Showing posts with label Kisah Nyata. Show all posts
Showing posts with label Kisah Nyata. Show all posts

Monday, April 25, 2011

Kisah, Petugas Kebersihan Sumbangkan Rp 344 Juta Untuk Sekolah

Samudra Biru - Patut kita apresiasi dan kita teladani, meski dia hanya seorang petugas kebersihan sekolah atau di Indonesia terkenal dengan sebutan Pak Bon atau Tukang Kebun Sekolah tapi hatinya begitu mulia. seperti yang dilansir huffingtonpost. Kisah, Petugas Kebersihan Sumbangkan Rp 344 Juta untuk Sekolah.

Seorang petugas kebersihan sebuah sekolah di Amerika Serikat memberikan sumbangan dalam jumlah fantastis. Tyrone Curry, yang telah bekerja selama 34 tahun di SMA Evergreen, Washington, AS, menyumbangkan dana sebesar USD40 ribu atau setara dengan Rp344,5 juta (Rp8612.5 per satu USD) untuk pembangunan lintasan atletik.

Tahun ini pada Juni, Curry akan pensiun. Menandai akhir masa kerjanya, pria yang merangkap jabatan sebagai pelatih lari di Evergreen, memberikan sumbangsihnya. Dana sebesar ini didapatkan Curry pada 2006, saat memenangkan lotere sebesar USD3 juta atau setara dengan Rp25,8 miliar. Sebelum menang lotere, dia sudah berjanji akan membangun lintasan atletik jika memiliki uang.

“Saya memiliki rasa bangga dalam pekerjaan ini,” jelasnya. Ia berharap untuk terus melakukan sesuatu untuk mereka sebagai anggota dewan sekolah, posisi yang sedang berjalan untuk setelah ia pensiun.

Lantas setelah menjadi miliuner, kenapa Curry masih bekerja? “Saya suka tetap memiliki sibuk. Istri saya kerap berbicara, “Kau tidak perlu untuk bekerja. Dan saya menjawab, Ya, saya harus bekerja. Saya memiliki rasa bangga dalam pekerjaan ini,” jelasnya. Seperti dikutip dari Huffingtonpost, Senin (25/4/2011).

Pada awal April, Curry memberikan sumbangannya. Curry mengaku apa yang dia berikan tidak sebanding dengan apa yang dia dapatkan dari anak-anak di sekolah tempat dia bekerja.

“Anak-anak melakukan banyak hal. Mereka membuat Anda terus muda,” jelasnya. Setelah pensiun, Curry akan tetap sibuk. Dia akan kembali ke sekolah dan mencalonkan diri sebagai dewan sekolah.
(rhs) 



sumber: okezone.com

Anita Mills, Berat Badan Turun 105 Kilo dengan 4 Jurus

Samudra Biru - Rasanya patut diapresiasi dan dibaca kisahnya, bagi Anda yang mungkin saja bermasalah dengan berat badan dan bertekad untuk menurunkannya. Kami meyakini diluaran sana banyak orang yang menghabiskan waktu, tenaga, uang, pikiran, dan terkadang hingga kehidupan yang merasa tidak nyaman. Dan semoga kisah nyata yang sukses ini dapat menginspirasi Anda atau kerabat Anda, Kita simak saja kisahnya Anita Mills, Berat badan turun 105 kilo dengan 4 jurus.

Kisah sukses dari perjuangan seorang perempuan bernama Anita Mills. Wanita asal Kentucky Amerika Serikat ini berhasil menurunkan bobotnya sebesar 232 pound atau sekitar 105 kilogram setelah melakoni empat jurus sederhana, tanpa didampingi oleh seorang instruktur atau pun trainer.

Mills berkisah, perubahan drastis pada tubuhnya merupakan buah dari keyakinan dan kerja kerasnya selama hampir dua tahun. Kesadaran untuk menjalankan hidup sehat, justru ia alami setelah mengantar ibunya yang mengidap diabetes pada 2009 silam ke seorang dokter keluarga.

Saat berada di ruang dokter, Mills merasa terenyuh dengan perjuangan sang ibu yang rela melakukan apapun agar bisa sembuh dan tetap hidup.  Mills kala itu merasa ia melakukan kesalahan besar selama ini karena membiarkan tubuhnya tambun yakni mencapai 382 pound atau sekitar 173 kilogram.

Dokter sempat berpesan kepada Mills untuk menurunkan bobotnya yang masuk kategori obesitas. Di toilet tempat praktik dokter itu, Mills pun sempat menangis dan menyesali keadaannya saat itu.   "Dokter keluarga saya menganjurkan untuk menurunkan berat badan.  Jika tidak, hidup saya akan menjadi lebih singkat.  Lalu dia memberikan saya lembaran kertas yang berisi empat tip menurunkan  berat badan," ungkap Mills.

Sepulang dari dokter, Mills memotret tubuhnya yang sangat gemuk itu di hadapan cermin. Foto dirinya itu selalu disimpannya di ponsel dan selalu dilihat setiap hari terutama kala ia sedih.  Selain melihat foto diri, Mills juga tak lupa selalu membaca, mengingat dan menjalani pesan yang diberikan dokter kepadanya.

Inilah empat pesan berharga yang diberikan dokter itu buat Mills :

1. Makanlah 8 ounce atau sekitar 230 gram makanan setiap tiga jam
2. Hindari minuman manis
3. Tidak boleh melewatkan waktu makan
4. Jangan mengatakan tentang apa yang sedang dijalanakan ini kepada siapapun

Setelah menjalankan pesan sang dokter dalam kurun waktu sekitar dua tahun, Mills pun merasakan manfaatnya.  Ia telah kehilangan 232 pound bobot tubuhnya dan mengecilkan lingkar pinggangya sekitar 23 inci.  Semua itu sukses dicapai Mills tanpa bantuan trainer atau pun instruktur.

Lalu apa rahasia lainnya di balik kesukessan Mills? "Saya selalu berjalan kaki, betapapun itu berat buat saya. Saya juga menggunakan latihan (video) 'Sweating to the Oldies' dari Richard Simmons karena efek sampingnya rendah. Sekarang juga berlatih Zumba, yang kecepatannya juga seperti Richard Simmons," tuturnya.

Mills melakukan semua latihannya itu secara rutin, tetapi tidak berlebihan. Ia berjalan kaki lima kali dalam seminggu, mengeluarkan keringat dengan video Simmons dua kali seminggu, dan berlatih Zumba sesekali waktu.

Dengan perubahan besar pada tubuhnya, Mills  bahkan tidak bisa lagi makan sebanyak 8 ounce sekaligus karena lambungnya telah mengecil.  Ia juga menjadi lebih selektif dalam memilih makanan. Mills mengaku hanya ketagihan makanan sehat seperti buah nanas dan  jeruk mandarin.

Walau begitu, sesekali ia masih mengudap makanan enak, walaupun tidak sampai kebablasan. "Saya masih pergi makan ke luar dan menyantap makanan 'sampah'," akunya.

Saat makan di luar, Mills kini membiasakan  memesan sekotak makanan untuk dibawa pulang. Baginya itu sangat membantu mengendalikan porsi makanan, meski ia masih menyukai menu berkalori tinggi seperti, ayam goreng  atau kentang goreng.

"Luar biasa.  Saya tidak lagi ketagihan makan banyak. Anda hanya perlu mengendalikan porsi. Saya bisa menghitung apa yang saya masukkan ke dalam tubuh," ujarnya.

Bagin paling sulit dalam perjuangan menguruskan badan, kata Mills, adalah melepaskan dari masa stagnan atau masa tanpa perubahan. "Berat saya bisa turun dalam tujuh hari, namun kemudian tak terjadi apapun dalam waktu 10 hingga 15 hari berikutnya, ini adalah hal tersulit," terangnya.

