Showing posts with label Budaya dan Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Budaya dan Sejarah. Show all posts

Tuesday, April 26, 2011

Inilah Etiket Makan Saat Pesta Kerajaan

Samudra Biru - Cukup ribet juga ternyata, acara jamuan makan di sebuah acara  kerajaan.  Mau tahu seperti apa? Sebagai acara kerajaan, pernikahan William dan Kate penuh dengan aturan protokoler. Saat  jamuan makan misalnya, apa yang tamu perlu diketahui sebelum duduk di resepsi pernikahan mereka nanti. Inilah Etiket makan saat pesta kerajaan.

BBC melaporkan, hidangan resepsi akan disajikan prasmanan, jadi tidak perlu khawatir tentang pengaturan tempat. Namun akan ada jamuan makan malam dan saat itu orang harus duduk dan menari. Maka ada baiknya tahu tentang sejumlah tata cara makan.
 
Dilema peralatan makan

Sesungguhnya ini cukup sederhana. Mulailah menggunakan peralatan dari sisi luar saat makan berlangsung. Sendok sup akan selalu terletak di kanan luar jika sup merupakan hidangan pertama. Sendok sup akan berada di posisi kedua dari kanan jika sup menjadi makanan kedua. Sendok dan garpu untuk dessert akan selalu terletak di depan piring utama dengan garpu menghadap kanan dan sendok di atasnya menghadap kiri.

Peralatan Minum

Gelas-gelas juga ditempatkan sesuai urutan mereka digunakan. Jadi, misalnya, air, sampanye, anggur putih, anggur merah, anggur pencuci mulut. Sebuah serbet mungkin akan ditempatkan pada piring atau ke kiri garpu.

Bagaimana memakan

Beberapa jenis makanan punya etiket tersendiri. Roti gulung: jangan dipotong dengan pisau, pecahkan dengan jari-jari tangan. Soup: (saat menyedok) arahkan sendok menjauh dari Anda; diteguk, jangan diseruput (yang bisa menimbulkan bunyi). Asparagus: dimakan dengan menggunakan jari-jari tangan, mulailah dengan bagian kepala. Tiram: menggunakan garpu tiram untuk melepaskan tiram dari cangkangnya. Pegang cangkang di antara ibu jari dan jari telunjuk dan jari tengah, tempatkan di bibir bawah lalu keluarkan tiram dan jusnya dari cangkang. Jangan menelannya utuh. Kunyahlah perlahan dan nikmati. :)

Friday, April 22, 2011

Republik Indonesia Bertekad! Rebut Rekor Dunia Angklung

Samudra Biru - Seperti yang sudah kita ketahui, Musik angklung merupakan warisan budaya dari Indonesia, dengan ajang ini setidaknya akan menjadi semacam bukti kepada dunia. Dan berharap tidak ada lagi perbuatan memalukan dengan klaim budaya antar negara:). seperti yang dilansir kompas.com. bahwa Republik Indonesia bertekad! rebut rekor dunia angklung.

Washington DC, ibu kota Amerika Serikat, akan menjadi saksi apakah Indonesia akan berhasil atau sebaliknya gagal dalam merebut rekor dunia untuk pertunjukan angklung dengan jumlah peserta terbanyak dari berbagai bangsa (multinasional).

Wartawan Antara dari New York, Sabtu (23/4/2011) melaporkan, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, menunjukkan bahwa upaya pemecahan rekor dunia "Guinness World Records" untuk pertunjukan seni angklung oleh peserta multibangsa itu akan dilakukan pada 9 Juli 2901 di National Mall, Washington DC.

National Mall adalah taman luas di pusat Kota Washington dan tempat beradanya Washington Monument yang lokasinya antara lain menghadap Capitol Hill (Gedung Kongres AS) serta berseberangan dengan Gedung Putih, yaitu kantor dan kediaman resmi Presiden AS.

National Mall kerap dijadikan tempat berkumpulnya ratusan, ribuan hingga jutaan orang yang menghadiri berbagai peristiwa, mulai dari pertunjukan seni, demonstrasi besar-besar, perayaan Hari Kemerdekaan AS hingga pelantikan Presidan AS, termasuk pelantikan Presiden Barack Obama pada 20 Januari 2009.

Upaya pembuatan rekor dunia permainan angklung tersebut merupakan salah satu cara terkini yang ditempuh KBRI Washington DC dalam mempromosikan Indonesia, termasuk dengan memanfaatkan pengakuan UNESCO November tahun lalu terhadap angklung Indonesia sebagai warisan budaya dunia.

Saat berbincang dengan Antara di New York usai meluncurkan Kompetisi Batik Amerika pertengahan pekan ini, Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal terlihat antusias saat berbicara soal tekad Indonesia membuat rekor dunia angklung tersebut. "Kita sudah kerja sama dengan Guinness World Records," katanya.

Ia mengungkapkan, saat ini ribuan angklung sedang dibuat dan dipersiapkan di Indonesia di bawah dukungan Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM). "Saya sebaiknya tidak bicara tentang angka dulu, tapi ribuan angklung sebanyak target kita sedang dicetak di Jakarta," katanya ketika ditanya target jumlah peserta pembuat rekor.

Ribuan angklung tersebut akan dikirim ke Washington menjelang berlangsungnya upaya pemecahan rekor 9 Juli 2011. Antusiasme yang ditunjukkan Dino bukan berarti upaya pembuatan rekor itu bisa otomatis tercapai karena faktor kemungkinan gagal juga bisa muncul. "Kami (para peserta) hanya akan diberi kesempatan mencoba sebanyak tiga kali. Kalau sudah tiga kali gagal memainkan lagu, ya berarti gagal lah pembuatan rekor," ucapnya.

Para calon peserta yang akan mengikuti upaya pembuatan rekor, diharuskan mendaftarkan diri dulu melalui surat elektronik yang beralamat indofest2011@embassyofindonesia.org.

Pada 9 Juli nanti, setiap peserta yang masuk ke arena pembuatan rekor di National Mall akan diserahi sebuah angklung dan kehadiran mereka dihitung di bawah pengawasan pihak Guiness World Records. Setelah berkumpul di arena, para peserta selama 30 menit akan mendapat pelajaran memainkan lagu dengan angklung.

Mereka akan dipandu oleh konduktor dari Saung Angklung Mang Udjo yang berbasis di Bandung, Jawa Barat. "Setelah istirahat sebentar, barulah pementasan sebenarnya untuk membuat rekor dilakukan. Mereka bisa tiga kali coba memainkan lagu. Hanya satu lagu yang akan dimainkan, batasnya lima menit," papar Dino.

Dino mengakui bahwa saat ini aspek logistik merupakan tantangan terbesar dalam menempuh upaya pembuatan rekor jumlah pemain angklung terbanyak multibangsa. "Bagaimana kita menggiring ribuan orang dan dalam waktu yang singkat bisa mengkoordinir semua ini. Jadi tantangan yang paling besar logistik, apalagi tempat itu nanti akan macet luar biasa, itu (daerah sekitar National Mall) salah satu simpang yang paling sibuk di Amerika. Tapi kita sudah rapat dengan pemerintah setempat," ujarnya.

Selain hari penyelenggaraan pembuatan rekor, Dino mengatakan tanggal 9 Juli nanti juga akan menjadi Hari Indonesia. "Ke manapun kita melihat, nanti orang akan pakai udeng (ikat kepala khas Bali), sarung atau selendang. Jadi Indonesia akan di mana-mana, termasuk angklungnya," katanya.

Berkaitan dengan itu, ungkapnya, KBRI Washington telah memesan 2.000 udeng serta ribuan sarung dan selendang batik untuk dibagikan kepada para peserta pembuatan rekor angklung.

Mengapa dipilih tanggal 9 Juli? "Alasannya simple, karena hanya hari itulah yang dikasih oleh pemerintah setempat kepada kita. Tapi menurut saya bagus karena itu tak lama setelah 4th of July (Hari Kemerdekaan AS), masih ada suasana perayaan," ujar Dino.

