Showing posts with label beranda kata samudra. Show all posts
Showing posts with label beranda kata samudra. Show all posts

Tuesday, March 15, 2011

Aku Jual Diri Bukan Karena Himpitan Ekonomi

Samudra Biru_ Selamat datang di lapak sederhana kami, Anda ingin mencari apa? jika yang anda inginkan sebuah tubuh mulus muda usia, ranun menggelora mungkin bukan di sini tapi di sini tapi ingat itu hanya contoh realitanya saja di dunia yang semakin menua bahkan renta.

Aku Jual Diriku Bukan Karena Himpitan Ekonomi karena aku sejatinya baru sedang belajar memotret. Aku takut jika aku umbar secara terang akan merangsang orang. mungkin saja akan banyak aparat yang menguntitku, maka aku tuliskan saja di sini.

Ketika orang-orang tertidur di sebalik hangat selimut. aku tuangkan dengan segala daya yang terkadang telah  lama mengendap melekat di benak. aku jual diriku, meski kadang tidak dibayar. datang dan pergi sesuka hati. karena tidak berkenan dari apa yang aku tawarkan atau hanya menengok sesaat saja. setelahnya melendang kembali pergi. dan jika sudah demikian aku berharap engkau mau datang kembali dan meninggalkan jejak yang dapat aku baca.

Itu semua sudah membuatku cukup, ya cukup senang karena engkau telah singgah meski tidak lama. Aku tahu mungkin saja engkau takut ketahuan istrimu atau suamimu yang pencemburu itu.

Aku Jual Diriku Bukan Karena Himpitan Ekonomi. karena ini hanya ekspresi diri semata. seperti halnya kisah-kisah yang tak terduga para pelukis kata yang sudah di atas sana. siapa tahu engkau mengajakku terbang bersama. ;)

Salam. 

Wednesday, February 9, 2011

Bencana Kemanusiaan di Indonesia

Geram ingin rasanya menumpahkan beragam kata di halaman ini. tahun lalu kita semua disuguhi bencana beruntun dari Alam puluhan hingga ratusan saudara kita meninggal. tsunami, tanah longsor, banjir, hingga gunung meletus menghiasai hampir setiap hari berita-berita televisi dan juga koran, air mata pun belum kering rasanya.

Kini, kembali peristiwa bencana terjadi, yang masih terhitung di awal-awal tahun 2011. bukan sebuah bencana alam tapi sebuah bencana kemanusiaan terjadi. peritiwa pembantaian kaum Ahmadiyah disiksa dan digebuki hingga tewas bersimbah darah tanpa belas kasih dan juga kerusuhan di kota temanggung yang membakar beberapa tempat Ibadah.

Seperti yang kita ketahui bersama, melalui berita juga tayangan televisi. dari beberapa fakta dilapangan mereka pelaku kerusuhan justru bukan berasal dari daerah temanggung tapi terlihat di organisir dari luar  daerah. ada dua ormas yang sangat kental terlihat baik berupa atribut juga bendera yang mereka bawa. dan yang mencengangkan adalah salah satu dari atribut tersebut merupakan afiliasi dari salah satu partai politik di tanah air.

Timbul sebuah pertanyaan besar di relung, apakah para pemimpin mereka memang merestui tindakan yang demikian? apa mungkin mereka bergerak sendiri tanpa perintah?. sedemikian rapi dan bergelombang menyebar ke segala penjuru kota dalam waktu singkat.

Beruntungnya, ketika penyerbuan terjadi warga sekitar gereja membantu mengevakuasi para jamaat yang ada di dalam, kita bisa saksikan hubungan yang baik diantara warga sekitarnya. sehingga dalam kerusuhan tersebut  tidak menimbulkan korban. terkecuali bangunan yang porak poranda terkena bom molotov juga lemparan yang membabi buta, dengan pedang mereka berteriak lantang. perlu diketahui bersama penistaan yang dilakukan oleh Antonius Richmond Bawean melalui selebaran malam itu tidak hanya tertuju ke satu agama tapi juga agama lain! ini yang perlu di perhatikan secara seksama.

