak adalah bukti kesepakatan jiwa mereka.

Sudah seyognya bagi yang masih memiliki orang tua; sayangi beliau dengan yang sebenar-benarnya sayang. jangan menunggu hingga keadaan yang memaksa Anda untuk menyayanginya. setiap waktu sepanjang masa hingga Akhir menutup mata. sampai buliran doa-doa tiada henti terpancar senantiasa.

Salam, semoga manfaat.
Sumber pelengkap love story AM

Sunday, February 6, 2011

Cinta Punya Hirarki

Kembali meruang di sunyi malam. jika saja hari-hari dipenuhi dengan kesunyian betapa damai adanya. tapi tentu saja tidak bisa rotasi terus bergerak sesuai dengan titah. keseimbangan alam akan menjadi pecah jika tidak sesuai skenarioNya. demikian pula cinta mmm... kembali bicara cinta seperti tidak ada habisnya menggali kata yang satu ini. teringat akan sebuah tulisan yang cukup bagus dari seorang anis matta di bukunya serial cinta masih terlihat murni belum ada nuansa politis di dalamnya jika ditelaah lebih dalam:). menurut saya sangat layak jika kita kembali sunting dan bagikan di Ruang Kata Ragam Warna Samudra Biru Cinta.

Umar Bin Khattab " Aku mencintaimu wahai Rasulullah melebihi cintaku pada semua yang lain, kecuali diriku sendiri." Tapi ia tidak menduga kalau jawaban Rasul justru berbeda sama sekali. Tidak! wahai Umar sampai aku lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri, jawab Rasulullah Saw.

Itulah ciri utama yang dimaksudkan dengan Hirarki pada postingan kali ini. Cinta misi berawal dan berujung pada satu dan hanya satu nama: Allah SWT. tapi Allah yang menjadi awal dan akhir dari semua cinta berkata kepada Nabi dan kekasihNya, Muhammad Saw: " Katakanlah pada mereka, jika kamu mencintai Allah, maka ikutilah kau." maka cinta pada Allah harus turun pada cinta pada Muhammad Saw mengharuskan kita mencintai semua manusia yang telah beriman kepadanya, khususnya pada anggota keluarga yang luhur dan para sahabat yang mulia, dan pada semua generasi yang datang sesudah mereka dari para tabiin dan pengikut tabiin, juga siapapun yang mengikuti jalan hidup mereka dari kaum salaf bersama seluruh generasi mukmin hingga hari kiamat.

Apakah itu sudah cukup? Belum, masih ada lagi. cinta kita pada orang-orang beriman mengharuskan kita mencintai semua pekerjaan yang mana mendekatkan diri pada Allah, Rasul-Nya dan orang-orang beriman. So, Cinta pada Allah harus turun pada orang-orang dan pekerjaan. Seseoarang yang dimaksud itu terdiri dari Nabi dan semua orang yang disebut beriman. sedangkan pekerjaan itu terdiri dari semua amal Shaleh.

Begitu hirarkinya, sehingga semua cinta kita yang lain hanya akan menjadi lurus jika ia menyesuaikan diri dengan hirarki ini. Cinta pada istri-istri dan anak-anak dan juga sanak saudara, handai taulan kita, serta sahabat karib, harta-harta kita dan semua semuanya akan menjadi lurus jika ia berada dalam ruang besar yang bernama cinta pada Allah Swt. dalam buku tersebut juga dikatakan, Perasaan kita harus di tata sedemikan rupa dalam struktur cinta seperti itu.

Tentu saja semua dari kita boleh berpendapat sesuai dengan tingkat pemahaman dan dasar masing-masing di dalam memaknai cinta yang di maksudkan. sementara itu, Cinta misi apa itu Cinta misi? Cinta misi adalah sebuah ruang besar tanpa batas tanpa sekat. semua cinta yang lain harus disususun secara proposional dalam ruang besar itu. tidaklah mudah memang. tapi inilah sumber keharmonisan jiwa manusia. Hanya saja ketika emosi tertata secara apik dalam hirarki cinta misi, kita menemukan pemaknaan yang hakiki terhadap semua lairan emosi kita yang lain. persis seperti anak-anak sungai yang mengalir sendiri-sendiri. pada mulanya menyatu di hulu, lalu tampak berpencar di tengah, kemudian bertemu lagi di muara samudra

Lebih jelasnya barangkali ilustrasi ini membuat makin jelas: dikisahkan dalam suatu kesempatan Al-Banna memaknai cintanya pada Allah dan Dakwah. pada suatu hari anaknya terbaring sakit. sang istri panik. sementara bliau sendiri sedang menjalankan sebuah aktifitas dakwah. tapi sang istri bersikeras memanggilnya pulang. dengan alasan ia tidak kuat sendirian. ia khawatir akan terjadi sesuatu pada anak buah kasih mereka. tapi apa kata sang Dai yang sedang berdakwah ini, jawabnya: "Ajalnya ada di tangan Allah. kedatanganku tidak akan menambah atau menguranginya."


Demikian, semoga berkenan dan bermanfaat. sumber pelengkap serial cinta.

Tuesday, February 1, 2011

Boneka Cantik yang Gagu

Foto: Sharbat Gula Gadis Afghanistan usia 12 tahun
Pernahkah dalam gerak kehidupan di sekitar ini kita memperhatikan orang-orang yang setelah sekian waktu tidak bertemu kemudian ada perubahan yang dratis? baik itu menjadi lebih baik ataupun sebaliknya, baik itu secara fisik maupun sisi psikologisnya. kali ini Ruang kata Ragam warna Samudra Biru Cinta mencoba menyibak sedikit apa dan bagaimananya, setelah terisnpirasi baik dari kehidupan sekitar dan juga dari sumber pelengkap lainnya.

Mereka digambarkan buta huruf, dan berwajah kusam dan cenderung kumal serta kumuh. itulah gambaran wajah-wajah para buruh kasar yang didatangkan dari aljazair ke perancis. tentu saja oleh perancis si tuan besar yang menjajah negara aljazair lebih dari seratus tahun lamanya.

Setelah bertahun-tahun kemudian wajah mereka menjadi lebih baik, indah lebih tepatnya. sentuhan peradaban telah meninggalkan goresan keindahannya pada sorot mata dangaris-garis wajah mereka. sewaktu tersenyum wajah mereka menjadi nampak renyah, lebih terbuka dan lebih mampu menyatakan isi jiwa mereka.

Kendati sisa-sia kekasaran gurun pasir memang tidak dapat lenyap begitu saja. setidaknya pada struktur tulang pipi dan rahang mereka yang menunjukkan kekerasan dan ketidakmengertian. tapi yang pasti kini jauh lebih baik dibanding masa dirundung penjajah.

