Showing posts with label Kriminal. Show all posts
Showing posts with label Kriminal. Show all posts

Tuesday, April 26, 2011

Mencuri HP dengan Getah Nangka

Samudra Biru - Ada saja kejadian yang terkadang diluar nalar benak kita. Dan ini tentunya menjadi pengingat kita semua juga. Seorang pencuri selalu memiliki dan mengembangkan ide kreatif untuk melancarkan aksinya. Yang terkesan aneh dan unik. Tapi sayang ide kreatifnya untuk merugikan orang lain.

Seperti yang terjadi pada contoh kasus di Surabaya, pencuri memanfaatkan getah buah nangka untuk mencuri handphone dari dalam rumah.

Getah buah nangka dililitkan di ujung tongkat kayu sebagai alat bantu untuk menjangkau posisi handphone yang cukup jauh. Getah nangka yang memiliki daya kelekatan cukup kuat itu mampu mengangkat handphone ukuran besar sekalipun.

Pencurian menggunakan getah nangka beberapa minggu terakhir marak terjadi di Surabaya, tepatnya di sekitar Jalan Kedondong Kidul, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegalsari.

Salah seorang korban, Heri, saat dikonfirmasi, Selasa (26/4/2011), mengaku handphone-nya dicuri dari jendela samping rumah pada Minggu dini hari. "Saat itu saya lupa mematikan lampu penerangan kamar sehingga pencuri tahu posisi handphone saya," kata warga Kedondong Kidul I/22 ini.

Sebelumnya, kejadian yang sama juga menimpa Maria Ulfa yang rumahnya berada di gang samping kediaman Heri. Kejadian yang sama ternyata juga dialami warga di sekitar Kedondong Kidul, seperti di kawasan Jalan Pandegiling dan Jalan Kejambon.

Uniknya, si pencuri selalu meninggalkan peralatannya di dekat lokasi sehingga warga mengetahui modus pencuriannya. Ketua RT 06 RW 06, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegalsari Surabaya Muchotib mengaku sudah melaporkan aksi pencuri yang meresahkan warganya tersebut kepada pihak kelurahan dan polisi terdekat.

Untuk antisipasi, Muchotib juga sudah mengimbau warganya agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya pada malam hari. "Yang terpenting warga saya imbau untuk meletakkan barang berharganya di tempat yang paling aman dan mematikan lampu ruangan saat malam hari," ujarnya.


Monday, April 25, 2011

Seorang Pengusaha Memaafkan Pencuri 2 Miliar

Samudra Biru - Djupri Syukur, pengusaha dari Pontianak, Kalimantan Barat, memaafkan para tersangka pencuri hartanya senilai Rp 2 miliar. Sungguh, mungkin saja diluar sebagian dari perkiraan kita, bagaimana  seorang Djupri Syukur ini tidak nampak geram dan lain sebagainya, rasanya patut mendapat perhatian tersendiri. seorang pengusaha memaafkan pencuri 2 miliar.

"Saya kira yang dibutuhkan oleh kita semua adalah taubatnya para tersangka, sehingga tercipta rasa aman dan siapapun dia sebagai manusia, pasti bisa memaafkan," kata Ir Djupri Syukur kepada Tribun Pontianak di Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (25/4/2011).

Warga Villa Gading Raya I Sungai Raya Dalam ini mengalami musibah pada Sabtu (23/4/2011) lalu. Ketika dia pergi, rumahnya digarong komplotan pencuri. Tak tanggung-tanggung, semua perhiasan emas, berlian dan uang asing yang tersimpan dalam brankas digondol para bandit, termasuk telepon seluler dan barang elektronik lainnya.

Juragan beras dan alat tulis lantas melapor ke Polresta Pontianak. Tak lama berselang, polisi berhasil meringkus komplotan bandit yang sedang istirahat di Hotel Mercure, Minggu (24/4/2011).

Djupri belum sempat melihat wajah-wajah tersangka pencurian, kecuali yang dilansir Tribun. "Saya belum bersedia bertemu mereka. Tidak berkompeten, dan tidak ada keinginan untuk menemui para tersangka, karena masih dalam penyelidikan. Saya rasa belum perlu ketemu, dari foto sudah cukup. Kecuali harus ditemukan demi kepentingan penyidikan polisi, saya bersedia," kata pengawas Panin Sekuritas itu.

Penyidik Reskrim Polresta Pontianak masih mengembangkan kasus ini. Dalam penyidikan terhadap empat tersangka pencuri, penyidik mendapat informasi penting.

Komplotan bandit terdiri Lexi, Jacky, Markus dan Andy alias Ejoy mengakui pernah menjarah rumah tetangga Djupri. Komplotan ini mengaku berasal dari Palembang di Sumatera Selatan, dan dari Jakarta.


sumber