Sekarang coba kita renungkan "KEWARASAN" siapa yang telah hilang saudara? lantas tiba-tiba ada serangan yang sangat berbau provokasi. sudah saatnya dalam hal ini pihak-pihak yang terkait bertindak tegas. jika ingin melihat Indonesia ingin hidup lebih lama lagi.

Sudah saatnya pula tertutup ruang bagi para perusuh dan para biadab yang menginjak-injak rasa kemanusiaan. yang pada akhirnya yang terkena dampaknya rakyat juga.

Semoga saja segera mendung yang menggelayut di bumi pertiwi ini segera sirna dan berubah mewujud rasa bahagia untuk semua.

samudrabirucinta.blogspot.com

Tuesday, December 21, 2010

Kisah Nyata Seorang OB Menjadi Vice President

Bapak Houtman Zainal Arifin bersama Ibu
Sekitar tahun 60an Houtman memulai karirnya sebagai perantau, berangkat dari desa ke jalanan Ibukota. Merantau dari kampung dengan penuh impian dan harapan, Houtman remaja berangkat ke Jakarta. Di Jakarta ternyata Houtman harus menerima kenyataan bahwa kehidupan ibukota ternyata sangat keras dan tidak mudah. Tidak ada pilihan bagi seorang lulusan SMA di Jakarta, pekerjaan tidak mudah diperoleh. Houtman pun memilih bertahan hidup dengan profesi sebagai pedagang asongan, dari jalan raya ke kolong jembatan kemudian ke lampu merah menjajakan dagangannya.

Tetapi kondisi seperti ini tidak membuat Houtman kehilangan cita-cita dan impian. Suatu ketika Houtman beristirahat di sebuah kolong jembatan, dia memperhatikan kendaran kendaraan mewah yang berseliweran di jalan Jakarta. Para penumpang mobil tersebut berpakaian rapih, keren dan berdasi. Houtman remaja pun ingin seperti mereka, mengendarai kendaraan berpendingin, berpakaian necis dan tentu saja memiliki uang yang banyak. Saat itu juga Houtman menggantungkan cita-citanya setinggi langit, sebuah cita-cita dan tekad diazamkan dalam hatinya.
Azam atau tekad yang kuat dari Houtman telah membuatnya ingin segera merubah nasib. Tanpa menunggu waktu lama Houtman segera memulai mengirimkan lamaran kerja ke setiap gedung bertingkat yang dia ketahui. Bila ada gedung yang menurutnya bagus maka pasti dengan segera dikirimkannya sebuah lamaran kerja. Houtman menyisihkan setiap keuntungan yang diperolehnya dari berdagang asongan digunakan untuk membiayai lamaran kerja.

Sampai suatu saat Houtman mendapat panggilan kerja dari sebuah perusahaan yang sangat terkenal dan terkemuka di Dunia, The First National City Bank (citibank), sebuah bank bonafid dari USA. Houtman pun diterima bekerja sebagai seorang Office Boy. Sebuah jabatan paling dasar, paling bawah dalam sebuah hierarki organisasi dengan tugas utama membersihkan ruangan kantor, wc, ruang kerja dan ruangan lainnya.

Tapi Houtman tetap bangga dengan jabatannya, dia tidak menampik pekerjaan. Diterimanyalah jabatan tersebut dengan sebuah cita-cita yang tinggi. Houtman percaya bahwa nasib akan berubah sehingga tanpa disadarinya Houtman telah membuka pintu masa depan menjadi orang yang berbeda.

Sebagai Office Boy Houtman selalu mengerjakan tugas dan pekerjaannya dengan baik. Terkadang dia rela membantu para staf dengan sukarela. Selepas sore saat seluruh pekerjaan telah usai Houtman berusaha menambah pengetahuan dengan bertanya tanya kepada para pegawai. Dia bertanya mengenai istilah istilah bank yang rumit, walaupun terkadang saat bertanya dia menjadi bahan tertawaan atau sang staf mengernyitkan dahinya. Mungkin dalam benak pegawai ”ngapain nih OB nanya-nanya istilah bank segala, kayak ngerti aja”. Sampai akhirnya Houtman sedikit demi sedikit familiar dengan dengan istilah bank seperti Letter of Credit, Bank Garansi, Transfer, Kliring, dll.