Sejak sukses mengubah bentuk tubuhnya, Mills muncul pada acara 'Rachael Ray Show' untuk makeover.  Ia juga diundang menjadi pembicara untuk berbagi pengalamannya di sekolah-sekolah.

"Saya katakan pada anak-anak bahwa ini bukan lahsekedar penurunan berat badan; Jika Anda memusatkan perhatian pada apapun , tak ada yang bisa menghentikan Anda.  Jika Anda berpikir 'Inilah yang akan saya lakukan, maka Anda akan bisa menyelesaikannya," ujar Mills.

Jika menurut Anda bermanfaat silahkan share. salam.
Sumber : CNN, Kompas.com
Link kami: http://samudrabirucinta.blogspot.com/2011/04/anita-mills-berat-badan-turun-105-kilo.html

Sunday, April 24, 2011

Kisah, Pemanjat Pohon Kelapa yang Tuna Netra

Samudra Biru - Hidup adalah pilihan, namun bertahan pada pilihan untuk tetap hidup tidaklah mudah. Kalimat bijak di atas barangkali tepat menggambarkan jalan hidup Alimuddin alias La Kambu (45), yang berliku.

Alimuddin adalah penyandang tuna netra yang berprofesi sebagai pemanjat pohon kelapa di Desa Patangnga, Kecamatan Tellusiattingge, Bone, Sulawesi Selatan. Dia terpaksa menjalankan profesi ini demi untuk menghidupi istri dan empat anaknya yang masih kecil.

Sehari-hari Alimuddin menjalani profesinya sebagai tukang panjat pohon kelapa. Jasanya biasa digunakan oleh para tetangga dan pemilik pohon kelapa di desanya. Jika sepi orderan, dia kerap mengunjungi kebunnya dan memanen pohon kelapanya sendiri untuk dijual di pasar, demi untuk membiayai hidup istri dan ke empat putranya yang masih kecil.

Dengan ditemani sebatang tongkat kayu, Alimuddin nampak tertatih-tatih menelusuri lorong hutan menuju kebunnya untuk memanjat pohon kelapa. Meski kedua matanya tak mampu melihat, namun ketajaman firasatnya mampu membuatnya menentukan pohon kelapa yang mana yang memiliki buah siap panen.

Setelah menentukan pohon kelapa yang tepat untuk dipanen, tanpa ragu Alimuddin langsung memanjat hingga ke ujung pohon dan memilih buah yang baik. Dengan ketajaman firasatnya itu pulalah Alimuddin juga kerap dimintai warga sekitar rumahnya untuk menerawang barang-barang yang hilang atau hewan ternak yang tersesat di hutan.

Tak cukup sampai disitu, setelah satu persatu buah kelapa ia panen dari pohonnya, Alimuddin pun mahir mengupas dan membelah biji kelapa dengan sebilah parang.

Profesi sebagai pemanjat pohon kelapa yang ditekuninya ini sudah berlangsung sejak usianya masih belasan tahun. Biasanya Alimuddin mendapat upah Rp5.000 per batang kelapa.

Hingga kini pekerjaan sebagai tukang panjat pohon masih di tekuninya demi untuk menyambung hidup karena hanya inilah satu satunya keahlian yang ia miliki. Beruntung oleh salah satu kerabatnya Alimuddin diberi sebidang tanah untuk dia tanami pohon kelapa dan pohon cokelat.

Dari pohon kelapa itulah dia bisa panen dan menjual buahnya ke pengepul dengan harga Rp4.200 per kilonya. Jika sedang musim buah Alimuddin hanya bisa mendapatkan 80 hingga 100 kilo per bulan. Begitu juga dengan buah cokelatnya, ia hanya bisa mendapatkan hasil panen 5 kilo per bulan yang kemudian dijual ke pengepul Rp9.300 per kilo.

“Sungguh jauh dari cukup penghasilan yang diperoleh Alimuddin untuk menghidupi keluarganya,” ujar Akmal, kerabat Alimuddin.

Namun apa hendak dikata, hidup tetap harus dijalani. Alimuddin sesungguhnya lahir dengan kondisi tubuh yang sempurna. Namun diusianya yang ke-empat dia menderita sakit campak yang mengakibatkan kedua mengalami kebutaan.

Meski kedua matanya buta namun semengat hidup Alimuddin patut ditiru banyak orang. Hari ini seperti biasanya usai memanen buah kelapa di kebun Alimuddin kembali ke rumah munngilnya dengan disambut oleh istri dan kempat anaknya yang masih kecil. Dari lubuk hati yang terdalam, Alimuddin menaruh sejuta harapan kepada putra-putranya, kelak akan mengangkat derajat keluarganya.

Link kami: http://samudrabirucinta.blogspot.com/2011/04/kisah-pemanjat-pohon-kelapa-yang-tuna.html

Saturday, April 23, 2011

Kisah Nenek 70 Tahun Dikucilkan di Hutan

Samudra Biru - Tidak semua orang beruntung bisa menikmati sisa hidupnya pada masa tua dengan tenang. Di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Kindo Kali, seorang nenek berumur 70 tahun, harus hidup terkucil di tengah hutan seorang diri lantaran pernah mengidap penyakit kusta. Si Nenek 70 tahun dikucilkan selama 7 tahun lebih di hutan.

Kindo Kali memilih mengasingkan diri dari lingkungan sosialnya karena tidak semua warga di desanya bersedia menerima kehadirannya. Alasannya, penyakitnya bisa kambuh dan menulari masyarakat lain. 

Anak-anak dan cucu yang seharusnya menjadi teman di masa tuanya malah meninggalkan Kindo seorang diri.

Sudah lebih dari tujuh tahun Kindo Kali atau yang akrab disapa Sayang hidup menyendiri di sebuah gubuk berukuran tidak lebih dari 1,5 x 2 meter persegi, persis di tengah hutan dan jauh dari lingkungan sosial masyarakat di sekitarnya. Warga Dusun Tosondeng, Desa Luyo, Kecamatan Luyo, Polewali Mandar, ini kini sudah tak mampu lagi bekerja mencari nafkah.

Sejak tiga tahun lalu Kindo tak lagi bisa bepergian dari rumahnya. Jangankan bekerja mencari nafkah, berdiri dan meninggalkan gubuk tuanya saja tak mampu lagi. Selain karena faktor usia tua, juga karena sebagian sarafnya tak lagi berfungsi normal setelah sembuh dari penyakit kusta yang mendera tubuhnya selama hampir enam tahun.

Untuk bisa bertahan hidup di rumahnya, Kindo hanya berharap uluran tangan pemerintah dan warga kampung yang bersimpati dengannya. Kindo mengaku sedih, sejumlah anak dan cucunya yang dulu pernah serumah sebelum Kindo terserang penyakit kusta hingga kini tak kunjung datang menjenguknya.

Menurut Kindo, dirinya diasingkan keluarganya di tengah hutan sejak terserang penyakit kusta tujuh tahun yang lalu lantaran tidak semua warga di desanya bersedia menerima kehadirannya. "Saya sedih, Nak, orang menolak saya tinggal di kampung," kata Kindo. Beruntung petugas kesehatan setempat menemukan Kindo dan merawatnya hingga sembuh.

Abdul Kasim, petugas pemberantasan penyakit kusta Dinas Kesehatan Polewali, menyebutkan, diperlukan waktu hampir tiga tahun untuk mengobati Kindo secara rutin di tengah hutan hingga sembuh dari penyakit kusta yang dideritanya. Tak jelas asal-usulnya, Kindo tiba-tiba saja ditemukan warga Desa Luyo tinggal di tengah hutan. Kindo yang hanya mahir berbahasa Mandar ini mengaku tak tahu dirinya berasal dari desa apa.