Di Indonesia, rekor jumlah pemain angklung telah dicatat oleh Museum Rekor Indonesia (MURI), yaitu ketika 10.000 orang pada 27 Agustus 2007 memainkan angklung di kampus Universitas Padjadjaran dalam rangkaian Dies Natalis ke-50 universitas yang berada di Bandung itu. 

Friday, April 15, 2011

Sejarah Gajah Dipergunakan untuk Berperang

Samudra Biru - Gajah, hewan berbadan besar dan kuat adalah indikasi yang pantas disematkan pada jenis hewan ini. Hewan Gajah untuk masa sekarang masih nampak dipergunakan perannya untuk membantu manusia, tidak hanya pada jaman dulu saja. Sebagai atraksi sirkus, atau beberapa di daerah habitatnya dipergunakan manusia untuk menarik kayu-kayu yang berukuran besar.  Lantas bagaimana dengan peran Gajah pada jaman dulu? Konon Gajah pada masa dulu dipergunakan sebagai sarana perang.

Gajah Perang adalah Gajah yang dipergunakan untuk berperang dalam sejarah militer di banyak negara di dunia pada zaman dahulu. Kegunaan gajah perang adalah untuk kendaraan dalam perang serta untuk mematahkan barisan dan menginjak-injak musuh. 

Awal penggunaan gajah dalam perang pertama kali dilakukan di India, ketika gajah disediakan sebagai salah satu sayap dari empat sayap dalam militer India.

Penggunaan gajah perang kemudian menyebar ke Asia Tenggara dan ke barat di daerah Mediterania. Pada masa Peradaban Hellenis, gajah digunakan oleh Diadokhoi untuk menangkis serangan kavaleri. Di barat, penggunaan gajah untuk perang yang paling terkenal adalah oleh Jenderal Pirros. Gajah perang dalam jumlah besar juga digunakan oleh pasukan Kartago, terutama di bawah kepemimpinan Hannibal.

Seiring perkembangan zaman, taktik perang yang semakin modern ikut menurunkan nilai ofensif gajah. Selain itu, gajah pun semakin sulit didapat. Penggunaan gajah dalam perang di India juga berakhir ketika meriam dipergunakan, gajah pun hanya digunakan sebagai tenaga pembantu. Dalam semua perang yang memakai gajah, umumnya gajah jantan selalu digunakan karena sifatnya yang agresif.


Berikut Peran Gajah dalam Perang di Jaman Dulu:

1. India
Tidak ada bukti pasti mengenai kapan persisnya gajah dipergunakan sebagai sarana perang mulai digunakan  di India. Himne religius Weda India terawal. Rigweda, bertahun antara akhir milenium kedua dan awal milenium pertama SM, menyebutkan tentang penggunaan gajah sebagai kendaraan tepatnya dewa Indra yang mengendarai gajah putihnya, Airawata, namun tidak disebutkan mengenai penggunaan gajah dalam perang, dan lebih berfokus pada peran Indra dalam memimpin pasukan berkuda.

Sementara dalam kisah Mahabharata, yang berasal dari sekitar abad kedelapan SM dalam bentuk terawalnya, dan Ramayana, yang berasal dari sekitar abad ke 4 SM,  menyebutkan adanya gajah perang, mengindikasikan awal penggunaan gajah dalam perang. Raja-raja India kuno sangat memandang tinggi fungsi gajah perang. Beberapa raja bahkan berpendapat bahwa "pasukan tanpa gajah sama lemahnya dengan hutan tanpa singa, kerajaan tanpa raja, keberanian tanpa senjata".

 2. Persia
Dari India, penggunaan gajah dalam militer menyebar ke barat ke Kekaisaran Persia. Di sana gajah perang digunakan dalam beberapa kampanye militer dan pada gilirannya ikut memengaruhi kampanye militer Alexander yang Agung. Konfrontasi pertama antara pasukan Alexander dan gajah perang Persia terjadi pada Pertempuran Gaugamela (331 SM) saat Persia mengerahkan lima belas gajah perang. Gajah-gajah tersebut ditempatkan di bagian tengah barisan Persia dan cukup membuat pasukan Makedonia terkejut, sampai-sampai Alexander merasa harus memberi kurban pada Dewa Rasa Takut pada malam sebelum pertempuran. 

Namun menurut beberapa sumber, gajah-gajah itu tidak banyak terlibat dalam pertempuran karena terlalu lelah setelah melakukan perjalanan panjang menuju medan pertempuran. Alexander menang secara meyakinkan di Gaugamela, namun dia sangat terpukau pada gajah perang Persia. Dia pun kemudian mengambil lima belas gajah perang tersebut dan memasukkannya ke dalam pasukannya dan jumlah itu bertambah ketika Aleksander menaklukan sisa wilayah Persia.


Alexander yang Agung
Ketika Alexander yang Agung memasuki daerah India, dia sudah memiliki pasukan gajah perang di bawah komandonya sendiri. Di India, Alexander harus menghadapi pasukan Raja Porus, yang berkuasa di daerah Punjab di Pakistan modern. Raja Porus mengerahkan antara 85 sampai 100 gajah perang pada Pertempuran Sungai Hydaspes. Alexander melawan dengan hanya mengerahkan pasukan infantri dan kavalerinya, yang pada akhirnya berhasil mengalahkan pasukan Porus, termasuk pasukan gajahnya, meskipun korban juga berjatuhan di pihak Alexander. 

Alexander terus melaju ke timur sampai dia mengetahui bahwa raja-raja di Kekaisaran Nanda dan Gangaridai mampu mengerahkan antara 3.000 sampai 6.000 gajah perang. Jumlah ini jauh lebih besar daripada pasukan gajah yang dimiliki oleh pasukan Yunani ataupun Persia. Menghadapi kekuatan sebesar ini, pasukan Alexander, yang jauh lebih sedikit, akhirnya memilih untuk menghentikan pergerakan mereka di India. Sepulangnya dari India, Aleksander membentuk suatu pasukan gajah untuk menjaga istananya di Babilonia, dan membuat pos elephantarch untuk memimpin unit gajahnya.

 3. Diadokhoi
Penggunaan gajah dalam perang terus menyebar. Para penerus kekaisaran Alexander, yaitu para Diadokhoi, menggunakan ratusan gajah India dalam perang mereka. Penggunaan gajah perang oleh Diadokhoi yang paling terkenal adalah oleh Kekaisaran Seleukos, yang memperoleh gajah perangnya dari India. Perang antara Kekaisaran Seleukos dengan Chandragupta Maurya (Sandrokottos), pendiri Kekaisaran Maurya, pada 305 SM berakhir dengan penyerahan wilayah timur Seleukos yang cukup luas, yang ditukar dengan 500 ekor gajah perang India. 

Jumlah tersebut relatif kecil dibandingkan keseluruhan pasukan gajah Maurya, yang disebut-sebut mencapai 9.000 ekor gajah perang. Seleukos menggunakan gajah perang mereka pada Pertempuran Ipsos empat tahun kemudian. Kekaisaran Seleukos juga menggunakan gajah perang untuk menghentikan Pemberontakan Makabim di Judea. Ketika itu, gajah-gajah perang berhasil membuat para prajurit Yahudi, yang menggunakan senjata yang lebih sederhana, ketakutan. Eleazar Makkabeus, pria termuda di antara Hasmonean bersaudara, berhasil membunuh seekor gajah perang dalam Pertempuran Beth Zakaria. Dia menusuk perut sang gajah dengan tombaknya sebelum akhirnya dia mati tertindih oleh badan gajah tersebut. Dia menyerang gajah tersebut karena secara salah mengira bahwa gajah itu mengangkut Antiokhos V, raja Seleukos. Meskipun dia keliru dan akhirnya mati, tindakannya menjadi terkenal.