Suatu saat Houtman tertegun dengan sebuah mesin yang dapat menduplikasi dokumen (saat ini dikenal dengan mesin photo copy). Ketika itu mesin foto kopi sangatlah langka, hanya perusahaan perusahaan tertentu lah yang memiliki mesin tersebut dan diperlukan seorang petugas khusus untuk mengoperasikannya. Setiap selesai pekerjaan setelah jam 4 sore Houtman sering mengunjungi mesin tersebut dan minta kepada petugas foto kopi untuk mengajarinya. Houtman pun akhirnya mahir mengoperasikan mesin foto kopi, dan tanpa di sadarinya pintu pertama masa depan terbuka. Pada suatu hari petugas mesin foto kopi itu berhalangan dan praktis hanya Houtman yang bisa menggantikannya, sejak itu pula Houtman resmi naik jabatan dari OB sebagai Tukang Foto Kopi.

Menjadi tukang foto kopi merupakan sebuah prestasi bagi Houtman, tetapi Houtman tidak cepat berpuas diri. Disela-sela kesibukannya Houtman terus menambah pengetahuan dan minat akan bidang lain. Houtman tertegun melihat salah seorang staf memiliki setumpuk pekerjaan di mejanya. Houtman pun menawarkan bantuan kepada staf tersebut hingga membuat sang staf tertegun. “bener nih lo mo mau bantuin gua” begitu Houtman mengenang ucapan sang staff dulu. “iya bener saya mau bantu, sekalian nambah ilmu” begitu Houtman menjawab. “Tapi hati-hati ya ngga boleh salah, kalau salah tanggungjawab lo, bisa dipecat lo”, sang staff mewanti-wanti dengan keras. Akhirnya Houtman diberi setumpuk dokumen, tugas dia adalah membubuhkan stempel pada Cek, Bilyet Giro dan dokumen lainnya pada kolom tertentu. Stempel tersebut harus berada di dalam kolom tidak boleh menyimpang atau keluar kolom. Alhasil Houtman membutuhkan waktu berjam-jam untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut karena dia sangat berhati-hati sekali. Selama mengerjakan tugas tersebut Houtman tidak sekedar mencap, tapi dia membaca dan mempelajari dokumen yang ada. Akibatnya Houtman sedikit demi sedikit memahami berbagai istilah dan teknis perbankan. Kelak pengetahuannya ini membawa Houtman kepada jabatan yang tidak pernah diduganya.

Houtman cepat menguasai berbagai pekerjaan yang diberikan dan selalu mengerjakan seluruh tugasnya dengan baik. Dia pun ringan tangan untuk membantu orang lain, para staff dan atasannya. Sehingga para staff pun tidak segan untuk membagi ilmu kepadanya. Sampai suatu saat pejabat di Citibank mengangkatnya menjadi pegawai bank karena prestasi dan kompetensi yang dimilikinya, padahal Houtman hanyalah lulusan SMA.

Peristiwa pengangkatan Houtman menjadi pegawai Bank menjadi berita luar biasa heboh dan kontroversial. Bagaimana bisa seorang OB menjadi staff, bahkan rekan sesama OB mencibir Houtman sebagai orang yang tidak konsisten. Houtman dianggap tidak konsisten dengan tugasnya, “jika masuk OB, ya pensiun harus OB juga” begitu rekan sesama OB menggugat.

Houtman tidak patah semangat, dicibir teman-teman bahkan rekan sesama staf pun tidak membuat goyah. Houtman terus mengasah keterampilan dan berbagi membantu rekan kerjanya yang lain. Hanya membantulah yang bisa diberikan oleh Houtman, karena materi tidak ia miliki. Houtman tidak pernah lama dalam memegang suatu jabatan, sama seperti ketika menjadi OB yang haus akan ilmu baru. Houtman selalu mencoba tantangan dan pekerjaan baru. Sehingga karir Houtman melesat bak panah meninggalkan rekan sesama OB
bahkan staff yang mengajarinya tentang istilah bank.