Camat Luyo Andi Bebas Manggazali dan Kepala Desa Luyo Darmawati mengaku heran, Kindo tiba-tiba ditemukan warga tinggal di tengah hutan dalam keadaan sakit. Meski telah sembuh, Kindo kini malu bergaul dengan masyarakat sekitarnya. Cacat fisik yang diderita akibat badannya digerogoti penyakit kusta bertahun-tahun membuat Kindo kehilangan percaya diri untuk bergaul dengan masyarakat sekitarnya.

Pemerintah setempat kini berupaya mengembalikan Kindo ke tengah lingkungan sosialnya agar bisa berbaur kembali di tengah masyarakat sekitarnya.

Semoga, si nenek mendapatkan apa yang semestinya dia dapatkan  dalam sisa umurnya. Dan semoga kisah nyata ini menjadi perenungan kita semua. salam.

sumber 
Link kami: http://samudrabirucinta.blogspot.com/2011/04/kisah-nenek-70-tahun-dikucilkan-di.html

Friday, April 22, 2011

Sebuah Kata Bisa Merubah Segalanya

Samudra Biru - Percayakah Anda dengan kekuatan kata? maka tidaklah berlebihan jika ada ungkapan "kata-katamu adalah doamu" atau ungkapan "mulutmu harimaumu". Apa yang kita ucapkan adalah manifestasi dari sebuah ucapan; baik lisan maupun yang kita tuliskan. Dan tentu saja tidak luput dari catatan sang Khalik bagi yang mempercayai. Sebuah kata bisa merubah segalanya.

"Anda adalah apa yang Anda pikirkan" seringkali kita mendengar ungkapan ini pula bukan? so, alangkah baiknya jika kita pikirkan yang baik dan positif. Dengan harapan segala sesuatunya menjadi seperti apa yang kita harapkan. Kata pula yang menjadi kekuatan para pemimpin besar didalam mempengaruhi pengikutnya, melalui kata pula orang akan dapat menilai kita seperti apa. Untuk lebih jelasnya kita saksikan tayangan video di bawah ini, agar terekam apa yang kami maksudkan.

Dalam tayangan Video ini diceritakan ada seseorang yang buta dan dengan sedikit orang yang memberi.

Dalam video ini terlihat dia menulis di sebuah karton yang berisi kalimat.

i am blind please help

Sampai seseorang datang dan merasa iba kemudian merubah kata-kata yang ada pada karton tersebut.



Lalu, apa yang terjadi? beberapa saat kemudian beramai-ramailah orang-orang memberinya sedekah kira-kira apa yang telah dituliskan oleh si penolong? silahkan simak Video dibawah ini. salam



semoga bermanfaat, silahkan saja di share info di halaman samudra biru ini kepada rekan Anda jika dipandang manfaat. salam hormat kami.


sumber: Vivaforum
Link kami: http://samudrabirucinta.blogspot.com/2011/04/sebuah-kata-bisa-merubah-segalanya.html

Thursday, April 21, 2011

Mayat Bangun Saat Otopsi

Samudra Biru - Bisa jadi Anda akan terheran-heran membaca judul postingan kali  ini di samudra biru. sama, kami yang dapat informasi ini pun demikian. Mayat bangun saat otopsi, kejadian ini nyata tersebutlah Carles Camejo 33, dinyatakan meninggal setelah mengalami kecelakaan yang hebat di jalan raya.

Kemudian oleh petugas medis dibawa ke kamar mayat untuk menjalani otopsi. Tapi apa yang terjadi, Mayat ini bangun lagi saat di otopsi, karena tiba-tiba mayat yang mereka tengah sayat itu berdarah. Dan sadarlah mereka bahwa si mayat ternyata masih hidup, Carles Camejo pun tersadar. Para Dokter segera mencari jarum untuk menjahit luka di mukanya. 

"Saya bangun, karena sakitnya bukan main!", kata Camejo seperti dilansir berita lokal El Universal. Sedang istrinya yang sedang dirundung duka pun tak kalah terkejutnya. Karena suaminya masih hidup dan berjalan di koridor Rumah Sakit. Sebagai bukti kini Carles Camejo memiliki bekas luka sayatan di wajahnya juga surat perintah untuk mengotopsi tubuhnya.

Ini dia foto Carles Camejo, Surat Perintah Otopsi dan juga mobilnya yang hancur.




Link kami: http://samudrabirucinta.blogspot.com/2011/04/mayat-bangun-saat-otopsi.html 
Sumber: http://forum.vivanews.com/showthread.php?p=1403922

Monday, April 18, 2011

Kisah Dua Janda Tua Hidup di Tanah Pekuburan

Samudra Biru - Sekitar 100 meter dari asrama kepolisian, di kompleks Pekuburan Islam Lalle Lama, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, hidup berdampingan dua janda miskin Becce (70) dan Indo Sitti (72).

Kedua janda tua miskin itu menumpang hidup di atas tanah sisa pekuburan dan bernaung hidup dalam rumah reot yang terbuat dari atap seng bekas berukuran tak lebih dari 2x3 meter.



Ironis memang, karena di sisa umurnya, keduanya tidak bisa menikmati hidup layak. Makan pun hanya diperoleh bantuan dermawan yang kebetulan mengetahui kondisi dan keberadaan mereka. 

"Sebenarnya saya ada anak. Tapi mereka malu orang tuanya miskin. Saya memilih hidup sendiri, meski keadaan susah dan harus menumpang di sisa tanah pekuburan dari pada menyusahkan anak," kata Becce dalam bahasa Bugis, ketika dikunjungi Kompas.com, Selasa (18/4/2011). 

Untuk kebutuhan sehari-hari, Becce mengaku hanya berharap dari pemberian para tetangga atau dermawan yang kebetulan melintasi rumah kumuh. Menanak nasi jika kebetulan ada beras atau memasak air, Becce mengandalkan tungku tuanya berbahan bakar ranting kayu, yang dikumpulkan dari sekitar areal pekuburan. Hampir 20 tahun mereka menumpang di atas tanah pekuburan. 

Jika malam datang, Becce hanya menggunakan lampu minyak tanah sebagai penerangan. Beberapa bagian atapnya rumahnya di pasangi plastik bekas demi menghalau air hujan agar tidak menggenai rumahnya.

Tidur pun, Becce hanya menggunakan ranjang tua dari kayu beralaskan koran bekas. Ada kelambu lusuh di ujung ranjang, yang tiap malam di gunakannya untuk melindungi kulit keriputnya dari serangan nyamuk. "Saya tidak pernah ingin hidup susah sampai usia setua ini. Tapi mau apa lagi, Insyallah saya ikhlas," ungkapnya lirih. 

Kondisi Indo Sitti jauh lebih memprihatinkan. Sulit beromunikasi dengan Indo karena ia mengalami gangguan pada pendengarannya. Setiap kali di ajak berbicara, Indo Sitti hanya menebar senyum dan sesekali mengangguk. Menurut Rahmi, tetangga kedua janda tersebut, jika Becce masih bisa memasak, mengambil air atau mencari kayu bakar, Indo Sitti nyaris tidak bisa berbuat apa-apa. 

"Yang paling susah Indo Sitti. Dia baru makan kalau ada yang memberinya makanan jadi. Karena orang tua itu betul-betul tidak bisa berbuat apa-apa. Jalan saja sudah susah. Dia ada anak, tapi penghasilannya tidak menentu karena hanya bergantung dari hasil menarik becak saja. Kalau anaknya pulang, baru dia makan," ungkapnya.