 4. Mediterania
Bangsa Mesir dan Kartago juga menggunakan gajah untuk perang, seperti yang dilakukan oleh bangsa Numidia dan Kush. Jenis gajah yang digunakan adalah gajah hutan Afrika Utara (Loxodonta africana pharaohensis), yang kelak punah akibat eksploitasi yang berlebihan. Gajah jenis ini berukuran lebih kecil dibandingkan gajah yang digunakan oleh Kekaisaran Seleukos di daerah timur Mediterania, khususnya gajah dari Suriah (Elephas maximus asurus) yang tingginya mencapai 2,5-3,5 meter (8–10 kaki) sampai ke pundak. 

Ada kemungkinan bahwa beberapa gajah Suriah diperdagangkan ke daerah-daerah di sekitarnya. Pendapat ini didukung oleh bukti yang menunjukkan bahwa gajah favorit Hannibal dinamai Surus (dari Suriah) dan kemungkinan berasal dari Suriah. Meskipun begitu, bukti ini tidak terlalu meyakinkan.

Sejak akhir 1940-an, beberapa sejarawan berpendapat bahwa gajah hutan Afrika yang digunakan oleh Numidia, Kartago, dan Mesir tidak membawa rengga (tempat duduk) atau menara kecil di punggungnya dalam pertempuran, mungkin karena fisiknya yang tidak sekuat gajah Asia. 

Beberapa referensi mengenai keberadaan rengga pada gajah perang Afrika hanyalah penggambaran puitis dan anakronistis, namun beberapa sumber lainnya juga tidak bisa begitu saja diabaikan. Ada kesaksian kontemporer yang secara jelas menyebutkan bahwa pasukan Juba I dari Numidia menggunakan gajah yang berengga pada 46 SM. Pendapat ini dididukung oleh gambar gajah Afrika berengga pada koin. Rengga juga diceritakan ada pada pasukan Ptolemaios dari Mesir. Polybius melaporkan bahwa dalam Pertempuran Raphia pada 217 SM, gajah-gajah perang milik Ptolemaios IV membawa rengga; gajah-gajah ini jauh lebih kecil daripada gajah Asia yang digunakan oleh Kekaisaran Seleukos dan kemungkinan juga gajah hutan Afrika.Juga ada bukti bahwa gajah perang Kartago dilengkapi dengan rengga atau menara kecil untuk keperluan militer tertentu.

Di daerah selatan, suku-suku tertentu memiliki akses terhadap gajah Sabana Afrika (Loxodonta africana oxyotis). Gajah jenis ini berukuran lebih besar dibandingkan gajah hutan Afrika atau gajah Asia, namun hewan ini sukar dijinakkan dan karena itu tidak banyak digunakan dalam perang. Ukuran tidak selalu menjadi faktor yang menentukan. Contohnya, gajah yang digunakan oleh Mesir dalam Pertempuran Raphia pada 217 SM lebih kecil daripada gajah Asia milik lawan mereka, Antiokhos III yang Agung dari Suriah. N

amun, pada akhirnya pasukan Mesirlah yang berhasil menang. Beberapa gajah Asia diperdagangkan ke barat, tepatnya ke pasar Mediterania; Plinius Tua menyebutkan bahwa gajah Sri Lanka, misalnya, lebih besar, lebih galak, dan dengan demikian lebih baik dalam perang jika dibandingkan gajah lokal. Keunggulan ini, serta dekatnya pasokan ke pelabuhan, membuat gajah Sri Lanka menjadi komoditas perdagangan yang menguntungkan.

Meskipun penggunaan gajah perang di Mediterania paling sering dihubungan dengan perang antara Kartago dan Romawi, namun gajah perang pertama kali diperkenalkan ke Mediterania oleh salah satu kerajaan di Yunani, yaitu Epiros. Raja Pirros dari Epiros membawa serta dua puluh ekor gajah untuk menyerang Romawi dalam Pertempuran Herakleia pada 280 SM. Dia meninggalkan lima puluh ekor gajah lainnya, yang dipinjam dari Firaun Ptolemaios II, di daratan utama Yunani. Ketika itu pasukan Romawi tidak siap menghadapi pasukan gajah dan pasukan Yunani sukses mengalahkan mereka. 

Setahun kemudian, Yunani kembali mengerahkan pasukan gajah untuk menghadapi Romawi dalam Pertempuran Asculum. Kali ini pasukan Romawi sudah bersiap-siap dengan menggunakan api serta senjata antigajah, yaitu kereta perang yang ditarik kerbau dan dilengkapi dengan tombak panjang untuk melukai gajah dan api untuk menakuti gajah serta dikawal oleh pasukan bersenjata tombak untuk mengusir gajah. Serangan terakhir gajah Yunani pada akhirnya berhasil mengalahkan pasukan Romawi lagi. Namun, meskipun menang, Pirros menderita kerugian yang sangat besar, sampai-sampai dia berkata bahwa walaupun sekali lagi dia menang, pasukannya tetap akan dihancurkan oleh Romawi. Ungkapan ini kemudian terkenal sebagai istilah yang disebut Kemenangan Piris.

5. Kartago
Termotivasi oleh kehebatan gajah perang, Kartago pun mulai menggunakan gajah perang secara besar-besaran pada Perang Punisia Pertama. Namun, hasilnya kurang memuaskan. Dalam Pertempuran Adys pada 255 SM, gajah perang Kartago menjadi kurang efektif karena medannya kurang menguntungkan. Sedangkan dalam Pertempuran Panormus pada 251 SM, pasukan Romawi berhasil menakut-nakuti gajah perang Kartago, sehingga hewan-hewan tersebut kabur dari medan tempur. 
Pada Perang Punisia Kedua, Hannibal memimpin pasukan gajah perang menyeberangi pegunungan Alpen, meskipun pada akhirnya sebagian besar gajah itu mati karena kondisi lingkungan di sana. Pasukan Romawi sendiri telah mengembangkan taktik anti-gajah perang, yang berujung pada kemenangan Romawi atas Hannibal dalam Pertempuran Zama pada 202 SM. Ketika itu gajah perang Hannibal menjadi tidak efektif karena begitu disiplinnya pasukan manipulus Romawi, yang membiarkan gajah perang Hannibal lewat begitu saja.

6. Romawi
Pada akhir Perang Punisia, Romawi mengambil banyak gajah perang Kartago dan menggunakannya untuk keperluan militer mereka sendiri. Ketika menaklukan Yunani, Romawi mulai mengerahkan pasukan gajah perang, termasuk di antaranya pada Invasi Makedonia pada 199 SM, Pertempuran Kinoskefalai pada 197 SM, pertempuran Thermopilai, dan Pertempuran Magnesia pada 190 SM, saat lima puluh gajah perang Antiokhos III menghadapi enam belas gajah perang Romawi. 

Bertahun-tahun kemudian, Romawi mengerahkan dua puluh dua gajah perang dalam Pertempuran Pidna pada 168 SM. Gajah perang juga digunakan oleh Romawi dalam kampanye militer melawan bangsa Keltiberia dan Galia. Yang paling terkenal adalah ketika Romawi menggunakan gajah perang dalam Invasi Britania. Satu penulis kuno menyebutkan bahwa "Caesar memiliki seekor gajah yang besar, yang dilengkapi dengan baju perang dan membawa menara kecil, yang ditempati oleh pemanah dan pelempar batu. 

Ketika hewan tak dikenal ini menyeberangi sungai, pasukan Briton dan kuda-kuda mereka kabur melarikan diri. Akan tetapi, dia mungkin salah membedakan gajah tersebut dengan gajah serupa yang digunakan pada penaklukan terakhir Britania oleh Claudius. Setidaknya satu kerangka gajah dengan senjata batu api ditemukan di Inggris dan awalnya dikira sebagai gajah Romawi, meskipun kemudian terbukti sebagai kerangka mammoth dari Zaman batu.