19 tahun kemudian sejak Houtman masuk sebagai Office Boy di The First National City Bank, Houtman mencapai jabatan tertingginya yaitu Vice President. Sebuah jabatan puncak citibank di Indonesia. Jabatan tertinggi citibank sendiri berada di USA yaitu Presiden Director yang tidak mungkin dijabat oleh orang Indonesia.

Sampai dengan saat ini belum ada yang mampu memecahkan rekor Houtman masuk sebagai OB pensiun sebagai Vice President, dan hanya berpendidikan SMA. Houtman pun kini pensiun dengan berbagai jabatan pernah diembannya, menjadi staf ahli citibank asia pasifik, menjadi penasehat keuangan salah satu gubernur, menjabat CEO di berbagai perusahaan dan menjadi inspirator bagi banyak orang! kerna Istiqomahnya yang Luarbiasa.

semoga dapat mengsinspirasi. salam

sumber : http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=37702

Tuesday, December 7, 2010

Pria Seringkali Tak Bisa Memahami Kekecewaan Wanita

Ini satu lagi alasan mengapa komunikasi sangat penting dalam setiap hubungan. Menurut penelitian, pria memang sulit untuk memahami emosi negatif dari wanita.

Penelitian itu dilakukan terhadap beberapa pria. Dikutip dari Genius Beauty, mereka diminta untuk memperhatikan foto-foto wanita dengan berbagai pose dan ekspresi.

Saat diminta menunjukkan wanita mana yang memiliki tatapan menggoda dan memiliki daya tarik seksual, para pria tersebut dengan mudah menunjukkannya. Hampir semua pria menjawab dengan tepat.

Ironisnya, saat diminta menunjuk wanita mana yang tengah sedih dan memiliki mood yang tidak baik, kebanyakan pria memberikan jawaban yang salah. Mereka tak bisa memahami ekspresi dan bahasa tubuh pasangannya.

Dari penelitian juga terbukti, pria yang bisa memahami ekspresi dan bahasa tubuh wanita dengan tepat adalah mereka yang berada dalam hubungan cinta yang lama. Alhasil mereka lebih memahami perilaku wanita.

Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, tak ada gunanya menyimpan kesedihan dan kekecewaan Anda terhadap pasangan. Justru membicarakannya adalah jalan keluar yang terbaik. Karena jika komunikasi tidak lancar, pasangan justru tak bisa mengerti apa yang menjadi keinginan Anda. [sumber;walipop]

Rasa Cinta Tak Akan Bisa Mati

Pasangan suami istri Bernstein rutin makan berdampingan, jalan bergandengan tangan serta selalu mengawali dan menutup hari dengan kata 'I Love You'. Apa yang membuat pasangan itu tetap romantis? Ternyata semuanya berawal dari otak.

Pasangan asal Sydney yang sudah menikah 18 tahun itu masih sama bergairahnya dengan saat pertama kali bertemu. Peneliti mencoba mencari tahu apa yang membuat pasangan tetap intensif dalam berhubungan dengan melakukan studi terhadap 16 pasangan dengan rata-rata usia perkawinan 20 tahun.

Dengan menggunakan alat MRI (Magnetic Resonance Imaging), peneliti dari Stony Brook University menemukan kesamaaan antara bagian otak pasangan yang sudah menikah bertahun-tahun dengan pasangan yang baru jatuh cinta. Ternyata bagian otak itu masih sama aktifnya, artinya cinta yang ada di otak tidak mati.

"Banyak yang berasumsi bahwa cinta akan berkurang dan habis dengan bertambahnya waktu, tapi para partisipan yang mengikuti survei ini membantahnya. Cinta tidak pernah mati bagi mereka," ujar psikolog dan ketua studi Arthur Aron, seperti dilansir Thirdage.

Apa yang membedakan cinta yang lekang oleh waktu dan cinta yang bertahan lama? Menurut Aron, kuncinya ada pada cara berpikir di otak. Pasangan harmonis selalu berpikiran ingin tampil menarik dan terbaik di depan pasangannya.

Dalam pertemuan tahunan Society for Neuroscience di Washington di Amerika dilaporkan bahwa faktor yang membuat cinta terus konsisten dalam sebuah hubungan ternyata adalah mindset di otak.