Meski demikian, warga sekitar kerap membantu. Meski, bantuan yang diberikan sangat terbatas. Dullah, warga setempat mengatakan, kalaupun ada orang dari kelurahan atau pemerintahan yang datang, hanya sebatas menanyakan kondisi mereka. Jatah raskin kedua janda tersebut pun lebih sering dijual ke warga lain karena mereka lebih sering tidak memiliki uang. 

Kepala bagian Humas Pemerintah Kabupaten Pinrang H Hamka Machmud mengatakan, membantah kalau kedua janda miskin tersebut adalah warga Pinrang. Meski begitu, pemerintah kerap mengungjungi keduanya. Bahkan beberapa kali berupaya memindahkan keduanya dari areal pekuburan tersebut. 

"Mereka diajak keluarganya pun menolak. Kami ingin membantu memindahkan ke tempat yang lebih layak juga di tolak. Mereka bersikeras bertahan tinggal di areal pekuburan. Kami sudah mengunjungi keduanya dan memberi bantuan," kilahnya. 

Semoga kisah ini menjadi perenungan Anda yang menemu artikel ini, salam

sumber
Link kami: http://samudrabirucinta.blogspot.com/2011/04/kisah-dua-janda-tua-hidup-di-tanah.html

Thursday, April 14, 2011

Kisah A Long, Bocah Yatim Piatu yang Dikucilkan

Samudra Biru - Namanya A Long, bocah kecil berumur 6 tahun pengidap HIV di sebuah desa di negara China. Ibu dan ayahnya telah meninggal karena virus HIV yang mereka derita. Kita ikuti sedikit Kisah A Long, Bocah Yatim Piatu yang Dikucilkan.


Selama ini A Long hidup sendiri karena penduduk di desanya takut berada di dekatnya karena takut tertular virus tersebut, mungkin terdengar aneh di telinga kita mengapa mereka sampai setega itu? membiarkan seorang anak kecil hidup sendiri meski dia mengidap penyakit yang sangat mematikan itu.


Saya sendiri setelah membaca berita ini juga sedikit ragu, tapi setelah mencari informasi dari berbagai forum juga media ternyata memang demikian kehidupannya, juga sikap-sikap para tentangganya. Tentu saja antara satu daerah dengan daerah yang lain berbeda pola pikir dan tingkat pemahamannya.

A Long seperti yang diberitakan, sehari-harinya dia hanya ditemani anjing kesayangannya Lau He namanya, semua dilakukan A Long sendiri dirumahnya di Desa Niucheping di kaki gunung Malu dekat Liuzhou, Provinsi Guangxi Zhuang, China.

Dia juga pernah sekolah tapi karena mengidap penyakit HIV, atas desakan dan keinginan para orang tua wali akhirnya pihak sekolah tidak bisa berbuat banyak. Hingga akhirnya dia belajar membaca dan menulis sendiri. Pernah dalam suatu waktu A Long terluka, dan dokter di klinik desanya juga tidak berani mengobatinya, selain memberinya obat dan A Long sendiri yang mengerjakannya.

Kondisi yang membuatnya demikian justru membuatnya tegar, dari bangun tidur sampai mau tidur dikerjakan sendiri tanpa bantuan orang lain.


Sedang untuk makan sehari-hari A Long memasak sendiri, sang nenek terkadang datang mengiriminya sayuran, lalu A Long memasaknya dengan nasi dari kompor kayu yang kayunya ia cari sendiri di hutan, A Long juga mendapat santunan dari pemerintah setempat tapi hanya 77 yuan perbulan atau jika di rupiahkan -+Rp 133.000/bulan. Dia tidak mengeluh walau terkadang hanya makan nasi dan garam seorang diri.


Bocah ini tnggal dalam sebuah rumah dan kamar dengan penerangan yang sangat kurang. A Long tak ubahnya seperti anak kecil pada umumnya dia juga hobi maen bola dan lainnya, tapi apa daya dia hanya bisa bermain sendirian tanpa ada yang menemaninya, selain anjing kesayangannya. 


Tapi sejak foto dan cerita kehidupannya tersebar secara luas, di media, beberapa dermawan yang tersentuh hatinya mengiriminya boneka dan mainan untuk sekedar teman bermain. Bahkan banyak menanyakan bagaimana cara mengirimkan bantuan. Banyak para dermawan dari kalangan netter yang tidak hanya berasal dari China tapi juga para dermawan dari luar China yang tersentuh atas kehidupan A Long.

Sehingga para darmawan akhirnya behasil membangun tempat tinggal yang layak disebelah rumahnya yang reyot dan yang lebih membahagiakannya lagi, A Long juga diadopsi oleh sepasang suami istri yang baik hati.


Saya meyakini, masih banyak bocah-bocah seperti A Long diluaran sana tidak hanya di China seperti yang kita baca saat ini, di negara lain pun kemungkinan mereka banyak yang diabaikan dan hidup sebatang kara.

Hidup yang mereka jalani bukan kesalahan mereka, tentu saja mereka tidak bisa memilih, dilahirkan dengan mengidap HIV yang diturunkan oleh orang tuanya. Tapi yang jelas segala sesuatunya ada hikmahnya, seperti yang terjadi pada kisah nyata A Long ini.

Demikian, semoga ada manfaat yang dapat kita ambil untuk renungan. salam
Sumber pelengkap : Vivaforum. http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=99797
Link Kami : http://samudrabirucinta.blogspot.com/2011/04/kisah-long-bocah-yatim-piatu-yang.html

Friday, April 8, 2011

Meski 2 Kaki Cacat, Dewi Paling Pintar

Samudra Biru - Dewi Sudarmi, bocah berusia 7 tahun asal Desa Gagah, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, lahir cacat tanpa kedua kaki sampai pangkal.

Putri pasangan dari Ali Makki dan Marsiha itu kini duduk di kelas 1 SDN III Kertagena Laok, Kecamatan Kadur. Selain mengalami cacat kedua kakinya, Dewi juga tidak memiliki jari-jari di tangan kanannya.

Meski cacat, tetap semangat ke sekolah yang jaraknya dari rumah sejauh 3 km. Ia setiap hari diantar dan dijemput kakeknya, Sihabuddin, dengan menggunakan motornya. Sesampainya di sekolah, Dewi layaknya anak-anak lainnya. Ia bermain dan belajar meskipun harus merangkak kesana-kemari.

Dewi sama sekali tidak mengalami kesulitan naik turun di kursi sekolahnya. Ia duduk dibangku paling depan, biar dapat mengikuti pelajaran dengan baik.

"Saya sengaja pilih bangku depan karena bisa melihat guru langsung saat mengajar," katanya, Jumat (8/4/2011). Anak ketiga dari empat bersaudara ini memiliki kemampuan di atas 22 siswa lainnya di kelasnya.

Kepala SDN III Kertagena Laok, Suparman, mengatakan, nilai rapot Dewi selalu bagus. Paling tinggi adalah pelajaran Bahasa Indonesia dengan nilai 100.

"Dewi merupakan siswa paling pintar di kelasnya. Semua nilai mata pelajarannya tidak ada yang di bawah 90," terang Suparman. Dewi mengaku pelajaran Bahasa Indonesia menjadi pelajaran favoritnya.

Ia memiliki cita-cita menjadi guru mata pelajaran Bahasa Idonesia. Ia juga tidak pernah merasa minder dengan teman-teman lainnya di sekolahnya. I ajustru berpikir untuk terus belajar dan sekolah setinggi-tingginya.

Dewi tidak hanya pandai sekolah, tapi ia juga pandai membantu kedua orangtuanya sebagai pemecah batu untuk dijual ke tengkulak.

"Sudah saya larang, tapi dia memaksa membantu kami," kata Ali Makki, ayah Dewi. Ketika ditanya alasannya, Dewi hanya ingin uang sakunya ke sekolah bisa diambilkan dari hasil membantu orang tuanya.