Pada masa Claudius, penggunaan gajah perang mulai berkurang. Penggunaan terakhir gajah perang yang signifikan di Mediterania terjadi dalam Pertempuran Thapsus, 46 SM. Ketika itu Julius Caesar mempersenjatai legion kelimanya (Alaudae) dengan kapak dan dia memerintahkan pasukannya untuk menyerang kaki gajah perang yang dikerahkan oleh Romawi. Pasukan Caesar pun meraih kemenangan. Pertempuran Thapsus merupakan penggunaan terakhir gajah perang yang signifikan di Romawi.

7. Sasaniyah
Kekaisaran Parthia di Persia beberapa kali menggunakan gajah perang dalam perang melawan Kekaisaran Romawi. Sementara di Kekaisaran Sassaniyah, yang merupakan penerus Kekaisaran Parthia, gajah perang merupakan komponen militer yang penting. Kekaisaran Sassaniyah mengerahkan gajah perang dalam kampanye-kampanye militer mereka melawan musuh-musuh di barat. Salah satu konflik yang terkenal adalah Pertempuran Vartanantz pada 451 M, saat gajah perang Sassaniyah berhasil menakut-nakuti pasukan Armenia. 
Contoh lainnya adalah Pertempuran al-Qādisiyyah pada 636 M, saat tiga puluh tiga gajah perang dikerahkan oleh Kekaisaran Sassaniyah untuk melawan pasukan Arab. Pasukan gajah Sassaniyah memegang keunggulan dibandingkan pasukan kavaleri Sassaniyah. Pasukan Sassaniyah memperoleh gajah dengan cara memasoknya dari India. Pasukan gajah perang Sassaniyah dipimpin oleh seorang pejabat yang disebut Zend−hapet, atau "Komandan India", entah karena gajahnya memang didapat dari India atau karena gajah-gajah itu diurus oleh orang Hindustan asli. Pasukan gajah Sassaniyah tidak pernah sekuat pasukan gajah India dan setelah Kekaisaran Sassaniyah runtuh, penggunaan gajah perang di daerah ini juga berhenti.

8. Timur Jauh [China]
Di Cina, penggunaan gajah perang agak jarang dibandingkan dengan di lokasi lainnya. Menurut catatan tertua yang pernah ditemukan, gajah perang digunakan pada 554 M, ketika Dinasti Wei Barat mengerahkan dua ekor gajah berbaju perang dari Lingnan ke medan tempur dengan dipandu oleh budak-budak Melayu dan dilengkapi dengan menara kayu serta pedang yang diikatkan ke belalai mereka. Gajah-gajah itu berhasil dihalau oleh para pemanah.

Dinasti Han pada abad kedua SM berperang dengan kerajaan Yue dari Asia Tenggara yang menggunakan gajah perang. Taktik yang digunakan untuk menghalau gajah-gajah perang tersebut di antaranya adalah dengan menggunakan api dan panah busur silang yang sangat banyak di samping menggali lubang dan parit yang diisi dengan tombak.

9. Asia Tenggara
Di Asia Tenggara, di sepanjang perbatasan Vietnam modern, pasukan Champa mengerahkan sampai 602 ekor gajah perang melawan Dinasti Sui. Pasukan Sui mengalahkan gajah-gajah perang itu dengan membuat perangkap berupa lubang-lubang, selain itu mereka juga menggunakan banyak busur silang.

10. Srilangka
Catatan sejarah Sri Lanka mengindikasikan penggunaan gajah sebagai kendaraan yang dinaiki oleh raja ketika sedang memimpin pasukan dalam pertempuran, dan beberapa gajah tercatat dalam sejarah. Gajah Kandula merupakan kendaraan raja Dutugamunu, sedangkan Maha Pambata, "Batu Besar", adalah kendaraan raja Elara dalam pertempuran pada 200 SM.

Demikian, sekilas info mengenai sejarah gajah perang, sedikit tidaknya menambah informasi buat kita. 

Sumber Pelengkap: wikipedia indonesia.
Link Kami: http://samudrabirucinta.blogspot.com/2011/04/sejarah-gajah-dipergunakan-untuk.html

Tuesday, April 12, 2011

Al-Qur'an Tertua di Asia dari Nusa Tenggara Timur

Samudra Biru - Al Quran tertua di Asia yang didatangkan dari Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) milik Kesultanan Ternate akhirnya ditampilkan secara resmi dan dilihat langsung oleh warga bersamaan Festival Legu Gam. Seperti yang dilansir berita kompas.com.


Sekretaris Kesultanan Ternate, Gunawan, di Ternate, Selasa, menyebutkan bahwa pihak Kesultanan akhirnya menepati janjinya untuk menampilkan Al-Qur’an kuno di depan warga yang hadir pada hari ini di Lapangan Ngara Lamo, tempat berlangsungnya Festival Legu Gam.

Al-Qur’an yang ditutupi sehelai kain putih dan terbuat dari kulit kayu, berisikan ayat-ayat Al-Qur’an lengkap 30 juz (114 surat) dengan pembungkus berupa kotak dari kayu, yang disimpan di Kedaton Kesultanan Ternate menjadi pusat perhatian, pasalnya ribuan warga yang hadir berebutan ingin menyaksikan secara langsung Al-Qur’an tertua tersebut.

"Kitab suci ini dipinjam dari Pemda Kabupaten Alori untuk dipamerkan pada perayaan Legu Gam MKR 2011. Al-Qur’an tua ini akan dibaca saat moment tertentu," kata Gunawan.

Ia menuturkan, dalam perjalanannya, Al-Qur’an kuno ini dibawa ke Alor Besar pada 1519 M oleh Iang Gogo yang merantau bersama keempat saudaranya dengan misi penyebaran Agama Islam hingga ke Alor.

Saat itu, Al-Qur’an ini dibawa pada masa Kesultanan Babullah 5 ( lima) bersaudara berlayar dari Ternate dengan menggunakan perahu layar yang menurut riwayat bernama Tuma Ninah, yang berarti `Berhenti/Singgah Sebentar.

Al-Qur’an ini tersimpan di rumah pondok sekitar tahun 1982, saat itu, kata Arifin terjadi kebakaran besar yang melanda rumah pondok tempat menyimpan Qur’an tua ini yang menghanguskan seluruh bandan dan isi rumah termasuk semua benda-benda peninggalan Ia Gogo yang dibawa dari Ternate.

Al-Qur’an tertua tersebut saat ditampilkan pada malam pesta rakyat itu, dibawa oleh pihak Kesultanan Ternate, ke tengah-tengah masyarakat yang menyaksikan berbagai atraksi tarian dan budaya. Para ahli waris didampingi oleh seluruh perangkat kesultanan (bobato).  



Demikian semoga menambah wawasan kita
Sumber Pelengkap : kompas.com

Rusia Pernah Ajak Indonesia ke Ruang Angkasa


Presiden Indonesia Soekarno bersama angkasawan yang pertama Yuri Gagarin dan pemimpin-pemimpin Uni Sovet Nikita Khruchev dan Leonid Brezhnev di Kremlin (Moskow, Juni 1961)

Samudra Biru - Kosmonot Rusia Yuri Gagarin berhasil melakukan penerbangan pertama ke antariksa Rabu, 12 April 1961. Hari ini, 12 April 2011, tepat 50 tahun sudah momen bersejarah tersebut berlalu. Untuk memperingatinya, Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia menggelar pameran foto dan seminar bertema "50 Tahun Masa Eksplorasi Ruang Angkasa: Yuri Gagarin dan Indonesia."

Dalam pembukaan seminar, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Alexander A. Ivanov Ph.D berbagi kenangannya tentang sosok Yuri Gagarin. Ia mengatakan, saat itu ia masih berusia 9 tahun saat Yuri Gagarin melakukan penerbangan. Meski demikian, Ivanov mengaku mengingat dengan jelas apa yang terjadi kala itu.

"Setelah Yuri terbang, orang-orang berkumpul di jalanan di Moskow, semuanya tersenyum dan tertawa," ungkapnya.

Menurut Ivanov, keberhasilan Gagarin saat itu tak cuma membuat bahagia publik Rusia saja, tetapi juga dunia. Ia juga mengatakan bahwa keberhasilan Gagarin menandai semakin majunya peradaban manusia.