"Setelah melakukan scan pada otak pasangan yang harmonis, tidak ditemukan rasa cemas atau ketakutan berlebihan akan kehilangan pasangannya. Mereka justru punya sikap tergila-gila yang lebih rendah daripada pasangan lain yang kurang harmonis," jelas Profesor Bianca Acevedo dari Albert Einstein College of Medicine.

Peneliti justru menemukan bahwa sikap penghargaan dan motivasilah yang sangat aktif berkembang pada bagian otak para pasangan harmonis.

"Bagian otak itu sama aktifnya saat seseorang menggunakan kokain, tapi berbeda dengan bagian otak yang berkaitan dengan rangsangan seksual," jelas Aron. [sumber; wolipop]

Saturday, November 27, 2010

Gairahku Menghilang

sejam, dua jam, tiga jam, hingga berjamjam bahkan berharihari, terkadang tidak juga meruap sebuah ide hanya untuk sekedar memenuhi sebuah permintaan atau menambahi catatan yang sudah tertera. lima puisi satu cerita. ya seorang sahabat baik dari ibu kota memesannya. ah, benarbenar sedang tidak ada kata kalimat yang melambai kawan. lagi pula aku bukanlah seorang pengarang juga pujangga bukan?. tapi  mengapa insan sebaik dan sekelas dirimu datangnya padaku? ah entahlah hanya engkau yang tahu. ya, meski seringkali mendapat kepercayaan beberapa kawan untuk turut mambantu melengkapi sudut-sudut lembaran hangat mereka. bisa jadi kerna mereka sayang sama aku, atau kasihan saja denganku heee.. ah, ya kawan apalah aku ini. 

seperti sore ini selepas ashar bersama aroma wangi kopi hitam bali menemani, juga sebungkus rokok yang tinggal setengah lagi. entah, gairahku seperti sedang melalang ke alam bayang, mengalami ejakulasi kata setiap hendak mengeja. aku tahu engkau sangat gelisah menunggu kelahirannya, tak kalah cemasnya denganku. o, bagaimana jika tiba-tiba mengalami impotensi? mampuslah aku. sudah pasti harus terapi ke sana kemari, menelan berbagai obat dari jenis segala bahasa yang ada, dari kimiawi hingga tanaman tak bernama di kamus biologi, yang terkadang pahitnya melampaui daun butrowali. hehe

ah, engkau tahu? sementara keinginanku mengebu ingin melahirkan banyak anak-anak kata yang ceria dan  bermakna. kelak engkau turut menikmatinya meski tidak ada di toko juga lapak-lapak kaki lima di kotamu.  setidaknya di benak juga hati yang membaca. hai! boleh bukan? aku berharap demikian? hahahaha ... aku tahu engkau tersenyum, yang entah apa artinya. kerna aku tak ahli membaca senyum, yang aku tahu hanya senyum Ibuku almarhum. yang begitu tulus  dan penuh kelembutan memaafkanku ketika mendapati beberapa lebam dan codet bekas kuku di wajahku saat masa kecilku dulu, aku bukannya tak sportif justru mereka yang tak sportif. ya mereka kawan, mereka terus saja mengoceh seperti burung kehilangan sarang. setelah selesai dari permainan bola sepak kala itu, sementara engkau tahu kupingku ini sangat sensitif mendengar sesuatu yang sudah berlalu, aku tantang mereka di tengah lapang agar berhenti dan tenang. engkau tahu? badan mereka dua kali lebih berat tinimbang aku. engkau pasti berfikir aku mengarang? tidak, jika engkau bertemu denganku lagi aku tunjukkan codet di pipi kananku. apa hanya sekali itu? seringkali, hingga  gemas Ibuku memberi nasehat. sudah ah, itu kan masa kecilku, tak penting! sekarang sudah berbeda jika dulu berkelahi sekarang bertarung. hahahaha .......

mmm ... dan aku berharap malam ini dapat bersenggama dengan abjad dan bait yang memikat. aku sudah siapkan seperangkat gamelan sederhana juga ube rampe pemikat sebagai syarat agar mereka bertandang dengan gairah yang hangat. semoga.

salam.