Mengenai hal itu seorang Malik Bin Nabi berkata, "Setiap kali pengetahuan dan kemampuan membaca mereka bertambah, kami selalu memotreat wajah mereka, dan kemudian menemukan Fakta bahwa wajah mereka berubah menjadi lebih indah dari waktu ke waktu. Pengetahuan membuat mereka tampak lebih Indah dari sebelumnya". untuk mengetahui siapa Malik Bin Nabi silahkan ke http://en.wikipedia.org/wiki/Malek_Bennabi. Beliau seorang pemikir Muslim terkenal dari Aljazair.

Algeria Model
Dari sana ia menemukan bagaimana pengetahuan dan keindahan memiliki korelasi yang positif. dan menjadi Indah adalah efek pengetahuan. pengetahuan membuak ruang kemungkinan lebih luas dan menambah kemahiran. sehingga membuat manusia lebih berdaya. sedang keberdayaan meningkatkan harapan dan kepercayaan diri. dan mewariskan kegembiraan jiwa. yang terkhir inilah yang membuat mereka senyum meraka merekah lebih renyah. kerna harapan mereka permanen dan kepercayaan diri mereka beralasan.

Ini sungguh menarik, jika ada dari kita justru sebaliknya tentu masih dipertanyakan sisi kejiwaannya. dengan tambahnya pengetahuan dan pengalaman sudah seharusnya semakin bijak dalam menyikapi segala sesuatunya tapi bila terjadi sebaliknya ada yang keliru. namun ini kali kita tidak membahasnya, kembali ke cerita dari pengamatan Malik Bin Nabi. sehingga menjadi sebuah pemikiran yang secara umum dapat kita terima. dan tidak dapat dipungkiri orang-orang dengan peradaban yang lebih maju jauh lebih menarik tinimbang yang masih terbelakang. dan ini yang saya katakan atau saya ambil judul pada postingan kali "Boneka Cantik yang Gagu". artinya setampan dan secantik apapun seseorang jikalau tidak diimbangi dengan pengetahuan tidak akan menarik secara umum.

Jika pengaruh gelombang magnetik keindahan fisik berkurang bersama waktu, maka pesona pengetahuan justru tumbuh berkembang dalam rentang waktu yang lama. jika seorang pencinta hidup selama 40 tahun perkawinannya, bisakah kita membayangkannya? bagaiman mereka merawat kebersamaan yang sangat panjang tersebut. saya meyakini sebagian besar waktu akan habis dalam obrolan. khususnya bagi mereka yang telah di atas usia 50 tahun. dan itu yang dimaksud seperti halnya seorang Charles. dia membutuhkan seseorang yang bisa diajak untuk bicara bukan sekedar dipajang ditenpat pesta!. Pesta mungkin akan selalu ada tapi itu tidaklah pernah lama. begitu sebuah perhelatan pesta usai, kembali kepada sebuah kehidupan sehari-hari yang alami, dimana kita hanya bicara dan bicara sepanjang hari.

Dan dalam hal ini ekstrimnya, untuk sebuah hubungan jangka panjang kita tidak membutuhkan sebuah boneka cantik yang gagu, kita memerlukan seseorang yang dapat mengerti dan mudah dimengerti, seseorang yang dapat memahami riak dan gelombang samudra kehidupan serta mampu memetakan pikiran-pikiran yang terus berkembang. Hidup akan menjadi bernas ketika tampak serupa lautan teduh yang menyembunyikan gelombangnya yang dahsyat dan tamannya yang Indah. tapi jika ingin menyelami Anda membutuhkan kacamata renang atau tabung selam:)

Kita juga membutuhkan alat bantu pernafasan, pengetahuanlah yang memberi makna pada cinta ketika hendak menembus ruang dan waktu, dan pada akhirnya bertahta di singgasana Keabadian Cinta.

Demikian, semoga bermanfaat. salam
sumber : wikipedia; http://en.wikipedia.org/wiki/Malek_Bennabi and story of love.

Friday, January 14, 2011

Karena aku merasa Nyaman ketika Dekat denganmu

Mengelola sebuah Ketidaksempurnaan menjadi lebih baik.

Pagi yang Indah, embun pun masih terlihat nyata di bentang langit, melayanglayang menciumi permukaan bumi  yang perawan, udara pagi yang segar, suara-suara binatang bersenandung riang menandakan kehidupan bersama sinar mentari pagi kembali jelang. aku lempar tepat di atas permadani, penutup kepala yang menemaniku berdoa di subuh tadi. hanya satu pintaku yang selalu menguat menemani putaran tasbihku. menyegerakan mendung kelabu berlalu yang terus memayungi sepanjang perjalanan kali ini. 

Suara didih air menyadarkan lamunan sesaatku, ehmmm ... aroma kopi bali begitu mempesona di pagi hari. menusuk hingga membantu benakku teringat akan sebuah buku usang yang pernah aku baca tentang kekuatan budi kita, juga perkataan sahabat di tanah jawa dwipa mencoba menggabungkan ternyata tepat aku rasa.

satu kali sruputan kumulai mainkan jari-jari ini menari di atas keyboard. ah, andai saja engkau di sisiku sekarang :) [menghayal.com]

O, sahabat apalagi yang tersisa sekarang dari ketampanan, setelah ia dibagi habis oleh Yusuf dan Muhammad? Apalagi yang tersisa sekarang dari kecantikan, setelah ia terbagi oleh Sarah dan Khadijah? Apa lagi yang tersisa sekarang dari kebajikan hati, setelah ia direbut Utsman Bin Affan? dan Apalagi yang tersisa dari kehalusan, setelah ia direbut habis oleh Aisyah?

Rasanya kita hanya berbagi sedikit dari sedikit yang tersisa dari pesona jiwa raga yang telah direguk habis oleh para nabi dan orang-orang shalih terdahulu. kerna itu persoalan cinta kita selalu permanen begitu: jarang sekali pesona jiwa raga menyatu secara utuh dan sempurna dalam diri kita. pilihan-pilihan kita dengan begitu selalu menemu kesulitan. Ada lelaki ganteng atau perempuan cantik yang jauh dari berbudi. sebaliknya, ada lelaki shalih yang tidak menawan atau perempuan shalihah yang tidak cantik.

Pesona kita selalu tunggal, padahal cinta membutuhkan dua kaki untuk dapat berdiri dan juga berjalan dalam waktu yang lama. maka tentang pesona fisik itu Imam Ghazali mengatakan: "Pilihlah istri yang cantik agar kamu tidak bosan." Akan tetapi tentang pesona jiwa itu Rasulullah SAW bersabda, "Tapi pilihlah calon istri yang taat beragama niscaya kamu pasti beruntung."