Dalam kesempatan itu, Ivanov juga menunjukkan beberapa foto yang dipasang di ruang Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia. Salah satu foto yang ditunjukkan adalah foto Presiden Soekarno berjejer dengan Yuri Gagarin.

Soekarno bertemu dengan Yuri Gagarin pada Juni 1961, hanya 2 bulan setelah penerbangan pertama ke antariksa itu. Soekarno juga bertemu dengan Sergei Korolyov, desainer Vostok 1, pesawat yang digunakan Gagarin.

Ivanov mengatakan, foto itu menandai dekatnya hubungan Rusia-Indonesia. Karenanya, ia berharap bangsa Indonesia juga mengenang hari ini sebagai peringatan kedekatan hubungan Indonesia-Rusia.

"Pada awal tahun 60-an, Rusia yang waktu itu merupakan Uni Soviet dan Indonesia membuat langkah bersama untuk mengembangkan Indonesia sebagai negara yang baru saja merdeka," ungkap Ivanov. Ia berharap, kerja sama antara Rusia dan Indonesia tetap berlanjut, termasuk dalam bidang antariksa.

Hal yang sama juga diungkapkan Direktur Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia, Yuri N Zozulya. Zozulya mengatakan, "Secara pribadi, impian saya pribadi, saya ingin mengirimkan kosmonot Indonesia untuk terbang menggunakan pesawat kami. Ini seperti yang kita lakukan dengan negara lain."

Namun, ia menuturkan bahwa ia sendiri tak berhak untuk memutuskan. "Semua tergantung pada keputusan di tingkat pemerintah," katanya. Ia mengatakan, sebelumnya Rusia telah menerbangkan kosmonot asal Malaysia.

Kerja sama Indonesia-Rusia dalam bidang antariksa berlangsung dalam berbagai bentuk. Salah satunya adalah rencana proyek peluncuran roket antariksa dari Pulau Biak, Papua. Saat ini, rencana belum terwujud karena menunggu RUU Keantariksaan disahkan menjadi undang-undang.

Video saat Gagarin terbang

Demikian, semoga menambah wawasan
Sumber : Kompas

Aksi Berdarah Sang Matador

Samudra Biru - Sebelumnya kita sedikit mengulas apa itu Matador? Matador, secara harafiah berarti pembunuh, adalah seorang torero yang sangat ahli di dalam pertarungan melawan banteng. Torero adalah pelaku utama dalam pertunjukan pertarungan manusia melawan banteng di Spanyol dan negara-negara berbahasa Spanyol lainnya. Aksi Berdarah Sang Matador dalam melawan Banteng selalu menarik minat para penonton.

Dalam pertarungan ini, seorang torero berperan mempermainkan dan pada akhirnya membunuh banteng tersebut. Torero disebut sebagai toreador dalam bahasa Inggris, tapi istilah ini hampir tidak pernah dipakai di Spanyol maupun Amerika Latin.

Hanya seorang torero yang sangat ahli yang dapat naik tingkat sebagai seorang matador dalam sebuah pertarungan melawan banteng yang disebut alternativa. Dalam pertarungan alternativa ini, seorang Novillero (petarung banteng junior) dapat melakukan pertunjukan di depan penonton dan diperkenalkan sebagai matador de toros.

Salah satu matador yang paling terkenal sepanjang masa adalah Juan Belmonte, yang teknik-tekniknya merevolusi pertarungan itu dan kemudian menjadi standar dalam penilaian matador hari-hari ini. Seorang matador yang paling sukses akan diperlakukan seperti seorang bintang, dengan pendapatan yang berlimpah, memiliki banyak penggemar, dan sering digosipkan oleh tabloid. 

Namun demikian, pada saat ini profesi matador tidak mendapatkan pendapatan sebesar pendahulunya pada tahun 1960-an. Media masa juga kebanyakan meliput hanya sedikit matador yang dikenal sebagai "mediaticos" yang tidak termasuk petarung-petarung top Spanyol. 

Dengan sifat pertarungan yang berbahaya itu, lebih dari 40 orang matador telah terbunuh di gelanggang pertarungan. Salah satu petarung paling terkenal dalam sejarah, Manolete, tewas dalam pertarungan pada tahun 1947.

Dan di bawah ini contoh pertarungan Matador dengan Banteng:

Matador Spanyol, Angelino de Arriaga, beraksi melawan banteng di Las Ventas Bullring, Madrid, Spanyol, Minggu (10/4). Foto: AP Photo/ Arturo Rodriguez 

Matador Spanyol, Francisco Pajares, beraksi melawan banteng di Las Ventas Bullring, Madrid, Spanyol, Minggu (10/4). Foto: AP Photo/ Arturo Rodriguez 

Matador Spanyol, Javier Jimenez, beraksi melawan banteng di Las Ventas Bullring, Madrid, Spanyol, Minggu (10/4). Foto: AP Photo/ Arturo Rodriguez 

Matador Spanyol, Javier Jimenez, beraksi melawan banteng di Las Ventas Bullring, Madrid, Spanyol, Minggu (10/4). Foto: AP Photo/ Arturo Rodriguez 


Matador Spanyol, Angelino de Arriaga, beraksi melawan banteng di Las Ventas Bullring, Madrid, Spanyol, Minggu (10/4). Foto: AP Photo/ Arturo Rodriguez 

Demikian, semoga menambah pengetahuan.
Sumber Pelengkap: wikipedia Indonesia
Foto : Vivanews
Link : http://samudrabirucinta.blogspot.com/2011/04/aksi-berdarah-sang-matador.html

Sunday, April 10, 2011

Foto Lomba Panah Tradisional

Samudra Biru - Sungguh unik dan menarik, sebuah acara dengan mengadakan Lomba Panah Tradisional. Tidak seperti Lomba Panah Panah pada umumnya yang seringkali kita lihat di perlombaan ditingkat nasional maupun international dengan panah yang memang didesain untuk perlombaan. 

Sangat berbeda ketika panah yang digunakan untuk lomba adalah panah tradisional yang dulu digunakan untuk senjata saat perang. 

Seperti yang baru-baru ini terjadi di kota Yogjakarta sepert yang dilansir tribun Jogja, Lomba Panah Tradisional pada hari minggu 10/4/2011, untuk memperebutkan Piala Muhammadiyah. Seperti apa? kita lihat saja foto-fotonya:


Friday, April 8, 2011

5 Pangeran Lajang Terseksi

Samudra Biru - Pernikahan Pangeran William dan Kate Middleton tinggal tiga minggu lagi. Pernikahan ini akan membuat pangeran-pangeran lain yang masih lajang menjadi perhatian. Siapa yang akan segera menyusul William? Tak jelas, karena pangeran-pangeran ini tak memiliki kekasih tetap atau sudah bertunangan. Anda ingin kenal dengan mereka? 5 Pangeran Lajang Terseksi.

Pangeran Harry dari Wales
Nama asli: Henry Charles Albert David
Gelar: His Royal Highness
Lahir: 15 September 1984

Dialah ahli waris takhta ketiga dari Kerajaan Inggris setelah Pangeran Charles dan Pangeran William. Setelah menjalani pendidikan di berbagai sekolah di Inggris, Harry memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikan ke universitas dan memilih masuk militer. Ia diberi kuasa sebagai letnan dua di Blues and Royals, Household Cavalry Regiment. Ia bertugas sementara bersama abangnya dan menyelesaikan pelatihan sebagai komandan tank. Harry sempat bertugas selama 77 hari di garis depan Perang Afganistan, tetapi mundur setelah kisahnya dipublikasikan di majalah Australia.

Harry memang tidak setampan William, tetapi ia memiliki sisi liar yang sulit diacuhkan para wanita. Setidaknya selama tiga tahun terakhir ia terlibat hubungan putus-sambung dengan gadis asal Zimbabwe, Chelsy Davy. Pasangan ini cocok karena sama-sama biang pesta. Harry sendiri selalu menjadi perbincangan karena ulah badungnya, seperti memakai kostum Hitler dan mengisap ganja.