27 November 2010
amlapura-bali

foto: rosamund kwan


Wednesday, November 24, 2010

semata karenaNya

  • jika menemu seseorang mencintaimu dan senantiasa menyanjungmu sesuai dengan apa yang sepatutnya demikian engkau terima, kemudian menyembunyikan kelemahanmu dari siapapun jua serta dengan segenap ketulusan yang benar juga ikhlas turut meluruskan dan memperbaiki kekurangan pada kita. maka insan yang demikian insyaAllah... mencintai kita semata kerna Tuhan. sangat disayangkan, jikalau disia-siakan.


  • kesabaran juga ketabahan seorang wanita bagiku salah satu sisi yang paling utama dalam mendukung pasangan guna meraih impian terbesar dalam kehidupan yang samasama diinginkan. di balik suksesnya seorang pria ada wanita hebat di sisinya. ungkapan ini sering kali aku dengar. dan ternyata mereka memang demikian adanya. karena cinta yang benar juga ikhlaslah mewujudkan sebuah kehidupan harmoni yang nyaman.

     

~ samudra dalam kata ~

Tuesday, November 23, 2010

catatan kosong tak melompong tapi

ehmm .. sejujurnya akhir-akhir ini setiap kali hendak memetakan sebuah kata kalimat di ruang ini cukup berhati-hati. baik itu dalam bentuk tulisan puisi, prosa, cerita atau sekedar berita dan catatan pengisi jeda  bukannya apa, takut jika menghasilkan sebuah tulisan yang hampa dan yang lebih parah lagi hanya kosong tak bermakna atau satu eksemplar saja hasilnya [meminjam istilahnya Sutardji Calzoum Bachri]. 

yuk sedikit serius bro ... lets go, jadi teringat dengan sebuah obrolan ringan dengan seorang sahabat  beberapa waktu yang telah lalu. memang benar terkadang dalam kehidupan yang kian mengurung daya ini kita juga pintar-pintar mengemudikan pikir. ketika sebuah permasalahan silih berganti hadir dan menawarkan sejuta jalan yang terlihat mutakhir, bahkan sebuah permasalahan dalam bentuk yang sangat rumit dan mengigit.

banyak sudah istilah yang dikemukakan oleh para pakar motivator untuk membangkitkan semangat seseorang baik lewat seminar maupun buku-buku yang mereka tuliskan. banyak sudah para pemimpin umat mengingatkan lewat ayat-ayat yang tersirat. tapi rasanya kita juga musti bisa maklumi dengan hati ketika hal tersebut terjadi pada seseorang mereka tentu sedang tidak semata ingin mendengar khotbah atau kiriman kata-kata motivasi semata. lho, sebentar sebentar bukankah hal itu yang sedang  sangat mereka butuhkan? ya, tapi itu yang tidak 'utama' menurut saya, lho mereka yang sedang mengalami masa transisi di bawah [saya istilahkan demikian ben keliatan di dramatisir sedikit hiks..] yaitu orang-orang yang entah secara pribadi maupun kelompok sedang mengalami suatu permasalahan atau musibah, bukan kata-kata yang  sedang mereka harapkan tapi sebuah tindakan dari kita. bisa jadi mereka tahu bahkan hapal di luar kepala kata-kata penyemangat mereka tahu, dan doa-doa terpanjat dan menyiratkan untuk tenang menghadapi gejolak. 

kata kawanku" ya, semudah seperti orang ingin kencing tinggal membuka resleting atau mencincingkan rok selesai woooo .... atau seseorang yang tenggelam di sungai dan tidak bisa berenang mereka tidak membutuhkan teriakan semangat kita untuk segera menepi, tapi cepat kita tolong ! masuk  dan nyebur ke dalamnya [tapi saya ingatkan jangan coba-coba masuk jika tak bisa berenang, kalau tak ingin tenggelam juga hee...] atau setidaknya lemparkan tali atau benda-benda yang dapat untuk membuat dia mengapung dan bernafas mengumpulkan sesaat energi dan daya fikir. jika hanya turut larut dalam histeris matilah itu orang, alangkah baiknya jika histerisnya kita untuk memanggil yang lain agar berdatangan memberi pertolongan segera.