Saat ini Dewi sedikit berbahagia. Sebab kursi roda yang diimpikannya sudah terwujud dari hasil bantuan pemerintah setempat. Ayahnya pun berharap Dewi bisa tetap melanjutkan pendidikan sampai tuntas.

Entah dengan cara apa, dia mengharap uluran tangan dari siapapun yang merasa prihatin dengan anaknya dan kondisi ekonomi keluarganya.


Semoga apa yang terjadi pada Dewi, ada sesuatu yang dapat kita semua ambil.
sumber: kompas.com

Orang-orang Indonesia yang Terkenal Karena Dunia Maya

Samudra Biru - Akhir-akhir ini begitu banyak sekali kejutan dari dunia maya terutama media YouTube yang membuat seseorang menjadi terkenal secara tiba-tiba; artinya mereka memiliki kemampuan sebelumnya tapi setelah kemampuan mereka diunggah di media maya seketika mendapat respon masyarakat, terutama  para netter penyebarannya pun biasanya setelah dari media YouTube kemudian melalui blog-blog pribadi dan juga forum-forum ternama sehingga secara sporadis menyebar begitu cepat.

Sehingga hal ini menarik minat koresponden TV yang setahu kami sering kali mengintip di forum juga blog-blog yang ada. Ketika dirasa respon masyarakat begitu kuat maka tak ayal salah satu stasiun TV menayangkannya di berita, yang sudah pasti ditonton oleh jutaan pasang mata maka dengan cepat membuat penasaran orang-orang yang sebelumnya tidak mengetahui.

Menarik memang, ketika kita semua prihatin begitu banyak; baik berupa gambar maupun audio visual yang hampir sebagian besar menampilkan sisi seksualitas semata, namun di sisi lain ada orang-orang yang secara cerdas meski awalnya hanya iseng menjadi tenar dan menghibur dengan kemampuan mereka, sekarang menjadi terkenal hingga manca negara.

Dan melalui samudra biru saya mencoba mencari satu persatu orang-orang Indonesia yang terkenal karena Dunia Maya. Kalau dari luar negeri sudah pasti tahu ya? seorang Justin Bieber pun  yang kini digandrungi para ABG awalnya juga seperti mereka. Baiklah mari kita simak sama-sama. Siapa saja mereka?

Sinta dan Jojo
Sinta dan Jojo memulai popularitasnya melalui media YouTube pada akhir bulan juli tahun 2010 yang lalu. Jojo yang asli cimahi dan sedang kuliah di Univ.Pasundan ini menjadi perbincangan melalui situs jejaring sosial seperti facebook dan twitter berkat aksi lypsync yang menggemaskan dengan lagu disko dangdut 'keong racun' bersama sahabatnya Sinta.

Dengan pemilihan lagu yang enerjik dan berirama dangdut khas sunda modern membuat aksi mereka begitu memikat sebagian masyarakat indonesia kendati ada pula yang bersikap nyinyir, tapi hal tersebut hanya angin lalu terbukti mereka kian berkibar setelah respon para dunia maya begitu besar baik melalui blog, forum, facebook dan terutama dikalangan para twitter yang acapkali membicarakan mereka hingga menjadi topic treding pengguna twitter dan dari luar negeri pun bertanya-tanya sehingga tak ayal video mereka kian menjadi terkenal. Dan menjadi bahan berita di TV.

Hingga akhirnya Musisi Charlie ST12 tertarik untuk membuatkan lagu untuk mereka yang berjudul 'tokek belang'. Dan mereka kini menjadi salah satu artis Indonesia yang berangkat dari Dunia Maya.

Inilah awal video iseng berbuah tenar dari mereka. selamat menikmati kembali:)



Gamaliel dan Audrey
Kakak beradik ini memperoleh popularitas di bulan agustus 2010 setelah Sinta dan Jojo. tidak seperti Sinta dan Jojo yang mengandalkan lagu yang unik dan aksi yang menggemaskan dengan cara lypsync, video kedua remaja ini berisi nyanyian yang diiringi musik gitar yang apik.

Sebelumnya banyak yang tidak menyangkan kalau duo kakak beradik ini orang Indonesia, di dunia maya banyak yang menyangka mereka dari filipina sebab mereka selalu membawakan lagu berbahasa inggris.

Baru setelah mereka mengunggah video lagu berbahasa Indonesia akhirnya banyak yang mengetahui mereka benar-benar berasal dari Indonesia. Sehingga puncaknya mereka saat itu mereka diundang sebuah acara musik "Harmoni" di SCTV.

Ada yang belum melihat awal aksi mereka? ini dia keren! selamat menikmati.



Bona Paputungan
Pria dari Gorontalo, Sulawesi ini adalah mantan napi, dia menciptakan lagu untuk menyindir para penegak hukum di Indonesia yang dengan mudahnya dapat dibeli dengan uang.

Lagu berjudul "Andaiku Gayus Tambunan" jelas sekali bahwa dia menyindir Gayus Tambunan seorang mafia pajak yang dengan begitu enaknya bisa jalan-jalan pada saat ia terbukti seharusnya menjalani masa tahanan di dalam penjara.

Dan kita tahu semua tentu tidak hanya Gayus Tambunan yang dapat begitu, Gayus Tambunan dalam lagunya hanya simbol semata. selain Gayus sudah pasti masih banyak para tahanan berduit yang bisa melakukannya. siang malam bisa menikmati segarnya alam luar selama bisa membayar, dan tidur dikasur empuk hotel berbintang lima dengan pelayanan istimewa. :) praktek demikian tidak hanya sekarang tapi sudah berlangsung sekian masa yang lalu.

Dan didalam klip yang beredar di YouTube tampak bahwa petugas dengan mudah diajak kompromi hanya dengan diberi selembar 50 ribuan. setelah video yang diupload ke YouTube di tonton banyak orang, Kembali salah satu stasiun tv di Indonesia berlomba-lomba menayangkan dan mewawancarainya.
Dan ini Videonya, selamat menikmati.



Sualuddin [Udin Sedunia] 
Pria asal lombok tengah NTB ini dengan gayanya yang kocak mampu meraih popularitas dengan lagu nya yang berjudul "udin sedunia" di awal maret 2011. lagu itu bercerita mengenai sebuah nama "udin" yang diplesetkan menjadi bermacam macam udin menurut kesukaannya. 

Seperti kalau suka ke Masjid menjadi alimuddin kalau suka berdoa menjadi aminuddin dan banyak lagi yang lainnya yang sangat lucu. musik berirama melayu dengan irama gendang yang menghentak tetapi dengan nuansa modern sehingga tetap asik untuk bergoyang. 

Dalam video YouTube udin menyanyikan lagu 'udin sedunia' dalam bahasa indonesia dengan bantuan temannya yang merekam lewat handphone. Di video klip udin yang asli yaitu dalam bahasa sasak, udin tampak sangat menikmati alunan lagunya itu dengan tingkahnya yang unik, lucu, lebay, dan menggemaskan.

Sempat menjadi kontroversi karena syair-syairnya tapi dukungan yang begitu besarjustru dia menjadi terkenal dan sekarang dia dikontrak oleh SCTV untuk menjadi host di acara musik "inbox" setiap pagi dan juga terkadang ikut di acara "uya emang kuya".

Dan ini Videonya dalam bahasa Lombok, selamat bergoyang ;)



Briptu Norman Kamaru
Polisi yang satu ini saat ini masih menjadi perbincangan hangat di banyak media massa berkat aksi lypsync dengan lagu india lawas yang berjudul "Chaiyya Chaiyya".