Pangeran Andrea dari Monako
Nama asli: Andrea Albert Pierre Casiraghi
Gelar: -
Lahir: 8 Juni 1984
Pangeran yang dikenal playboy ini adalah sulung dari tiga bersaudara anak Putri Caroline dari suami keduanya, Stefano Casiraghi, yang berdarah Italia. Andrea cucu dari Pangeran Rainier III dan istrinya yang bintang Hollywood, Grace Kelly. Itu artinya Andrea menjadi ahli waris takhta kedua Kerajaan Monako setelah ibunya, atau jika Pangeran Albert yang bertakhta saat ini meninggal dunia tanpa memiliki anak sah (karena ia memiliki anak di luar hubungan perkawinan dengan seorang pramugari). Peluang Andrea cukup besar karena Albert yang berusia 52 tahun saat ini belum menikah. Bila itu terjadi, Andrea akan memakai nama Grimaldi dan menjadi Pangeran Monako.

Pangeran yang besar di Perancis ini lulus dengan gelar Bachelor of Arts di bidang seni visual dari McGill University, Kanada, dan politik internasional dari American University of Paris. Pada 2007-2009, ia belajar di The New School di New York dan meraih gelar master dalam Hubungan Internasional.

Salah satu kekasihnya yang terkenal adalah Tatiana Santo Domingo dari Kolombia, yang juga putri pengusaha bir. Pendamping Andrea nantinya harus bersiap menjadi jetsetter karena ia punya rumah di Monaco, Paris, dan Saint-Rémy-de-Provence, Perancis.


Pangeran Guillaume dari Luksemburg 
Nama asli: Felix Leopold Marie Guillaume
Gelar: His Royal Highness The Heredity Grand Duke
Lahir: 11 November 1981
Guillaume adalah putra sulung Grand Duke Henri of Luxembourg dan Grand Duchess Maria Teresa yang kelahiran Kuba. Dia punya empat adik, yaitu Felix, Louis, Alexandra, dan Sebastien. Meskipun dikenal playboy, Guillaume cukup serius dengan pendidikannya.

Ia menyelesaikan pendidikannya di Lycee Robert-Schumann di Luksemburg, Beau Soleil and Institut Le Rosey di Swiss, dan Royal Military Academy Sandhurst Camberley, Inggris. Ia memulai pendidikan lanjutnya di University of Durham dan Brunel University, Inggris. Ia juga bersekolah di Institut Philanthropos di Fribourg, Swiss, untuk mendalami filosofi dan antropologi. Kemudian ia belajar sastra dan ilmu politik di Institut Albert-le-Grand di Angers, dan menerima gelar sarjananya.

Pada waktu senggangnya, Guillaume gemar bermain polo, sepak bola, berenang, voli, dan ski. Ia juga mahir bermain piano.


Pangeran Carl Philip dari Swedia
Nama asli: Carl Philip Edmund Bertil
Gelar: His Royal Highness, Duke of Varmland
Lahir: 13 Mei 1979

Setelah putus dari Emma Pernald, kekasihnya selama 10 tahun, Carl Philip belum punya pacar lagi. Padahal, ia ini ahli waris kedua Kerajaan Swedia setelah saudarinya, Putri Madeleine. Ia satu-satunya putra Raja Carl XVI Gustaf dan Putri Silvia.

Carl Philip menyelesaikan tugas militernya di Amphibious Battalion di Vaxholm's Coast Artillery Regiment sebagai komandan kapal tempur, musim gugur 2000. Dua tahun kemudian, ia dipromosikan sebagai calon perwira AL dan sebagai pembantu letnan pada 2004. Pada 2007, ia melanjutkan pendidikan di Swedish National Defense College. Lulus dari sana, ia ditunjuk sebagai letnan di AL Swedia.

Pangeran ini menggemari mobil sport dan fotografi. Sayangnya, ia sama sekali tidak fashionable. Untuk berbelanja pakaian, ia biasa ditemani saudarinya. Sebelum mendapat bimbingan fashion, gayanya dinilai jadul.

 
Pangeran Philippos dari Yunani dan Denmark
Nama asli: -
Gelar: His Royal Highness
Lahir: 26 April 1986

Pangeran Philippos adalah putra bungsu Raja Constantine dan Ratu Anne-Marie dari Denmark. Ia baru lahir 13 tahun setelah sang ayah terguling dari takhtanya dan 12 tahun setelah kerajaan dihapuskan secara resmi. Karena itu, meskipun bergelar pangeran, ia tak bisa menjadi raja.

Philippos lulus dari United World College di Amerika dan Edmund A Walsh School of Foreign Service di Georgetown University. Saat ini ia memilih bekerja di New York City untuk menghindar dari perhatian. Karena itu, pemberitaan mengenai dirinya pun tergolong minim sekali.

[dari berbagai sumber]

Thursday, April 7, 2011

Album Pernikahan Kerajaan Inggris Sejak Tahun 1840

Samudra Biru - Nuansa kerajaan senantiasa menarik minat orang, tidak terkecuali kehidupan pribadi para penghuni istana Buckingham Inggris. Kerajaan ini paling sering  dibicarakan dan begitu terkenal diantara kerajaan-kerajaan lain di dunia yang masih bertahan hingga sekarang. 

Berbicara Istana Buckingham tidak lepas dari kehidupan para raja, ratu, dan pengeran mereka. seperti halnya pernikahan-pernikahan mereka yang mewah dan mehjadi pusat perhatian tersendiri. Ini kali samudra biru mencoba menghadirkan  Album Pernikahan Kerajaan Inggris Sejak Tahun 1840.  Dimulai Dari Ratu Victoria dan Pangeran Albert pada tanggal 10 Februari 1840. Selamat membaca ...

Victoria dan Pangeran Albert, 10 Februari 1840


Sebagai Ratu muda yang belum menikah, Victoria, ia takut akan disiksa oleh ibunya selama bertahun-tahun. Keberuntungan akhirnya datang “dalam bentuk” Pangeran Albert dari Saxe-Coburg and Gotha, yang lalu dilamar pada 1839. Dia tidak hanya menjadi pendamping Ratu, tetapi juga menjadi penasehat politik di paruh pertama pemerintahannya. 

Edward VII dan Putri Alexandra dari Denmark, 10 Maret 1863
Saat pernikahannya, Edward anak tertua Victoria ini mendapat berbagai isu di kalangan kerajaan akibat pernikahannya dengan Putri Alexandra. Pertama, banyak dari kerabat ibu Edward adalah orang Jerman, dan Jerman pada waktu itu terlibat perselisihan dengan negara asal Alexandra yaitu wilayah Schleswig Holstein. Lainnya, Edward adalah casanova terkenal, dikabarkan ia pernah berkencan dengan rakyat jelata, bangsawan dan aktris terkenal. 


George V dan Putri Mary Teck, 6 Juli 1893


Putri Maria bertunangan dengan Albert Victor, putra tertua Pangeran Wales. Namun Victor meninggal karena pneumonia. Kemudian, nenek pemuda itu, Ratu Victoria, masih meingininkan Putri Mary berada di keluarganya dan memaksa saudara Viktor, George untuk menikahi Mary. Satu tahun setelah kematian Victor, George dinikahkan. George naik tahta pada tahun 1911. 


Duke of York dan Lady Elizabeth Bowes Lyon, 26 April 1923


Putra kedua George V telah melamar Elizabeth lebih dari sekali, tetapi ditolak terus, takut pada beban hidup kerajaan, sampai akhirnya mengalah pada tahun 1923. Pernikahan mereka adalah terobosan bagi Elizabeth yang hanya orang biasa. George memiliki kebebasan untuk mewakili gerakan moderasi politik untuk keluarga kerajaan. Dia naik tahta setelah saudaranya turun tahta. Kemudian selama hidupnya, Elizabeth dikenal sebagai Queen Mum. 