contoh real kasus musibah yang terjadi akhir-akhir ini dalam skala yang sangat besar yang menimpa saudara-saudara kita di Yogjakarta dan Mentawai, jelas saat ini yang mereka butuhkan adalah sebuah penanganan yang nyata yaitu sebuah uluran tangan dari kita bukan lagi semangat dalam bentuk bait dan kalimat yang menggelegar sundul ke langit, urusan perut mereka untuk hidup terlebih dahulu, urusan tempat berteduh mereka untuk menampung airmata kesedihan sesaat, urusan dengan apa yang  telah mereka  tinggal  di kampungnya, juga urusan psikologis dari kejaram bayangan kematian yang mengintai, urusan tempat mencurahkan isi hati pada Tuhannya, urusan kesehatan baik secara phisik maupun psikis. sekali lagi bukan kata-kata semangat, itu nanti setelah mereka selesai makan dan mandi.

sering kali tanpa kita sadari ketika kita menemu seseorang yang memang membutuhkan tindakan langsung. kita sering melupa bukan kata yang mereka pinta namun tindakan kita yang sedang sangat di tunggu mereka. namun kita terkadang justru menghadirlahirkan kecerewetan yang minta ampun seolah-olah dengan banyak kata yang berselimut bijak akan membuat seseorang menjadi tenang, eeee ...justru yang ada sebaliknya bisa menentang dan enek bin bosan terhadap kita. seperti yang pernah penulis alami sendiri. 

nah tentu beda dalam mensikapinya jika memang seseorang itu hanya sekedar curhat masalah-masalah yang tidak perlu melibatkan daya yang berlebih, cukup sebagai seseorang yang memposisikan diri "menjadi pendengar yang baik". membiarkan bahu kita dipakai sementara waktu untuk menyangga beban psikologis kerna masalah yang sedang dihadapi cukup dengan rasa kasih sayang dan kesahajaan kita, kemungkinan dapat memberikan jalan terang.

namun wow .... kita sungguh salut beberapa orang di luaran sana dapat keluar dari lorong gelap potongan kehidupan mereka yang begitu pengap dan terlihat sangat menyesakkan dada, bagi kita yang melihat kenyataan itu menjadi sebuah pelajaran yang sangat berharga. jika mereka bisa kita juga tentu manusia eh ... bisa. dan memutarbalikkan kondisi menjadi sarat prestasi.

loh mengapa aku jadi ngobrol ngalor ngidul ngetan ngulon? begini nih jika menulis tidak punya tujuan yang jelas! sudah terlanjur diunggah ya semoga saja manfaat  deh, jika ada yang protes ke kotak komentar atau email saja ya? seneng malah   

wassalam




edisi: beranda kata samudra

Monday, November 22, 2010

cemburu oh cemburu

  • janganlah sekali-sekali hadirkan rasa cemburu yang berlebih ketika engkau sedang mendekati atau sudah berpasangan mungkin. kerna itu jenis virus paling mematikan yang akan membunuh cintamu sendiri.

  • tidak perlu cemburu yang sangat kerna selubung hati senantiasa dikenakan penuh hangat. tidak perlu cemburu yang sangat kerna percaya menjadi pondasi utama setiap saat. tidak perlu cemburu yang sangat kerna sesuatu yang sangat itu kadang membuat penat.  melahirhadirkan resah dan bosan, membuat gerak tak harmoni juga  tidak nyaman sepanjang jalan. secukupnya saja, kerna bagaimanapun cemburu itu juga perlu.   


     ~ samudra dalam kata ~

Tuesday, November 16, 2010

menemu kepalsuan

sebegitu  sering aku menemu sebuah senyum terkulum mengandung jenis racun yang mematikan. sebegitu sering aku menemu sebuah santun kata di dalamnya terdapat khianat yang melumat. sebegitu sering aku menemu matamata bening yang terpancar hanyalah kunang malam yang tersesat!



