Showing posts with label Dialog Cinta. Show all posts
Showing posts with label Dialog Cinta. Show all posts

Wednesday, April 21, 2010

KEGIATAN DAN FOTO-FOTO LAUNCHING BUKU DIALOG CINTA OASE SAMUDRA BIRU [DCOSB] APRIL 2010 KOTA JOGJAKARTA


1. 2.3.4.5.
6.
7.8.
1. bersama panitia DCOSB Jogjakarta; agus sentra, suci damai si bintang ungu, m. haka
2. dua penulis DCOSB; anto hprastyo dan dinda natasya dr. cinta pertama
3. memberi ulasan mengapa saya menuliskan buku tersebut
4. saat memberikan penjelasan apa dan mengapa buku ini terlahir
5. bersama handoko f zainzam penerbit mata aksara jakarta
6. bersama para sahabat baik dari Purwokerto-Jawa Tengah
7. Dimas yang datang jauh dari Jakarta ke Jogjakarta. salut!
8. bersama Bang Zen Mehbob anggota Dewan dari Tegal sekaligus Penyair


9.

10.11.
9. membacakan puisi dialog cinta di buku DCOSB
10. sahabat Cinta yang sedari awal hingga akhir acara penuh antusias
11. saatnya menikmati makan siang dengan penuh riang

Sunday, April 4, 2010

Buku Dialog Cinta Oase Samudra Biru

DCOSB

PENGANTAR PENERBIT
di buku Oase Samudra Biru

Cinta menjadi bahasa yang sangat universal. Cinta menjadi sangat melenakan dan bisa pula menjadi sangat menyedihkan. Kedua kondisi ini cukup membuat banyak orang tak pernah lepas dan tak pernah selesai menulis tentang rasa bernama “cinta”

Dinda Natasya atau yang di kenal sebagai Dokter Cinta Pertama di Indonesia bersama Anto Hprastyo menuliskannya dalam bentuk yang sangat apik dalam Dialog Cinta Oase Samudra Biru. Dialog yang penuh makna.

Menjadi sebuah bacaan wajib bagi para pecinta baik remaja atau dewasa untuk lebih memahami makna cinta. Akhirkata, selamat menikmati bacaan yang penuh gelora ini.
Salam

Perpustakaan Nasional Indonesia; Katalog dalam Terbitan
Buku Cinta Dinda Natasya, Perjalanan Dokter Cinta dan Dialog Oase
Samudra Biru@ Dinda Natasya dan Anto Hprastyo, Mata Akasara
200 hal + viii





















ISBN : 978-979-194512-7
Desain Sampul : Pak Dhe M
Tata Letak : Sam Kusuma
Penyelaras Akhir: Handoko F Zainsam
Diterbitkan pertama, April 2010
Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT)
Hak pengarang dan penerbit dilindungi Undang-Undang.
Dilarang mengutip dan memperbanyak tanpa ijin dari penerbit,
sebagian atau seluruhnya dalam bentuk apapun,
baik cetak, photoprint, microfilm, dan sebagainya.
Jln. Masjid Al Fajri No.14M
Pejaten Barat, Pasar Minggu
Jakarta 12510
Telp: (021) 794 3504
e-mail: mataaksara@yahoo.com

Monday, January 4, 2010

CUPLIKAN SINGKAT DIALOG OASE DAN SAMUDRA BIRU II















samudra biru:
aku samudra..
menengok sejenak di berandamu wahai oase?
apa kabar malammu?
malam Ramadhan yang selalu..
membuatku syahdu sedan..
terasa kalimah Allah ada dimana-mana..
hingga alam mayapada pun tertunduk
khidmat sangat mendengar alunanNya..

salam hangat damai senantiasa..
samudra biru menyapamu..
wahai oase?

oase:
Wahai samudera..
teruslah bergelora...
tak kan haus kau disana..
oase hanya bagi pecinta sejati,
yang paham akan kata pulang
menanti datangnya malam
menunggu Lailatul Qadar..
menghujam qolbu bergetar..

kusapa kembali,
wahai sang pengelana?


samudra biru:
adakah yang letih di oasemu?
aku samudera biru ..
dengan senang hati kan membawanya,
dengan sampan kecilku yang menawan..
kan kubawa lelah letihnya
ke tengah samudra biruku..
melihat indahnya pesona alam biruku
teriring kicauan burung camar berdendang riang
terbang ke awan yang membentang dan
semburat senja di barat lautku..
menambah pesona yang tiada tandingannya..

kabari aku wahai oase?
samudraku senantiasa tak berpintu..

oase:
wahai samudra?
tempatku di tengah padang pasir..
tugasku menjaga hati..
bagi mereka yang tersesat dijalanNya...
haus akan Cinta..
dan sekarat karena panasnya..
oase kan sejukkan mereka..
kau boleh tinggal..
atau kau boleh terus mengembara?
sebagai pengelana ..

samudra?
ketahuilah..
pada akhirnya..
engkau akan memutar langkahmu..
kerna tak ada kembalimu..
selain pulang kedalam
pelukan Cinta..


samudra biru:
oase?
aku terbang untuk mencari..
dalam suatu waktu aku bertemu..
tertambat pada satu bunga cantik..
tapi sungguh sayang..
gelombang dan riak samuderaku
belum mampu menarik hatinya..
apa yang harus kulakukan?
sementara sampan kecilku
sudah menunggu untuk membawanya..
namun tak kunjung jua..

oase:
wahai sang pengelana?
cinta tidak menunggu..
sampan kecilmu salah berlabuh di dermaga..
sang wanita setia ada di seberang pulau..
kenapa kau diam termangu?
sedang dia menunggu,
sendiri menanti dalam sunyi
di sebuah dermaga cinta
yang sedang didambanya..

........





27, agustus 2009
malam ramadhan

( dialog selanjutnya ada di buku )

Thursday, December 31, 2009

SALAH SATU CUPLIKAN BUKU DIALOG OASE DAN SAMUDRA BIRU

: simfoni hati di kota sunyi timur bali


jejak petang beranjak pergi
merayap ke senyap perlahan pasti
warna gelap berpendar membayangi
membuka putik sari kuncup bunga melati

seiring jelang malam menebar aroma wangi
sayup samar terdengar alun kalam Ilahi
bergegas menggelar permadani suci
bulir-bulir do'a memancar bersih diri
......

: cahaya kilat memberi kabar ...

denting tirta bening menerpa berirama
berdendang senada serupa biola dewa-dewa
rinai gerimis melukis langit-langit mempesona mata
guratan indah dari sang maestro yang Maha segalanya

suasana hening memanggil selimuti kota sunyi timur bali
semilir angin dingin bukit pajang bersiul meliuk menari
menggigilku di tepi sisi jendela kamar seorang diri
bersenandung tentang cinta di dalam nur hati

di gelap yang semakin kian mengelam
di lelap bayang mengelana mendera menikam
usaikan resah yang nyaris mengiris habis urat nadi
menemu jawab menatap mantap bentang masa meniti hari

suara petir terdengar lagi
serupa ucapan mengamini kini
do'a-do'a yang terpancar tiada henti
langkah kaki meyakini ke segala menepi

: datang pesan urai kedamaian ...




salam sedalam dalam salam ...





















amlapura-bali, 29 desember 2009