Duke dan Duchess of Windsor, 3 Juni 1937


Anak tertua dari Duke of York, bangsawan Windsor, naik tahta sebagai Edward VIII pada bulan Januari 1936, tapi pemerintahannya berumur pendek. Keinginannya untuk menikah dengan sosialita asal Amerika, Wallis Simpson, seorang wanita dengan dua mantan suami, menyebabkan krisis konstitusional, dan Edward memilih untuk turun tahta untuk "menikahi wanita yang aku cinta". Untuk mengakomodasi situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, House of Windsor memberi gelar khusus baginya: Duke of Windsor. 


Ratu Elizabeth II dan Philip, Duke of Edinburgh, 20 November 1947


Pemimpin monarki pada masanya, bertemu dengan calon suami yang memegang gelar Pangeran dari Yunani dan Denmark ketika berusia 8 tahun. Dan sang Ratu mengkatakan telah jatuh cinta padanya sejak berumur 13. Sebelum pernikahan, Philip meninggalkan gelar Yunani dan Denmark -nya dan dikonversi dari Ortodoks Yunani ke Anglikanisme. Pada awalnya muncul kontroversial pada pasangan ini bahwa Philip tidak memiliki kekayaan pribadi dan, ia yang berkebangsaan Inggris namun lahir di tanah asing. Setelah pernikahan mereka, gelar Duke of Edinburgh diberikan padanya. 


Putri Margaret dan Antony Armstrong-Jones, 6 Mei 1960


Setelah pertunangan naasnya bersama kapten pelayanan pribadi ayahnya, adik Ratu Elizabeth, Margaret mengumumkan rencananya untuk menikah dengan Armstrong-Jones, seorang fotografer. Upacara pernikahan mereka menjadi yang pertama yang disiarkan televisi. Gelar Earl of Snowdon diberikan untuk pengantin pria, yang menikmati karir yang sangat sukses sebagai seorang pelukis, yang mengkhususkan diri dibidang selebriti dan keluarga kerajaan. 


Putri Anne dan Kapten Mark Phillips, 14 November 1973


Putri tunggal Ratu Elizabeth ini menikah dengan Phillips, letnan pengawal Ratu Dragoon, dalam sebuah upacara di Westminster Abbey yang disiarkan televisi. Kebersamaan mereka berlangsung sampai tahun 1989, hingga berpisah. Tak lama setelah perceraian mereka selesai pada tahun 1992, Anne menikah lagi dengan Timothy Laurence, yang kemudian menjadi komandan angkatan laut kerajaan. 


Pangeran Charles dan Lady Diana Spencer, 29 Juni 1981


Bagaikan sebuah kisah dalam “fairytail”, pernikahan Charles dan Diana dapat dilihat langsung di televisi oleh sekitar 750 juta orang pemirsa di seluruh dunia dan dihadiri oleh sejumlah pemimpin Eropa. Kebahagiaan perkimpoian pasangan itu, berumur pendek. Charles memilih mempertahankan hubungan lamanya dengan Camilla Parker-Bowles. Pada akhir 1980-an, mereka berdua sudah tinggal terpisah, perceraian mereka selesai pada tahun 1996. Satu tahun kemudian, Diana tewas dalam kecelakaan mobil di Prancis. 


Pangeran Andrew dan Sarah Ferguson, 23 Juli 1986


Putra kedua Ratu Elizabeth ini menikah dengan Sarah, yang dikenal sebagai "Fergie," di Westminster Abbey. Setelah pernikahan mereka, Ratu memberikan gelar Duke dan Duchess of York pada mereka. Mereka mengalami pernikahan yang rumit. Andrew sering pergi tugas sebagai angkatan laut kerajaan dan Sarah terlibat hubungan dengan John Bryan, seorang manajer keuangan Amerika yang pernah tertangkap foto mengisap jari kaki sang Duchess yang sedang telanjang. Pasangan itu akhirnya sepakat untuk bercerai pada tahun 1996. 


Pangeran Edward dan Sophie Rhys-Jones, 19 Juni '99


Pertunangan Pangeran Edward bersama Sophie Rhys-Jones datang di tengah adanya isu bahwa pangeran ini adalah seorang gay. Pada tanggal 19 Juni 99, mereka menikah di Kapel St George di Windsor Castle dalam upacara yang tidak semewah daripada saudara-saudaranya. Setelah kebersamaan mereka, putra bungsu Ratu Elizabeth II ini menjadi Earl of Wessex dan Viscount Severn, sedangkan Sophie menjadi Countess of Wessex. 


Pangeran Charles dan Camilla Parker-Bowles, 9 April '05


Camilla Parker-Bowles pertama kali mulai melirik Pangeran Charles pada tahun 1970, dan lebih dari empat dekade, hubungan mereka mengalami pasang surut, bahkan setelah melalui pernikahan pertama mereka. Putri Diana menyalahkan Camilla karena menyebabkan berakhirnya pernikahannya dengan Charles. Charles dan Camilla melanjutkan pacaran mereka setelah perceraian masing-masing dan bertunangan pada tanggal 10 Februari 2005. Mereka menikah dua bulan kemudian, menjadikan mereka sebagai Camilla Princess of Wales dan Duchess of Cornwall and Rothesay. 


Pangeran William dan Kate Middleton, 2011


William dan Kate bertemu saat menjadi mahasiswa University of St Andrews di Skotlandia dan memulai pacaran selama delapan tahun, yang membuat Kate memperoleh julukan "Waity Katie." Kate, yang dibesarkan di Berkshire, dibanding-bandingkan dengan Putri Diana, mulai dari berkenaan dgn penjahit baju hingga tentang kebenciannya kepada pers. William melamarnya dengan berlian 18-karat dan cincin safir milik ibunya. Pasangan ini mengumumkan pertunangan mereka pada 16 November 2010, dan pernikahan diperkirakan terjadi pada tahun 2011 ini. 


Demikian semoga berkenan, jika dirasa manfaat mohon infokan ke rekan Anda. salam
Sumber Pelengkap : kaskus.us

Wednesday, April 6, 2011

Anekdot Cerdas Haji Agus Salim

Samudra Biru - Siapa yang tidak kenal dengan beliau? Tokoh besar bangsa Indonesia, Haji Agus Salim (lahir dengan nama Mashudul Haq (berarti "pembela kebenaran"); lahir di Koto Gadang, Agam, Sumatera Barat, Hindia Belanda, 8 Oktober 1884 – meninggal di Jakarta, Indonesia, 4 November 1954 pada umur 70 tahun) adalah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia.

Tentang Haji Agus Salim
Agus Salim lahir dari pasangan Angku Sutan Mohammad Salim dan Siti Zainab. Ayahnya adalah seorang kepala jaksa di Pengadilan Tinggi Riau.

Pendidikan dasar ditempuh di Europeesche Lagere School (ELS), sekolah khusus anak-anak Eropa, kemudian dilanjutkan ke Hoogere Burgerschool (HBS) di Batavia. Ketika lulus, ia berhasil menjadi lulusan terbaik di HBS se-Hindia Belanda.

Setelah lulus, Salim bekerja sebagai penerjemah dan pembantu notaris pada sebuah kongsi pertambangan di Indragiri. Pada tahun 1906, Salim berangkat ke Jeddah, Arab Saudi untuk bekerja di Konsulat Belanda di sana. Pada periode inilah Salim berguru pada Syeh Ahmad Khatib, yang masih merupakan pamannya.

Salim kemudian terjun ke dunia jurnalistik sejak tahun 1915 di Harian Neratja sebagai Redaktur II. Setelah itu diangkat menjadi Ketua Redaksi. Menikah dengan Zaenatun Nahar dan dikaruniai 8 orang anak. Kegiatannya dalam bidang jurnalistik terus berlangsung hingga akhirnya menjadi Pemimpin Harian Hindia Baroe di Jakarta. Kemudian mendirikan Surat kabar Fadjar Asia. Dan selanjutnya sebagai Redaktur Harian Moestika di Yogyakarta dan membuka kantor Advies en Informatie Bureau Penerangan Oemoem (AIPO). Bersamaan dengan itu Agus Salim terjun dalam dunia politik sebagai pemimpin Sarekat Islam.