Briptu Norman Kamaru, seorang polisi gorontalo yang dalam video youtube diberi judul "Polisi Gorontalo Menggila". gayanya begitu khas seperti di film-film india langsung menarik ratusan ribu pengunjung YouTube untuk melihat video tersebut. Bahkan hingga ke manca negara.

Setelah beberapa kali media massa maupun elektronik memberitakan jika aksinya itu akan terkena sanksi oleh atasannya. Namun respon masyarakat justru tidak disangka, hampir dukungan di jejaring sosial seketika dibuat untuk mendukung Briptu Norman agar berkreasi buat masyarakat adalah hal yang wajar aksinya menghibur dan sisi lain dari seorang polisi yang lebih humanis kepada masyarakat. Dan setidaknya memperbaiki citra Polisi selama ini yang senantiasa mendapat sorotan terkait pemberitaan sebelumnya.

Pada akhirnya sikap para atasannya melunak bahkan diundang ke Jakarta oleh Kapolri. Dia juga tampil untuk acara talk show Tukul Arwana "bukan empat mata" di trans 7 sebagai bintang tamu.
Seperti apa aksinya itu silahkan klik di sini bagi yang belum melihat. :)

Demikian, semoga manfaat dan apabila berkenan mohon di share barangkali  ada bakat-bakat terpendam dan dapat menjadi inspirasi rekan kerabat Anda dengan cara yang sama. salam

Saturday, March 26, 2011

Lima Bersaudara Berjalan Dengan Merangkak

Samudra Biru_ Sudah sepatutnya kita selalu bersyukur! Perhatikan ini, miris mereka berjalan dengan merangkak. Lima saudara yang hanya bisa berjalan secara alami pada merangkak ditemukan di sudut terpencil di Turki pedesaan.

Saudara kandung berusia 18-34, tinggal bersama orangtua mereka dan 13 saudara dan saudari lainnya. Mereka diyakini memiliki mental terbelakang, sebagai akibat keterbelakangan cerebellar-ataksia suatu dari otak. Ibu mereka dan ayah yang masih terkait erat, dan diyakini telah diturunkan kombinasi yang unik gen mengakibatkan perilaku.



Penemuan ini keluarga Kurdi di Turki Selatan Juli lalu telah memicu perdebatan sengit. Dua anak perempuan dan anak laki-laki hanya pernah berjalan dengan dua telapak tangan dan dua kaki, dengan kaki besar mereka, sementara yang lain anak perempuan dan anak sesekali mengelola bentuk berkaki dua berjalan. Kelima dapat berdiri untuk waktu yang singkat dengan kedua lutut dan kepala menekuk.

Sumber: "Timesonline.com," dan "National Geographic"
samudrabirucinta.blogs.com

Tuesday, March 22, 2011

Kisah Nyata Bai Fang Li Yang Berhati Mulia

Samudra Biru_ Bai Fang Li, ini Kisah Nyata Bang Fang Li  Yang Berhati Mulia, lebih dari satu juta keywords serupa di Google yamg menuliskan ulang kisahnya. 

Bang Fang Li, pekerjaannya adalah seorang tukang becak. Seluruh hidupnya dihabiskan di atas sadel becaknya, mengayuh dan mengayuh untuk memberi jasanya kepada orang. Mengantarkan kemana saja pelanggannya menginginkannya, dengan imbalan uang sekedarnya.

Para pelanggannya sangat menyukai Bai Fang Li, karena ia pribadi yang ramah dan senyum tak pernah lekang dari wajahnya. Dan ia tak pernah mematok berapa orang harus membayar jasanya. Namun karena kebaikan hatinya itu, banyak orang yang menggunakan jasanya membayar lebih. Mungkin karena tidak tega, melihat bagaimana tubuh yang kecil malah tergolong ringkih itu dengan nafas yang ngos-ngosan (apalagi kalau jalanan mulai menanjak) dan keringat bercucuran berusaha mengayuh becak tuanya.

Bai Fang Li tinggal disebuah gubuk reot yang nyaris sudah mau rubuh, di daerah yang tergolong kumuh, bersama dengan banyak tukang becak, para penjual asongan dan pemulung lainnya. Gubuk itupun bukan miliknya, karena ia menyewanya secara harian. Perlengkapan di gubuk itu sangat sederhana. Hanya ada sebuah tikar tua yang telah robek-robek dipojok-pojoknya, tempat dimana ia biasa merebahkan tubuh penatnya setelah sepanjang hari mengayuh becak.

Gubuk itu hanya merupakan satu ruang kecil dimana ia biasa merebahkan tubuhnya beristirahat, diruang itu juga ia menerima tamu yang butuh bantuannya, diruang itu juga ada sebuah kotak dari kardus yang berisi beberapa baju tua miliknya dan sebuah selimut tipis tua yang telah bertambal-tambal. Ada sebuah piring seng comel yang mungkin diambilnya dari tempat sampah dimana biasa ia makan, ada sebuah tempat minum dari kaleng. Dipojok ruangan tergantung sebuah lampu templok minyak tanah, lampu yang biasa dinyalakan untuk menerangi kegelapan di gubuk tua itu bila malam telah menjelang.

Bai Fang Li tinggal sendirian digubuknya. Dan orang hanya tahu bahwa ia seorang pendatang. Tak ada yang tahu apakah ia mempunyai sanak saudara sedarah. Tapi nampaknya ia tak pernah merasa sendirian, banyak orang yang suka padanya, karena sifatnya yang murah hati dan suka menolong. Tangannya sangat ringan menolong orang yang membutuhkan bantuannya, dan itu dilakukannya dengan sukacita tanpa mengharapkan pujian atau balasan.

Dari penghasilan yang diperolehnya selama seharian mengayuh becaknya, sebenarnya ia mampu untuk mendapatkan makanan dan minuman yang layak untuk dirinya dan membeli pakaian yang cukup bagus untuk menggantikan baju tuanya yang hanya sepasang dan sepatu bututnya yang sudah tak layak dipakai karena telah robek. Namun dia tidak melakukannya, karena semua uang hasil penghasilannya disumbangkannya kepada sebuah Yayasan sederhana yang biasa mengurusi dan menyantuni sekitar 300 anak-anak yatim piatu miskin di Tianjin. Yayasan yang juga mendidik anak-anak yatim piatu melalui sekolah yang ada.

Bai Fang Li mulai tersentuh untuk menyumbang yayasan itu ketika usianya menginjak 74 tahun.

Hatinya sangat tersentuh ketika suatu ketika ia baru beristirahat setelah mengantar seorang pelanggannya. Ia menyaksikan seorang anak lelaki kurus berusia sekitar 6 tahun yang yang tengah menawarkan jasa untuk mengangkat barang seorang ibu yang baru berbelanja. Tubuh kecil itu nampak sempoyongan mengendong beban berat dipundaknya, namun terus dengan semangat melakukan tugasnya. Dan dengan kegembiraan yang sangat jelas terpancar dimukanya, ia menyambut upah beberapa uang recehan yang diberikan oleh ibu itu, dan dengan wajah menengadah ke langit bocah itu berguman, mungkin ia mengucapkan syukur pada Tuhan untuk rezeki yang diperolehnya hari itu.

Beberapa kali ia perhatikan anak lelaki kecil itu menolong ibu-ibu yang berbelanja, dan menerima upah uang recehan. Kemudian ia lihat anak itu beranjak ketempat sampah, mengais-ngais sampah, dan waktu menemukan sepotong roti kecil yang kotor, ia bersihkan kotoran itu, dan memasukkan roti itu kemulutnya, menikmatinya dengan nikmat seolah itu makanan dari surga.