Ah, tenyata persoalan kita adalah ketidak sempurnaan. seperti ketika dunia menyaksikan tragedi cinta puteri Diana dan Pangeran Charles. Dua setengah milyar manusia menyaksikan pemakamannya di televisi termasuk saya, juga mungkin Anda. saya ingat waktu itu meski masih kecil:). saya rasa semua waktu itu sedih, semua menangis. Putri yang pernah menjadi trensetter kecantikan dunia dekade 80-an itu rasanya terlalu cantik untuk disia-siakan oleh sang Pangeran. Apalagi Camilia Parker yang menjadi kekasih gelap sang Pangeran saat itu, secara fisik sangat tidak sebanding dengan Diana. tapi tidak yang secara objektif mau bertanya ketika itu. kenapa akhirnya Charles lebih memilih Camilia? Jawaban Charles mungkin terbilang sederhana namun itu fakta! katanya, "Kerna saya lebih bisa berbicara dengan Camilia". [ingin mengetahui tentang cerita mereka, klik di sini]

Kekuatan budi memang bertahan lebih lama. tapi pesona fisik justru berkembang di tahun-tahan awal pernikahan. Kerna itu ia menentukan. begitu masa uji cinta selesai, yang dalam buku disebutkan antara lima hingga sepuluh tahun. sepakat dengan apa yang dikatakan sahabat saya. dan kekuatan budi yang akhirnya menentukan sukses tidaknya sebuah hubungan jangka panjang.

Dampak gelombang magnetik fisik berkurang atau hilang bersama waktu. bukan kecantikan dan ketampanan yang berkurang. di dalam buku di katakan: yang bekurang adalah pengaruhnya. itu akibat sentuhan terus menerus yang mengurangi kesadaran emosi tentang gelombang magnetik tersebut.

Apa yang harus dilakukan adalah mengelola ketidaksempurnaan melalui proses pembelajaraan. belajar adalah proses berubah secara konstan untuk menjadi lebih baik dan sempurna dari waktu ke waktu. fisik mungkin tidak bisa di ubah, tapi pesona fisik bukan hanya tampang doang! ia lebih ditentukan oleh aura yang dibentuk dari gabungan antara kepribadian, pengetahuan dan pengalaman hidup yang telah ditempuh. ketika hal tersebut termanisfestasi oleh garis-garis wajah, senyuman dan tatapan mata serta gerak refleks tubuh kita. itu yang menjelaskan mengapa sering ada lelaki yang tidak begitu tampan tapi mempesona banyak wanita, begitu  pun pula sebaliknya. itu jalan tengah yang bisa ditempuh semua orang sebagai pecinta pembelajar, kerna pengetahuan dan pengalaman adalah perolehan hidup yang membuat kita tampak matang. dan kematangan itulah pesonanya. sebab, setiap kali pengetahuan kita bertambah, kata Malik bin Nabi, wajah kita akan tampak lebih baik dan bercahaya.

bukan semata raga aku memilihmu
tapi kerna sikap laku yang selimuti hatimu
aku menunggu, setelah mencarimu di tiap jejakmu
~samudra biru~



Sumber pelengkap: love of story, semoga manfaat
by http://samudrabirucinta.blogspot.com

Thursday, January 13, 2011

Di Balik Senyum dan Tawa

Apakah engkau merasa paling cantik? Apakah engkau merasa paling istimewa diantaranya? Apakah engkau merasa paling mempesona para mata pria-pria di luaran sana? atau o, hai wahai engkau yang Pria Apakah engkau merasa paling tampan? Apakah engkau juga merasa paling rupawan? Apakah engkau juga berfikir paling mempesona hingga para perempuan ingin dalam pelukan. tunggu dulu mari duduk bersama sembari mungkin menikmati teh hangat dan renyahnya kacang tanah:).

Bahkan ketika engkau memiliki semua pesona fisik yang menawan, jiwa yang bersahaja, akal yang cerdas membahana dan ruh yang selalu menunduk patuh. tidaklah menjamin engkau akan menuai seperti yang ada dalam angan. bicara cinta dua hati; ketika seseorang memiliki pesona seperti yang tertulis di atas tidak menjamin baik-baik saja.

Cintamu bukan saja mungkin tertolak dan kamu terluka dibawah hukum keserasaan dan keserasian. lebih dari itu, engkau juga tidak bebas dari problematika kehidupan cinta dan asmara selayaknya seperti yang dialami oleh orang kebanyakan.

Dalam terminologi batin kehidupan, sebenarnya kita semua hanyalah orang-orang biasa, memiliki rasa orang-orang biasa dan menghadapi persolan cinta yang juga dialami orang-orang biasa. bahkan mungkin saja ketika sang kekasih setara dengan dirimu pada pesona fisik, jiwa, akal dan ruhnya, itu juga bukan sebuah sertifikat bebas perkara kehidupan! yang dapat engkau tempel di dinding Kesadaranmu.

Tidak! Persoalan hidup adalah jatah setiap manusia, tidak peduli apakah ia baik atau bukan. bahkan sumber persoalan hidup kita sering kali datang dari kebaikan hati kita. serupa onta yang sabar; orang-orang hanya tahu memikulkan beban ke punggungnya tanpa pernah mendengar keluhannya. dalam hal ini kesabaran adalah sumber masalahnya.

Lantas, apa yang membedakan mereka? Adalah bahwa mereka selalu "berada di atas" masalah-masalah mereka, kerna itu mereka selalu mampu "mengatasi" masalah-masalahnya.

Mereka selalu sanggup melampaui lorong gelap pada suatu potongan waktu kehidupan mereka. mereka selalu menang. dan cerita mereka selalu berakhir bagus; tidak selalu kerna endingnya penuh bunga dan senyum, kadang-kadang justru kerna keputusan pahit yang mengharu biru, sebab ia lahir dari cinta yang ksatria.

Persoalan-persoalan kecil dalam kehidupan sering kali bermain di setiap perjalanan. dan ketika kita mampu melihat itu tidak cukup penting untuk memenuhi benak, menyedot energi, dan sedang membutuhkan sebuah ketenangan, kita singkirkan dengan melihat dan menatap hal yang jauh lebih bermanfaat ke depan.

O, persoalan memang datang, tapi selalu berlalu. di balik senyum dan tawa menyimpan sejuta cerita. ada gejolak, ada riak, ada gelombang, tapi keteduhan serupa samudra biru selalu mengakhirinya.


Wassalam, semoga berkenan
http://samudrabirucinta.blogspot.com

Monday, January 10, 2011

Mencintai dan Memperhatikan

dia?
Sudah, intinya cinta mari kesampingkan dulu yang lain, saya hanya ingin mengajak melihat satu kata cinta seseorang kepada seseorang. jika ditanya kerna apa mencintai? semua orang memiliki sesuatu yang kuat yang tidak kita ketahui untuk dengan segala daya mencintai orang. masing-masing memiliki rasa.