Karier Politik
Pada tahun 1915, Salim bergabung dengan Sarekat Islam (SI), dan menjadi pemimpin kedua di SI setelah H.O.S. Tjokroaminoto.
Peran Agus Salim pada masa perjuangan kemerdekaan RI antara lain:
  • anggota Volksraad (1921-1924)
  • anggota panitia 9 BPUPKI yang mempersiapkan UUD 1945
  • Menteri Muda Luar Negeri Kabinet Sjahrir II 1946 dan Kabinet III 1947
  • pembukaan hubungan diplomatik Indonesia dengan negara-negara Arab, terutama Mesir pada tahun 1947
  • Menteri Luar Negeri Kabinet Amir Sjarifuddin 1947
  • Menteri Luar Negeri Kabinet Hatta 1948-1949
Di antara tahun 1946-1950 ia laksana bintang cemerlang dalam pergolakan politik Indonesia, sehingga kerap kali digelari "Orang Tua Besar" (The Grand Old Man). Ia pun pernah menjabat Menteri Luar Negeri RI pada kabinet Presidentil dan di tahun 1950 sampai akhir hayatnya dipercaya sebagai Penasehat Menteri Luar Negeri.

Pada tahun 1952, ia menjabat Ketua di Dewan Kehormatan PWI. Biarpun penanya tajam dan kritikannya pedas namun Haji Agus Salim dikenal masih menghormati batas-batas dan menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik.

Setelah mengundurkan diri dari dunia politik, pada tahun 1953 ia mengarang buku dengan judul Bagaimana Takdir, Tawakal dan Tauchid harus dipahamkan? yang lalu diperbaiki menjadi Keterangan Filsafat Tentang Tauchid, Takdir dan Tawakal.

Ia meninggal dunia pada 4 November 1954 di RSU Jakarta dan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta.


Dibalik Ketokohan Haji Agus Salim
Siapa yang menyangka dibalik ketokohannya yang turut mengubah arah bangsa ini, Haji Agus Salim ternyata suka sekali melontarkan humor cerdasnya yang terkadang membuat lawan bicaranya tak berkutik. berikut sedikit dari beberapa anekdot beliau, diberbagai kesempatan.


Asap Kretek di Istana Buckingham
Suatu hari pada 1953, Agus Salim -- mewakili Pemerintah Indonesia -- menghadiri penobatan Elizabeth II sebagai Ratu Inggris. Acara penobatan diselenggarakan di Istana Buckingham.

Dalam acara itu, Agus Salim melihat Pangeran Philip -- yang masih muda -- agak canggung menghadapi khalayak ramai yang hadir. Ia tampaknya belum terbiasa menempatkan diri sekadar sebagai pasangan (suami) ratu. Begitu canggungnya, sehingga ia lalai meladeni tamu-tamu asing yang datang dari jauh menghormati peristiwa penobatan isterinya.

Untuk sekadar melepas ketegangan Pangeran Philip, Agus Salim menghampirinya seraya mengayun-ayunkan rokok kreteknya sekitar hidung sang pangeran. Kata Agus Salim kemudian, "Paduka (Your Highness), adakah Paduka mengenali aroma rokok ini?"

Setelah mencoba menghirup-hirup bau asap rokok kretek itu, sang pangeran lalu mengakui tidak mengenal aroma rokok tersebut. Sambil tersenyum Agus Salim lalu mengatakan, "Inilah sebabnya 300 atau 400 tahun yang lalu bangsa Paduka mengarungi lautan mendatangi (menjajah) negeri kami."

Sang pangeran pun tersenyum dan dengan lebih luwes bergerak dan meladeni tamu-tamunya yang datang dari jauh.


Bergmeyer pun tidak Berkutik
Suatu kali, ketika menjadi anggota Volksraad, H Agus Salim berpidato dalam bahasa Indonesia -- yang ketika itu juga masih disebut bahasa Melayu. Ketua Volksraad langsung menegurnya dan memintanya berpidato dalam bahasa Belanda.

Salim menjawab, "saya memang pandai berpidato dalam bahasa Belanda, tapi menurut peraturan Dewan saya punya hak untuk mengeluarkan pendapat dalam bahasa Indonesia."

Salim terus berpidato dalam bahasa Indonesia, dan ketika ia mengucapkan kata 'ekonomi', seorang Belanda Bergmeyer dengan maksud mengejek bertanya, "Apa kata ekonomi itu dalam bahasa Melayu?"

Dengan tangkas Agus Salim berkilah, "Coba tuan sebutkan dahulu apa kata ekonomi itu dalam bahasa Belanda, nanti saya sebutkan Indonesianya?"

Bergmeyer hanya bisa melongo, tidak dapat berkata-kata lagi. Dan, para peserta sidang pun tertawa. Memang, kata 'ekonomi' tidak ada salinannya yang tepat dalam bahasa Belanda.


Disambut dengan Upacara
Pada 1927, Agus Salim mendapat undangan mengikuti kongres Islam di Mekah. Waktu itu pemerintah kolonial Belanda mempersulitnya untuk memperoleh paspor. Setelah berupaya keras, akhirnya ia berhasil memperoleh paspor itu di Surabaya.

Sayangnya, ketika itu kapal yang akan ke Arab Saudi, kapal Kongsi Tiga, sudah akan berangkat dari Jakarta. Agus Salim tidak akan dapat mengejar kapal itu, karena perjalanan dari Surabaya ke Jakarta memakan waktu cukup lama.

Mengetahui hal itu, HOS Cokroaminoto mengirim telegram kepada perwakilan Kongsi Tiga di Jakarta. Isinya: Jika kapal itu berangkat tanpa Agus Salim, tahun depan tidak akan ada seorang pun jamaah haji yang akan berangkat dengan kapal Kongsi Tiga. Kapten kapal pun terpaksa menunda keberangkatan selama 2x24 jam.

Ketika Agus Salim tiba, ia disambut dengan upacara kehormatan oleh awak kapal. Mereka berbaris rapi di sepanjang jalan menuju pintu masuk. Ketika Agus Saling lewat, mereka memberinya hormat.

Setelah di kapal, Agus Salim bertanya kepada sang kapten, "Mengapa saya disambut dengan cara seperti itu? Bukankah saya hanya orang biasa?"

Dengan agak jengkel si kapten menjawab, "Kapal ini tidak akan menunda keberangkatannya selama 2x24 jam hanya untuk menunggu orang biasa!"


Paling Pintar
Antara tahun 1906-1911, Agus Salim bekerja di Konsulat Belanda di Jeddah. Waktu itu ia sering 'bertengkar' dengan atasannya, Konsul Belanda.

Meskipun begitu pekerjaannya selalu beres, sehingga tidak ada alasan untuk mengatakannya sebagai pemalas. Ia tidak dapat dicap sebagai ongeschikt, tidak terpakai. Bahkan ia sering mengerjakan pekerjaan yang banyak meringankan beban atasannya, dan ia pun dihargai sebagai pembantu yang berjasa.

Dalam kesempatan bertukar-pikiran yang tajam dengan atasannya, Konsul Belanda itu menyindir Agus Salim dengan berkata, "Salim, apakah engkau kira bahwa engkau ini seorang yang paling pintar di dunia ini?"

Dengan tangkas Haji Agus Salim menjawab, "Itu sama sekali tidak. Banyak orang yang lebih pintar dari saya, cuma saya belum bertemu dengan seorang pun di antara mereka."

Jawaban Agus Salim terasa sebagai pukulan bagi sang Konsul. Tetapi apa akan dikata? Karena itu, alangkah girang hati Konsul Belanda saat itu ketika tahu bahwa Agus Salim pulang ke Indonesia pada tahun 1911.

Demikian, semoga menambah wawasan kita.
sumber pelengkap : wikipedia, biografi haji agus salim