Hati Bai Fang Li tercekat melihat itu, ia hampiri anak lelaki itu, dan berbagi makanannya dengan anak lelaki itu. Ia heran, mengapa anak itu tak membeli makanan untuk dirinya, padahal uang yang diperolehnya cukup banyak, dan tak akan habis bila hanya untuk sekedar membeli makanan sederhana. “Uang yang saya dapat untuk makan adik-adik saya….” jawab anak itu. “Orang tuamu dimana…?” tanya Bai Fang Li.

“Saya tidak tahu…., ayah ibu saya pemulung…. Tapi sejak sebulan lalu setelah mereka pergi memulung, mereka tidak pernah pulang lagi. Saya harus bekerja untuk mencari makan untuk saya dan dua adik saya yang masih kecil…” sahut anak itu.

Bai Fang Li minta anak itu mengantarnya melihat ke dua adik anak lelaki bernama Wang Ming itu. Hati Bai Fang Li semakin merintih melihat kedua adik Wang Fing, dua anak perempuan kurus berumur 5 tahun dan 4 tahun. Kedua anak perempuan itu nampak menyedihkan sekali, kurus, kotor dengan pakaian yang compang camping.

Bai Fang Li tidak menyalahkan kalau tetangga ketiga anak itu tidak terlalu perduli dengan situasi dan keadaan ketiga anak kecil yang tidak berdaya itu, karena memang mereka juga terbelit dalam kemiskinan yang sangat parah, jangankan untuk mengurus orang lain, mengurus diri mereka sendiri dan keluarga mereka saja mereka kesulitan.

Bai Fang Li kemudian membawa ke tiga anak itu ke Yayasan yang biasa menampung anak yatim piatu miskin di Tianjin. Pada pengurus yayasan itu Bai Fang Li mengatakan bahwa ia setiap hari akan mengantarkan semua penghasilannya untuk membantu anak-anak miskin itu agar mereka mendapatkan makanan dan minuman yang layak dan mendapatkan perawatan dan pendidikan yang layak.

Sejak saat itulah Bai Fang Li menghabiskan waktunya dengan mengayuh becaknya mulai jam 6 pagi sampai jam delapan malam dengan penuh semangat untuk mendapatkan uang. Dan seluruh uang penghasilannya setelah dipotong sewa gubuknya dan pembeli dua potong kue kismis untuk makan siangnya dan sepotong kecil daging dan sebutir telur untuk makan malamnya, seluruhnya ia sumbangkan ke Yayasan yatim piatu itu. Untuk sahabat-sahabat kecilnya yang kekurangan.

Ia merasa sangat bahagia sekali melakukan semua itu, ditengah kesederhanaan dan keterbatasan dirinya. Merupakan kemewahan luar biasa bila ia beruntung mendapatkan pakaian rombeng yang masih cukup layak untuk dikenakan di tempat pembuangan sampah. Hanya perlu menjahit sedikit yang tergoyak dengan kain yang berbeda warna. Mhmmm… tapi masih cukup bagus… gumannya senang.

Bai Fang Li mengayuh becak tuanya selama 365 hari setahun, tanpa perduli dengan cuaca yang silih berganti, ditengah badai salju turun yang membekukan tubuhnya atau dalam panas matahari yang sangat menyengat membakar tubuh kurusnya.

“Tidak apa-apa saya menderita, yang penting biarlah anak-anak yang miskin itu dapat makanan yang layak dan dapat bersekolah. Dan saya bahagia melakukan semua ini…,” katanya bila orang-orang menanyakan mengapa ia mau berkorban demikian besar untuk orang lain tanpa perduli dengan dirinya sendiri.

Bai Fang Li memulai menyumbang yayasan itu pada tahun 1986. Ia tak pernah menuntut apa-apa dari yayasan tersebut. Ia tak tahu pula siapa saja anak yang mendapatkan manfaat dari uang sumbangannya.

Hari demi hari, bulan demi bulan dan tahun demi tahun, sehingga hampir 20 tahun Bai Fang Li menggenjot becaknya demi memperoleh uang untuk menambah donasinya pada yayasan yatim piatu di Tianjin itu. Saat berusia 90 tahun, dia mengantarkan tabungan terakhirnya sebesar RMB 500 (sekitar 650 ribu rupiah) yang disimpannya dengan rapih dalam suatu kotak dan menyerahkannnya ke sekolah Yao Hua.

Bai Fang Li berkata “Saya sudah tidak dapat mengayuh becak lagi. Saya tidak dapat menyumbang lagi. Ini mungkin uang terakhir yang dapat saya sumbangkan……” katanya dengan sendu. Semua guru di sekolah itu menangis……..

Bai Fang Li wafat pada usia 93 tahun, ia meninggal dalam kemiskinan. Sekalipun begitu, dia telah menyumbangkan disepanjang hidupnya uang sebesar RMB 350.000 (kurs 1300, setara 455 juta rupiah, jika tidak salah) yang dia berikan kepada Yayasan yatim piatu dan sekolah-sekolah di Tianjin untuk menolong kurang lebih 300 anak-anak miskin.


Foto terakhir yang orang punya mengenai dirinya adalah sebuah foto dirinya yang bertuliskan “Sebuah Cinta yang istimewa untuk seseorang yang luarbiasa”.

Bagi Anda yang pernah membaca kisah nyata ini sebelumnya, semoga saat ini sedang menikmati  prosesnya  dengan rasa senang ketika bisa membantu orang lain. Dan bagi yang baru kali pertama menemu kisah nyata ini semoga pula menjadi sentuhan lembut pengingat jika dibandingkan Anda yang saat ini mungkin memiliki Daya lebih tapi enggan membantu sesama. :) salam

Sumber: Vivanews

Thursday, March 17, 2011

Kisah Seekor Anjing Yang Setia Menemani Temannya Terluka Akibat Tsunami

Samudra Biru_ Gempa dan Tsunami yang terjadi pada tanggal 11 Maret 2011 di Jepang menyisakan luka yang mendalam bagi warga Jepang. begitu banyak korban dikarenakan musibah alam tersebut.

Di Sisa-sisa sampah dan puing yang berserakan secara kebetulan Tim Relawan menemukan sebuah adegan yang cukup mengharukan. di mana ada 2 ekor anjing yang selamat dari Tsunami. dan satu diantaranya terluka.

Yang membuat kita haru tentunya satu diantaranya dengan setia menemani temannya yang tergeletak dan tidak bisa berjalan. satu lagi kita belajar pada seekor Hewan tentang arti sebuah kesetiaan dan kesetiakawanan!




Here is an English translation of the voiceover exchange between the two reporters in the clip (translation courtesy of Toshiyuki Kitamura):

We are in Arahama area. Looks like there is a dog. There is a dog. He looks tired and dirty. He must have been caught in the tsunami. He looks very dirty.

He has a collar. He must be someone's pet. He has a silver collar. He is shaking. He seems very afraid.

Oh, there is another dog. I wonder if he is dead.

Where?

Right there. There is another dog right next to the one sitting down. He is not moving. I wonder. I wonder if he is alright.

The dog is protecting him.

Yes. He is protecting the dog. That is why he did not want us to approach them. He was trying to keep us at bay.

I can't watch this. This is a very difficult to watch.

Oh. Look. He is moving. He is alive. I am so happy to see that he is alive.

Yes! Yes! He is alive.

He looks to be weakened. We need to them to be rescued soon. We really want them rescued soon.

Oh good. He's getting up.

It is amazing how they survived the tremendous earthquake and tsunami. It's just amazing that they survived through this all.



Sumber: You Tube 

Monday, March 14, 2011

Peng Shuilin Pria Dengan Tubuh Separuh

Samudra Biru_ Peng Shuilin, tiba-tiba harus menerima sebuah kenyataan yang sangat sulit diterima akal manusia pada umumnya. Peng Shuilin 37 tahun seorang pebisnis, berasal dari shenzen wilayah cina selatan. dalam waktu sekejap kondisi fisiknya berubah total. ketika sebuah truk dengan kecepatan tinggi menghantam mobil yang dikendarainya dua tahun silam.