Maka kembali lagi cinta itu adalah memberi, maka pemberian pertama seorang pecinta sejati adalah memberi. jika kita mencintai seseorang yang harus dilakukan adalah memberi penuh perhatian. perhatian yang terlahir dari hati terdalam tidak ada intrik dan pamrih yang mengikutinya. memberikan apa saja yang diperlukan orang yang engkau cintai untuk menjadi lebih baik dan berbahagia kernanya.

Perhatian adalah pemberian jiwa: semacam penampakan emosi yang kuat dari keinginan baik kepada orang yang kita cintai. Dan tidak semua orang yang memiliki kesiapan mental memiliki kemampuan untuk terus memperhatikan!. Banyak yang gagal pada tahap ini. Baik, mari kita lihat seperti apa.

Memperhatikan adalah kondisi di mana kita belajar dari dalam diri menuju orang lain yang ada di luar diri. hati dan pikiran sepenuhnya tertuju kepada yang kamu cintai. dan itu tidak sesederhana yang kita bayangkan. mereka-mereka yang yang bisa keluar dari dalam dirinya dalah orang-orang yang sudah terbebas secara Psikologis. yaitu bebas dari kebutuhan untuk "diperhatikan" [sengaja saya beri tanda petik agar menjadi perhatian:)]. mereka-mereka independen secara emosional: kenyamanan psikologis tidak bersumber dari perhatian orang lain terhadap dirinya. dan itulah musykilnya, sebab sebagian orang besar lebih banyak terkungkung dalam dirinya sendiri. mereka tidak bebas secara mental, mereka "lebih suka diperhatikan" daripada memperhatikan. itulah sebabnya mereka selalu gagal mencintai.

Itulah kekuatan para pecinta sejati: bahwa mereka adalah pemerhati serius. mereka memperhatikan orang-orang yang mereka cintai secara intens dan meyeluruh. mereka berusaha secara terus menerus untuk memahami latar belakang kehidupan sang kekasih. meyelidiki seluk beluk persoalan hatinya, mencoba menemukan karakter jiwanya,mendefinisikanharapan-harapanserta mimpi-mimpinya, dan mengetahui kebutuhan-kebutuhan untuk sampai kepada harapannya itu. sampai di sini, pernahkah Anda mengalaminya? sebagai orang yang menjadi pemberi? atau sebaliknya?

Para pemerhati yang serius biasanya lebih suka mendengar daripada didengarkan. mereka memiliki kesabaran yang cukup untuk mendengar dalam waktu yang lama. kerna kesabarannya itulah orang betah dan nyaman menumpahkan isi hatinya. sebaliknya jika justru mendapat cemo'oh dan menyalahkan tidak akan lama menjadi sebuah perkara yang sangat menganggu pasangannya. seharusnya dengan kesabaran akan membuahkan sebuah peluang untuk menyerap informasi tentang sang kekasih yang dicintai.

Dalam sebuah buku story of love yang pernah saya baca, bahwasanya ada sesuatu yang tersimpan dan agung dari rahasia cinta. sebuah rahasia tentang pesona jiwa para pecinta. kalau kita terbiasa memperhatikan sang kekasih  secara perlahan-lahan dan tanpa ia sadari ia akan tergantung dengan perhatianmu. secara psikologis ia akan sangat menikmati saat-saat diperhatikan. Bila suatu saat perhatian itu hilang, ia kan merasa kehilangan yang sangat. mungkin saja ia tidak mengatakan tapi ia merasakannya. dan pertanyaannya engkau yang mencintai apa yang dicintai? engkau yang banyak memperhatikan apa yang diperhatikan? jika gagal berarti ada yang salah bukan? wah ini melecut yang menulis juga :))

gersangnya gurun sahara sudah pasti merindukan senandung rinai meski setitik adanya
seluas-luasnya hamparan samudra biru sudah pasti menerpa tepian jua pada akhirnya


Demikian, semoga manfaat.
sumber pelengkap: story of love
http://samudrabirucinta.blogspot.com/2011/01/mobil-keluarga-ideal-terbaik-indonesia.html

Friday, January 7, 2011

Bergeraklah Cinta Laksana Air

Pada setiap kesempatan sering kali saya mendengar orang yang mengatakan, bahwa tujuan dari hidupnya seperti air yang mengalir saja, tujuan hubungan antar pertautan dua hati pun terkadang juga demikian ketika hal itu ditanyakan. 

Air sudah menjadi kebutuhan wajib setiap makhluk, tanpanya kita tidak akan bisa hidup. Pada kenyataannya pernyataan-pernyataan demikian itu tentu saja baik selama itu tidak menjadi suatu bahasa yang klise semata. Kerna yang akan menjadi persoalan adalah jika air yang dimaksudkan berhenti di tempat dan Tidak ada pergerakan sama sekali. sehingga terjadi sebuah pembusukan dan menjadi sarang penyakit.

Pada sebagian dari tabiatnya yang paling murni, cinta menyerupai air. seperti yang sudah saya katakan di awal tulisan, kita tahu bahwa air adalah sumber kehidupan. Air mempunyai mata, dia bergerak dari hulu ke hilir, melewati ruang dan waktu, bergerak, beriak, tak selesai-selesai. pada setiap sungai, parit mengalir mengikuti alur dan jalurnya. dan akhirnya mereka semua bertemu pada satu titik, pada sebuah muara besar. samudra biru luas yang menghampar, hampir tak terbatas, sejauh mata memandang. itu sebabnya bumi kita dihuni lebih banyak oleh air. rupanya Tuhan ingin menyemai kehidupan di sini.

Pada mata air yang kecil kepada muara yang besar ada sebuah aliran
ada gerak
ada riak
ada gelegak
ada gelombang
ada gemuruh
ada debur
ada percikan
ada gelora
ada gairah
ada dinamika
ada nuansa

selalu dan selalu demikian adanya
tak ada penghentian
tak ada stagnasi
tak ada diam

ia membludak jika ditahan
ia membuncah jika dibendung
ia menggelegak jika dilecehkan
bahkan membanjir pada puncak dinamikanya
tapi ia, membersihkan kotoran
seperti turunnya hujan ke bumi
mengusir mendung yang kotori langit

Maka begitulah cinta ia dalah gagasan yang murni tentang sebuah kehidupan yang lapang. mata airnya adalah niat baik dari hati yang murni. sementara muara adalah sebuah kehidupan yang lebih baik. sedangkan alirannya adalah gerakan amal dan kerja memberi yang tidak henti-henti.

Cinta adalah gagasan tentang penciptaan kehidupan setelah tercipta. dalam penggalan puisinya Muhammad Iqbal berkata; "Engkau menciptakan hutan belantara. Dan aku menciptakan taman."