Peng Shuilin saat itu juga dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. tapi apa yang hendak dikata, Peng Shuilin harus menerima kenyataan hidup separuh tubuhnya dari perut kebawah harus diamputasi jika tidak akan membahayakan jiwanya.

Operasi Peng Shuilin berlangsung begitu rumit karena para dokter juga harus membenahi jaringan yang rusak dan organ tubuhnya yang tersisa. kita bisa bayangkan bagaimana kondisi tubuhnya. Operasi demi operasi berlangsung hingga memakan waktu dua tahun lamanya, di Rumah sakit Bujie, Shenzen Cina Selatan.

Tim Dokter yang berjumlah 20 orang harus bekerja lebih ekstra mengingat kerusakan tubuhnya dan memperbaiki sistem peredaran darahnya. Peng Shuilin juga harus menjalani pemindahan kulit kepala untuk menutupi perutnya yang terbuka akibat amputasi. 
Sebuah keajaiban dan kehendak Sang Maha Kuasa, setelah dua tahun menjalani serangkaian perawatan oleh dokter di rumah sakit kondisi Peng Shuilin mulai membaik. dan operasi berjalan dengan sempurna. Meski pada akhirnya Peng Shuilin harus kehilangan 50% anggota tubuhnya. namun semangat hidupnya terus membara. "Ia luar biasa dan satu-satunya pria dengan keadaan separuh tubuh diamputasi". puji Lin Liu, Wakil Direktur Rumah Sakit Bujie.

Menurut Lin Liu, Peng mendapatkan perawatan terbaik di Rumah Sakit. Dan rahasianya dia bertahan hidup karena "dia memiliki sifat periang yang selalu menemani hari-harinya, tidak ada hal suatu apapun yang dapat mengecilkan hatinya". ya, Rahasianya sifat periang yang dimilikinya," imbuh Lin Liu.

Dan kini ia menjadi contoh kepada pasien-pasien lain yang mengalami hal yang sama atau cacat pada tubuhnya, dan menjadi pembicara untuk menumbuhkan semangat untuk para pasien. dan melalui semangatnya pula Peng belajar berjalan menggunakan kaki palsu. [lihat foto]

Dan sekarang dia memulia bisnis kembali, sibuk membuka sebuah supermarket dan memberi nama Half Man Half Price Store atau Toko Pria Separuh Badan Dengan Harga Separuh.

Demikian, semoga kita semua dapat mengambil hikmah dan manfaat dari kisah nyata Peng Shuilin yang dramatis ini. 


Sumber: kompas.com

di bawah ini foto-foto Peng Shuilin

Friday, March 11, 2011

Mereka Tanpa Kedua Tangan Dan Kaki Tapi Istimewa

Samudra Biru_ Tanpa Kedua Tangan dan Kaki Tapi Istimewa siapa saja mereka? dan kenapa dikatakan Istimewa?. Sahabat, saya meyakini diluaran sana termasuk saya dan Anda yang mungkin sedang membaca catatan sederhana ini seringkali mengeluh bukan? pekerjaan, kehidupan hubungan antar personal, kerabat, merasa diri tidak sempurna baik jiwa maupun raga, bahkan mungkin merasa tidak nyaman ketika melihat salah satu anggota tubuh tidak sesuai angan Anda. padahal kesemuanya masih lengkap dan berfungsi sebagaimana mestinya. tentu saja semua adalah hak setiap insan meski banyak yang kemudian berusaha dengan jalan pintas menurut pandangannya ke dokter-dokter ahli bedah dan sebagainya.

Tapi pernahkah kita sedikit saja menoleh ke mereka yang memang terlahir ke dunia sudah tidak ,sebagaimana kita yang normal? yang saya maksud disini adalah mereka cacat secara fisik yang paling ekstrim yaitu tidak memiliki kedua lengan tangan dan kaki atau salah satunya. tapi, mereka justru memberi inspirasi kepada sesama tidak cengeng dan mengeluh lantas memprotes Sang Pencipta. Tidak juga depresi yang berkepanjangan. Mereka memang terlahir cacat secara fisik tapi jiwa mereka menjadi berdaya hingga membahana ke Seluruh Dunia.

Nah kali ini Ruang Kata Ragam Warna Samudra Biru Cinta mencoba menghadirkan Foto, Video dan sedikit Biografi. saya meyakini masih banyak Insan-Insan Istimewa ini diluaran sana selain yang saya tuliskan disini. semoga ini dapat menjadi Inspirasi Anda juga, jika bermanfaat mohon Share ke Sahabat Anda yang lain.:) selamat menyimak jika berkenan.

Seorang lelaki terlahir di Australia, wajahnya cukup menawan, seorang pengusaha sukses, motivator ulung tingkat dunia, tapi perhatikan Nick tidak memiliki apa yang menjadikannya manusia utuh secara fisik; Kedua Lengan Tangan dan Kedua Kaki  tidak dimilikinya semenjak dia terlahir ke dunia yang Indah ini, selain hanya sebuah potongan kecil dipangkal pahanya. Nick tidak dapat melakukan pekerjaan sebagaimana kita melakukan; bersisir, mandi, makan, minum, atau barangkali berfacebook ria seperti halnya kita saat ini?. Apakah Nick tidak pernah depresi setelah dewasa dan mengenal Dunia? tentu saja sangat bahkan di usianya yang masih belia dia mencoba bunuh diri karena perasaan itu. bahkan konyolnya dia senantiasa berdoa pada Sang Pencipta untuk memberikan mukjizat agar dia diberi kedua tangan dan kaki seperti teman-teman sebayanya. Namun dia menyadari dan berhenti berharap dan berfikir keterbatasan yang ada pada dirinya adalah Sebuah kekuatan baginya. Jika saja Tuhan mengabulkan keinginannya bisa jadi dia tidak dapat mengispirasi Dunia seperti sekarang ini. dan sekarang dia bisa mengerjakan dari hampir semua pekerjaan yang dilakukan oleh orang-orang normal.

untuk fb silahkan klik di sini untuk Videonya.

Kini, tangan dan kaki bukanlah kebutuhan utama bagi seorang Nick, bukan pula popularitas juga materi, ia memiliki semuanya. Ia memiliki bukan karena menjadi manusia yang sempurna, melainkan menjadi manusia yang mengerti akan arti dan tujuan hidup di dunia. Wajahnya selalu tersenyum bahagia, kepercayaan diri dan juga sebuah nilai kepuasan dari apa yang sudah dia bisa bagikan ke sesama.

Pasangan Melek dan Mehmet
Melek [24], Seorang Ibu tanpa tangan dan kaki melahirkan seorang bayi yang sehat. Seorang wanita muda berasal dari Turki yang bersuamikan Mehmet sedang berbahagia setelah kelahiran anak mereka yang diberi nama Semih. "Aku sebelumnya memiliki banyak pacar, tetapi tidak pernah mengalami perasaan seperti yang aku rasakan pada Melek".  kata Mehmet seperti yang dilansir orange.co.uk.

Apa yang menjadi pasangan ini tentunya adalah rasa yang begitu dalam sang suami menerima keadaan istri dan sebaliknya sang Istri yang menunjukkan pada Dunia terutama mereka yang mengalami hal yang serupa untuk tidak bersembunyi. namun sebaliknya dapat menjadi inspirasi bagi sesama. semua manusia berhak hidup bahagia dan menerima kenyataan dari Sang Pencipta dengan ikhlas.


To be ..