Bergeraklah cinta laksana air yang tiada henti mengalir menuju muara yang berakhir baik. 



Wassalam



Tulisan terinspirasi dari; buku story of love

Thursday, January 6, 2011

Cinta membuat Hatinya seluas Samudra

Di kisahkan kakinya berdarah-darah. orang-orang Thaif bukan saja menolak dakwahnya. tapi juga menggunakan kekerasan untuk menolak setiap ajakan kebaikannya. setelah Quraisy menolak habis dakwahnya, dan orang-orang mulia seperti Khadijah yang menjadi tulang punggungnya wafat, kini anak-anak thaif melemparinya batu. darah segar pun mengucur hingga melumuri tubuhnya. di saat seperti itulah Jibril datang menawarkan bantuan; biar aku hancurkan mereka semua!

Sebagai manusia biasa seperti saya dan Anda mungkin akan mengiyakan, dalam keadaan yang begitu merana dan dalam penistaan yang sangat, hemm ... menggoda betul tawaran Jibril. tapi?

"Tidak!" jawab Rasulullah SAW kepada Jibril. "Aku bahkan memohon penangguhan untuk mereka. sungguh aku berharap bahwa Allah akan mengeluarkan dari tulang sulbi mereka anak-anak yang akan menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya." [Bukhari dan Muslim]

sampai di sini dulu, coba kita renungkan sesaat. penghinaan dengan lisan sudah barang tentu menghampiri Rasulullah setiap dakwahnya hingga berlumur darah itu makin menguatkan betapa sangat bar-bar kaum tersebut. seandainya ia seorang pendendam, ia pasti menerima tawaran Jibril itu. tapi? Tidak! Ia seorang pecinta. dan ia sadar bahwa dengan sebuah keyakinan ia dapat mengubah komunitas penggembala kambing yang angkuh di jazirah Arab menjadi pemimpin-pemimpin peradaban dunia yang penuh rendah hati. hatinya benar-benar seluas samudra.

Ya, hanya dengan kekuatan cinta, dan itulah yang terjadi. hanya dalam waktu 22 tahun 2 bulan 22 hari, beliau merampungkan tugas kenabiannya dengan membawa seluruh, ke dalam Cahaya Islam.

Dari kisah Rasulullah SAW jika dilihat dari sudut pandang "cinta" menjadi sebuah kekuatan yang Dahsyat. lima belas abad kemudian seorang Erich Fromm menjelaskan kekuatan cinta dalam proses perubahan; cinta berusaha memahami, menguatkan dan menghidupkan. dengan cinta, seorang individu akan selalu mentransformasikan dirinya. dia menjadi lebih peka, lebih menghargai, lebih produktif, lebih menjadi dirinya sendiri. cinta tidak sentimental dan juga Tidak melemahkan.

Cinta adalah cara untuk mempengaruhi dan merubah sesuatu tanpa menimbulkan "efek samping" sebagaimana kekerasan; baik secara fisik maupun psikologis seseorang dengan menyerang melalui kata-kata yang keluar dengan penuh emosi. dalam cinta membutuhkan kesabaran, usaha dari dalam. lebih dari semua itu, cinta membutuhkan keteguhan hati. menyelesaikan masalah dengan membutuhkan keteguhan hati untuk terhindar dari rasa frustasi, dan tetap bersabar kendati menemu banyak hambatan dalam setiap lika-liku kehidupan. Cinta lebih membutuhkan kekuatan dari dalam kepercayaan daripada sekedar kekuatan fisik."

Jika Erich Fromm menjelaskan kekuatan cinta dalam merubah individu dan masyarakat dengan bahasa psikososialnya maka seorang 'penyair' menjelaskan dalam bait-bait puisinya:
Wikipedia: Muhammad Iqbal

kekuatan cinta bukan dari tanah, air dan udara,
kekuatannya bukan keliatan urat asalnya;
cinta menundukkan Khaibar tanpa kesulitan
cinta membelah badan bulan,
cinta memecahkan tengkorak Nimrod tanpa pukulan,
menghancurkan tentara Fir'aun tanpa pertempuran,

muhammad iqbal (penyair, pujangga dan filsuf besar abad 20)







meski belati berkarat yang menganga bara,
engkau hujamkan kata durjana hingga langit ketujuh
dengan senyum manis aku terima di atas selaksa samudra
anto hprastyo


telah disunting oleh admin
http://samudrabirucinta.blogspot.com/sumber pelengkap catatan : buku cinta anis matta, Erich Fromm; seorang psikolog, psikoanalis, dan filosofi manusia berkebangsaan German ( cinta, seksualitas, matriaki, gender; 291;2002, sepenggal puisi muhammad iqbal )

Monday, January 3, 2011

Itulah sebabnya aku biarkan engkau Menangis, Sayang?

menangislah gadis
Ya, aku biarkan engkau menangis sesenggukan, menumpahkan airmata yang tertahan rasa. pembiaran, yah pembiaran. mereka terkadang dengan sengaja membiarkan sebagian masalah itu terjadi. dan tidak memikirkannya. kerna memang tidak semua masalah memang harus dipikirkan. kerna memang ada banyak masalah yang selesai kerna tidak dipikirkan dan diselesaikan. serupa ini; ketika kita membiarkan seorang bocah kecil menangis dan tidak menghiraukannya, ia akan berhenti dengan sendirinya.

Sebab yang ada "ruang pelepasan jiwa" yang mengharuskan kita "tega" menyaksikan dia lepas bebas, sembari menanti dengan cukup yakin bahwa ia akan kembali tenang dengan sendirinya. bahkan misalnya ketika Ibnul Qayyim mengatakan" bahwa menangis itu bagus untuk kesehatan jantung anak-anak, dan sebetulnya menangis juga bagus untuk wanita, khususnya untuk kehalusan kulit mereka. [lain kali kita akan bahas ini ;)]

Jadi mekanisme pembiaran menuntut adanya keyakinan dan sedikit ketegangan. pada fakta yang lain kita jadi belajar dari sebuah mekanisme kerja tubuh yang sehat. badan sehat menyembuhkan penyakitnya sendiri, khususnya penyakit-penyakit kecil selain memiliki imunitas sebagai sistem pertlindungan tubuh, badan sehat juga menyelesaikan penyakit-penyakit ringan yang terkadang hinggap datang dan pergi.

Begitu pula dengan cinta, punya mekanisme pembiaran. semacam toleransi bahwa masalah-masalah yang muncul ini bukan suatu bahaya yang mengancam hubungan jangka panjang. tapi hanya riak-riak yang menghiasi keteduhan samudra. bahkan seringkali masalah-masalah itu justru menyimpan berkah yang terselubung. misal, cemburu. seringkali nampak, ia di bahasakan dengan tudingan dan tuntutan tapi sebenarnya kedalam ia sedang membangun kesadaran instropeksi diri yang lebih mengarah ke baik. pertanyaanya, mengapa bisa begitu? kerna cemburu berbaur secara manusiawi dengan bahan dasar cinta, dicampur rasa malu, digabung egoisme. yang keluar hasilnya cinta juga, benarkan?. kendati mungkin sudah babak belur dalam bahasan. 

Jadi semua yang tumbuh dari bibit cinta pada akhirnya akan berbuah cinta pula. sebetulnya ujian terberat bagi pecinta sejati adalah pada keyakinannya terhadap kesejatian cintanya sendiri, dan keyakinannya pada kekuatan cinta untuk terus menerus menghadirlahirkan kebajikan-kebajikan. dan pembiaran adalah tampak dari manajerial dari keyakinan itu. wallahu'alam.


sumber pelengkap; love of story

Saturday, January 1, 2011

Ada Cinta di dalam Istanaku Sepanjang Waktu

Foto from Google
Membaca judul di atas siapa yang tidak ingin setiap rumahnya senantiasa dilingkupi cinta? siapapun Anda pasti menginginkan, mendambakan memimpikan sebuah Taman yang indah, baik yang saat ini sudah dalam lingkupan bahtera maupun yang sedang merencanakan bahkan yang belum menemu belahan jiwanya sekalipun.





Taman punya kita berdua
Tak lebar luas, kecil saja
Satu tak kehilangan lain dalamnya
Bagi kau dan aku cukuplah

Itu merupakan sebuah penggalan puisi Chairil Anwar, maret 1943 tentang rumahnya yang disebut taman. ya, taman hati. taman hidup. sempit ruangnya. akan tetapi cinta membuatnya jadi terasa cukup lapang dalam dada. seperti lapangnya samudra biru di belahan bumi kita. adanya cinta membuat nyaman di huni.

kecil, penuh surya taman kita
Tempat merenggut dari dunia dan 'nusia'

Kenyamanan, itu rahasia jiwa yang diciptakan cinta; maka kita mampu bertahan memikul beban hidup, melintasi aral kehidupan, melampaui gelombang peristiwa, sambil tetap merasa nyaman dan teduh. cinta menciptakan kenyamanan yang bekerja menyerap semua emosi negatif masuk ke dalam serat-serat jiwa melalui himpitan peristiwa kehidupan. luka-luka emosi yang kita alami di sepanjang jalan kehidupan ini hanya memungkinkan dirawat di sana; dalam rumah cinta.

Dalam rumah cinta itu kita menemukan sistem perlindungan yang ampuh. baiklah saya berikan sebuah contoh dari karyanya Mary Carolyn Davies dengan pengungkapan yang manis;

Ada sebuah tembok yang kuat
Di sekelilingku yang melindungiku:
Di bangun dari kata-kata yang kau ucapkan padaku


Jiwa yang terlindungi akan cepat bertumbuh dan berbuah. sesederhana itu saja. kerna hakikat cinta selamanya hanya satu: memberi!. memberi semua kebaikan yang tersimpan dalam jiwa. melalui tatapan mata, kata atau tindakan. jikalau saja kita terus menerus memberi maka kita akan terus menerus menerima.

Cintai aku,
Seperti embun pagi kepada pucuk-pucuk daun
Setelahnya cinta berlipat akan engkau dapat


Pemberian jiwa itu menghidupkan kekuatan kebajikan yang sering tertidur dalam jiwa manusia. seperti pohon: pada mulanya ia menyerap matahari juga air, untuk kemudian mngeluarkan semua kebajikan yang ada dalam dirinya; buah keindahannya.

Dalam rumah yang penuh cinta itu kita menemukan rasa aman, kenyamanan dan kekuatan untuk terus bertumbuh. itulah sebabnya jikalau rumah yang demikian tentu menghadirkan suasana surga dalam kehidupan. rumah itu pasti utuh dan abadi hingga Nanti.



sumber pelengkap : Chairil Anwar "Taman" Maret 1943, love of story.
http://samudrabirucinta.blogspot.com

Friday, December 31, 2010

Sepenggal Firdaus dan Tahun Baru

Terasa maupun tidak terasa, hampir semua ungkapan dalam hati masing-masing mengatakan "o, sudah memasuki Tahun baru lagi?". benarkah tahun baru? ya, tahunnya sudah berubah ke angka yang baru, dunia juga baru? ya, baru menambah rentang masa yang kian tua saja. di sudut-sudut bangsa di dunia, kota metropolitan, kota kecil, desa hingga rumah tangga juga kelompok dan pribadi melakukan berbagai macam kegiatan dan aktifitas dalam menyambut sebutan Tahun Baru ini. kendati saya menyakini banyak juga yang bersikap biasa dan seperti tidak terjadi apa-apa selain pergantian angka itu saja, dengan ditandai sejumlah rencana di Tahun yang akan datang. 

Ah, ini kali saya juga tidak ingin larut bercerita tentang bagaimana sebaiknya kita ke depan kerna saya sendiri juga masih sangat banyak kekurangan hehehe ..., kerna saya meyakini setiap individu sudah memiliki Blue Print baik itu yang sudah tertulis maupun dalam angan. sebaiknya di tulis saja yaaa.... hehehe kalau hanya di angan saja ketika kepala terbentur keadaan bisa hilang melayang ke awan :).

Kita bicara doktrinnya Robert Malthus kepada Dunia Barat; "bumi tidak cukup untuk dibagi bersama, manusia sudah terlalu banyak untuk sumber daya yang terlalu sedikit". maka dunia pun berubah menjadi rimba raya untuk itu mari adu kuat untuk merebut sumber daya bumi :).

Sejak itu kompetisi lantas menjadi bahasa sosial, ekonomi dan politik kita. hal ini menunjukkan bahwasanya manusia berwatak serakah. tidak ada cinta yang memungkinkan saling berbagi. dua puluh persen penghuni bumi yang bermukim di belahan bumi utara hampir menguasai tujuh puluh lima persen kekayaan bumi. Sementara tujuh puluh lima persen penghuni bumi yang ada di pojok selatan dunia harus berbagi atas dua puluh lima persen kekayaan yang tersisa. padahal kita tahu sebagian sumber daya alam justru dititipkan Tuhan di belahan bumi selatan. 

Inilah yang disebut Imperialisme; mereka menciptakan kesejahteraan di atas penderitaan bangsa lain. mau contoh? yang terjadi di negara kita tercinta, pernah dengar Freeport dan Newmont? itu hanyalah gambaran kecil bagaimana mereka terhadap belahan bumi selatan. dan ngomong-ngomong mereka masuk the best lho .. http://www.antaranews.com/berita/1268369760/newmont-peringkat-16-perusahaan-terbaik-dunia.

Itulah yang terjadi ketika cinta lenyap dari kehidupan kita. tidak ada kedermawanan kolektif yang membuat kita mau berbagi. inilah penyakit eksistensial barat saat ini, kata Erich Fromm. cinta sudah pupus dari jiwa barat, mereka tak lagi sanggup mencintai. bumi pun makin sumpek dan sempit, tak ada ruang yang membuat kita merasa nyaman menghuninya.

Cintalah yang memungkinkan kita mengubah dunia kita menjadi sepenggal Firdaus. bumi akan terasa nyaman di huni kalau kita saling mencintai. bumi tidak pernah kekurangan sumber kehidupan, jikalau kita mau berbagi atas nama cinta. Keserakahanlah yang membuat bumi jadi sempit. kalau Sedekah percayalah tidak akan mengurangi kekayaan, seperti Sabda Rasulullah SAW, "maka berbagi tidak akan membuat kita kekurangan, apalagi miskin".

Serakah mendorong orang jadi pelit dan cenderung angkuh, secara psikologis seseorang tersebut merasa menang. serakah adalah cara merebut kekayaan, sementara pelit dan angkuh adalah cara mempertahankannya. maka kemiskinan pun mengubah orang jadi pendendam. sebab ketidakberdayaan mendorong mereka mencari kambing hitam. Mereka itulah kambing hitamnya; orang-orang kaya yang telah mengalahkan mereka dalam pergulatan sosial ekonomi.

Konflik sosial kita sesungguhnya selalu tercipta di garis batas itu: antara orang kaya yang pelit dan angkuh dengan orang miskin yang apatis dan pendendam. bukan kesenjangan menciptakan konflik, tapi serakah dan pelitlah yang membuat orang-orang merasakan pahitnya kesenjangan itu. Maka mereka bereaksi; jarah, hancurkan kekayaan mereka! mereka tidak menjadi dengan menjarah tapi mereka puas dendam mereka lepas tuntas terlunaskan.

Hanya cinta, ya sekali lagi cinta yang dapat merekatkan mereka. sebab hakikat cinta adalah memberi dan berbagi. Bersedekahlah, "kata Rasulullah SAW, sebab itu akan menghilangkan dendam orang-orang miskin.


selamat memasuki pergantian Tahun Baru "semakin semangat meraih impian dan cita-cita yang manfaat"

sumber pelengkap; love a story
http://samudrabirucinta.blogspot.com/

Tuesday, December 28, 2010

Pasangan Jiwa dan Romantika

Lady Diana
Teringat dialog kecil di status Facebook yang saya buat. mengangkat tema "pasangan jiwa". kita semua pasti pernah mendengar nama Dody Al Fayed serta Lady Diana. di negerinya sana yaitu Mesir mereka menganggapnya pahlawan cinta. mereka juga menyebut kampium asmara. Dody Al Fayed dan Lady Diana adalah sebuah roman yang tragis. dua jiwa bertemu tapi tanpa raga. mereka tidak ditakdirkan bersatu. tapi Lady Diana dan Pangeran Charles adalah juga roman yang tragis, dua raga bertemu tapi tanpa jiwa. mereka pernah ditakdirkan bersatu dalam bahtera. tapi tidak ditakdirkan untuk saling mencintai. tragis, terlalu tragis. dua setengah Milyar umat ketika itu ikut menyaksikan proses pemakaman Lady Diana dan Dody Al Fayed hanya mampu menangis. menyatakan haru entah kepada siapa. sebab di alam jiwa mereka semua nestapa.

Tapi cerita Pangeran Charles dengan Camilia Parker yang entah menjadi pemicu keretakan rumah tangganya atau tidak menyelipkan sebuah pertanyaan besar; mengapa sang Pangeran lebih tertarik dengan perempuan tua itu, ketimbang Diana yang cantik dan anggun, bahkan ketika Camilia menjadi musuh bersama rakyat Inggris, Charles tetap menikahinya beberapa tahun kemudian? seperti sebuah kehendak yang dipaksakan walaupun harus melawan arus. tidak berartikah kecantikan Diana? dan apakah pesona seorang Camilia Parker di mata sang Pangeran hingga berbuah nekat itu.

Pangeran Charles
Charles adalah sebuah cerita tentang kesepian. memiliki ibu seorang Ratu hampir sama dengan menjadi yatim. maka Charles tumbuh dengan sebuah kebutuhan jiwa yang akut; seseorang yang bisa diajak bicara, mau mendengarnya dan mampu memahaminya, seseorang yang bisa membuatnya merasa sebagai orang normal yang bersikap wajar dalam kehidupannya. dan Camilia hadir serta bisa memenuhi kebutuhan jiwa itu. sementara Diana tumbuh sebagai gadis cantik yang terlalu lugu untuk kerumitan-kerumitan besar yang dihadapi Charles. Diana bagus sebagai icon kerajaan yang cantik tapi tidak bagi Charles yang rumit. jiwa mereka tidak bertemu ketika justru raga mereka bersatu.

Tim kehidupan pada intinya adalah ide tentang pasangan jiwa dalam katagori cinta jiwa. bukan terutama masalah poligami semata. ini ide tantang pertemuan jiwa yang disebabkan oleh kesamaan atau kesepadanan, atau keseimbangan atau bisa juga disebutkan kelengkapan. jiwa-jiwa yang saling bertemu itu bisa dua, tiga, empat dan seterusnya. sama persis dalam sebuah bentuk tim di sebuah organiasasi. tim itu bisa besar pada mulanya tapi juga bisa menciut pada akhirnya.

Cinta jiwa merupakan sumber semua cerita roman percintaan dalam sejarah umat manusia. baik yang berujung tragis maupun yang berakhir bahagia. jiwa mempunyai hajatnya sendiri. maka ia lebih mengenal pasangannya sendiri. juga bergerak dengan caranya sendiri menuju pasangannya. di dalam jiwa terlalu banyak kaidah dan kebiasaan alam raga yang tidak berlaku. itu membuatnya rumit, tapi agung. menggigit jalan ceritanya tapi agung pula suasananya. rumit untuk dicerna tapi agung untuk dirasakan. maka romantika pasangan jiwa selalu begitu kompleks antara kerumitan dan keagungan.

sekian, terimaksih.

sumber pelengkap; love story book

Friday, December 17, 2010

Orang - orang romantis yang tragis

Kali ini saya hendak sedikit mengajak sedikit serius. mengambil sisi-sisi yang terkandung  dari sekian lukisan yang tercermin di dalamnya, dari kisah legenda Layla Majnun, mereka yang saya sebut orang-orang romantis. semoga manfaat.


foto: google pic
Kisah Layla Majnun begitu melegenda di tanah jazirah seperti yang telah di kisahkan. kita dapat mengambil hikmah. hal yang sungguh terkadang itu menjadi sebuah cermin yang sangat bening dalam kehidupan ini.

Qais sebenarnya tidak harus bunuh diri. hidup tetap bisa dilanjutkan tanpa Layla. tapi itulah masalahnya. ia tidak sanggup, ia menyerah oleh keadaan. hidup menjadi tidak berarti baginya tanpa Layla. dia memang tidak meminum racun, gantung diri atau memutus urat nadi. tapi dia membiarkan dirinya tenggelam dalam duka sampai nafas terakhir. tidak dengan bunuh diri tapi melalaui jalan demikian mengakhiri.

Orang-orang dengan tipikal romantis selalu begitu: Rapuh. bukan, bukan kerna romantisme mengharuskan mereka rapuh, tapi di dalam jiwa mereka terdapat bias yang besar. mereka senantiasa memiliki jiwa yang halus. bagaimana dengan Anda? dan sifat kehalusan yang dimiliki itu berbaur dengan kelemahan. dan itu bukan kombinasi yang bagus. sebab dari sini jelas terlihat batasnya jadi kabur. kehalusan dan kelemahan jadi tampak sama. seorang Qais Lelaki yang Halus, sekaligus Lemah.

Kombinasi yang demikian membuat banyak orang yang memiliki tipikal romantis menjadi rapuh. apalagi saat-saat menghadapi badai kehidupan. saya contohkan ketika mereka harus berpisah untuk sebuah pertempuran, maka cinta dan perang selalu saja hadir sebagai momen paling melankolik bagi orang-orang romantis. mengerikan tapi tak terhindarkan. berdarah-darah dan tak terelakkan. itu adalah sebuah dunia jahat dan orang-orang romantis datang kesana sebagai korban.

begitu ruang kehidupan direduksi hanya ke dalam kehidupan mereka berdua dunia tampak sangat buruk dengan perang. namun kehidupan memiliki jalan sendiri. ada kaidah yang mengaturnya. dan sebuah perang adalah niscaya dalam aturan itu. maka terbentanglah medan konflik yang rumit mengigit dalam bathin mereka. dan orang-orang romantis selalu kalah. itu sebabnya Tuhan memperingatkan orang-orang beriman jikalau mereka mencintai istri-istri mereka lebih dari cinta mereka pada Jihad, maka Tuhan pasti punya urusan dengan yang berlaku demikian.

Tapi inilah persoalan inti dalam ruang cinta jiwa. jika cinta jiwa itu berdiri sendiri, dilepas sama sekali dari misi yang lebih besar, maka tak ayal jalannya terbuka kesana; Romantisme biasanya mengharuskan mereduksi kehidupan mereka berdua saja, kerna di sana dunia seluruhnya hanya damai, di sana mereka dapat menyembunyikan kerapuhan atas nama kehalusan dan kelembutan jiwa. itu sebabnya cinta jiwa selalu membutuhkan pelurusan dan pemakna'an dengan menyatukannya bersama cinta misi. dari situ cinta jiwa menemukan keterarahan dan juga sumber energi. dan hanya itu yang memungkinkan romantisme dikombinasi dengan kekuatan jiwa yang tidak memungkinkan mereka menjadi korban kerna rapuh!.

sekian, terimaksih telah membuka dan membaca halaman ini. tulisan di atas terinspirasi potret disekitar. baik di maya dan nyata. 

sumber pelengkap:
Kisah Layla Majnun; pengantin abadi dari surga
Cinta ~ anis matta

selengkapnya di : http://samudrabirucinta.blogspot.com

Wednesday, December 15, 2010

Cinta Tanpa Definisi

engkau bertanya, cinta?

cinta seperti angin membadai
kau tak melihatnya
tapi kau merasakannya
ketika ia memindahkan gunung pasir di tengah gurun
atau meluluhlantakkan bangunanbangunan angkuh
ya, begitulah cinta jika engkau bertanya
mengapa aku menulis syair cinta
ia ditakdirkan jadi kata tanpa benda
tak terlihat hanya terasa tapi dahsyat
ia ditakdirkan jadi makna paling santun
yang menyimpan kekuatan besar
seperti banjir menderas
kau tak kuasa mencegahnya
kau hanya bisa ternganga 
ketika ia meluapi sungai-sungai
menjamah seluruh permukaan bumi
menyeret semua benda angkuh yang bertahan dihadapannya
dalam sekejap ia menguasai bumi dan merengkuhnya dalam kelembutan,
setelahnya ia kembali tenang
serupa seekor harimau yang sedang terlelap tenang
demikianlah cinta; ia ditakdirkan jadi makna yaling santun 
tapi menyimpan kekuatan besar
seperti api yang menyala-nyala
kau tak kuat melawannya
kau hanya bisa menari di sekitarnya saat ia mengunggun
atau berteduh saat kibasan api matahari mencubiti kulit ari,
bahkan membakar kulit bumi
atau meraung saat lidahnya melahap rumah-rumah, kota-kota, hutan-hutan dan kita!
seketika semua jadi abu
semua menjadi tiada
seperti itulah cinta
foto: google



http://sejutapesonakata.blogspot.com

Sayap yang tak pernah Patah

foto: google romeo juliet
Bali, SamudraBiruCinta.com -- Ini kali mari kita bicara tentang orang-orang yang patah hati. pernah mengalami? mungkin sebagian besar pernah kalau aku pernah dua kali malah, pertama ketika semester awal di bangku kuliah. kedua akhir kuliah,  jadi mukadimah pernah penutup saat kuliah juga pernah. mau aku ceritakan? hehehe .... buat apa? sangat tidak Penting. kalau dikhianati pernah juga tidak? walah banyak juga ternyata, atau berpisah baik-baik. sebentar, berpisah yang baik-baik itu seperti apa ya? nah, yang untuk kedua dan ketiga lain kali saja deh sembari tanya sang pakar cinta dulu kwkwkw  bukan orang tapi cukup buku-buku lusuhku, kita sekarang bicara yang pertama saja. tulisan ini aku posting terinspirasi pertanyaan-pertanyaan orang-orang dan dari tulisan pada status facebookku, ini :


maukah engkau menjadi ainunku? kata seorang lelaki dihadapan wanita yang dicintainya. "cinta sejati Habibie terhadap Ainun dan sebaliknya" telah menjadi panutan sebagian pasangan di luaran sana. jika Romeo dan Juliet berakhir dengan kematian yang tragis, sementara Habibie dan Ainun bersatu dalam mahlighai yang manis. 02 Desember jam 20:14   









http://samudrabirucinta.blogspot.com