Sunday, November 14, 2010

sekedar catatan kosong

catatan kosong tidak layak untuk dibaca, tapi juga tidak ada salahnya jika disimak dan disimpan dalam benak eh ga ding diaplikasikan juga to yo....

ada yang berkata" hai sekarang aku menyebutnya Perempuan bukan lagi Wanita. loh apa bedanya Perempuan dengan Wanita? bagimu mungkin sama tapi bagiku kedua sebutan nama di atas memberikan perbedaan yang nyata. begini, baik sekarang kita sedikit bermain ilmiah dulu deh sebelum melangkah pada daya imajinasiku di malam ini dengan segala kata kalimat yang meminta di lahirhadirkan di lembaran ini. baiklah tanpa diedit cabut brooo ... baik kita mulai lets go; perempuan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya
pe.rem.pu.an [n]
(1) orang (manusia) yg mempunyai puki, dapat menstruasi, hamil, melahirkan anak, dan menyusui; wanita; (2) istri; bini: -- nya sedang hamil; (3) betina (khusus untuk hewan). 
wa.ni.ta
[n] perempuan dewasa: kaum -- , kaum putri (dewasa)
sumber : kamus besar bahasa indonesia
yesss sudah dapat bukan, perbedaan yang secara harfiah antara Perempuan dengan Wanita? ya rasanya tidak perlu aku jelaskan detailnya ya? sekarang kamu tahu di mana saat ini. berada? menyebut dirinya sebagai seorang perempuan atau seorang wanita? hanya hati nurani terdalam masing masing dari anda  dan juga orang lain yang tentu dapat menilainya. oh mungkin ada sebuah pertanyaan kalau begitu yang namanya Wanita tidak dapat berperan sebagai Perempuan dong? maksudmu? sik sik sik ya sudah barang tentu bisa to yo selama sudah dewasa... menstruasi hamil dan sebagainya, ah coba baca sekali lagi arti kamus di atas deh ..

sudah ah, bagaimana kalau kita bicara imajinasi saja, tidak dibatasi gerak pena dan benak kita ,tapi tetap pada lajurnya. sebentar sebentar seseorang tibatiba protes di belakang. ah Anda bicara kaum kami kaummu kenapa tidak di bicarakan? o, sabar sabar Ibu gilirannya kita nanti juga kita bicarakan sekarang kembali ke pokok persoalan ya? kataku menenangkan. [hiks sebenarnya aku sedang di mana sich?] ha embuh!.

nah dirimu berani menyebut diri seorang wanita tentu ada konswekensinya dan bagi yang menyebut perempuan juga demikian. jangan terbalik-bolak dong? [hiks bahasamu le] menyebut diri seorang wanita kenyataanya perempuan banget dalam keseharian menyebut diri seorang perempuan tapi kenyataanya dalam keseharian kamu wanita begitu loh. nah mana yang lebih bagus kalau begitu? ya semuanya bagus to yo sama-sama memiliki tempat menyimpan alam kehidupan lain. tapi, seperti yang aku sampaikan sejak awal aku lebih menyukai Wanita tinimbang Perempuan dalam laku sikapnya, loh kok? weleh ya terserah aku wong pendapatku. sebentar to hah lagi-lagi mengganggu konsentrasiku, Wanita itu bagiku ne;
  1. Pengertian dan menerima kita apa adanya. namun tetap memberi saran yang mendidik bila kita melakukan kesalahan.
  2. Selalu berusaha ceria di setiap moment bersama dengan kita.
  3. Bisa membuat kita tertawa dan makin ingin lebih menyayanginya setiap hari.
  4. Bersikap jujur dan apa adanya
  5. Meminta kita pamit kepada orang tuanya ketika kita hendak mengajaknya pergi ke sebuah tempat.
  6. Independent, tetap memprioritaskan karier dan masa depantanpa tergantung orang/bukan semata cari yang sudah mapan. hiks.
  7. Berpenampilan natural, simple dan classy serta tampil anggun pada saat-saat tertentu. [ga menooor]
  8. punya prinsip yang jelas dan tidak plin plan plun apa kata orang dan mengaplikasikan dalam keseharian
  9. Menguasai diri, mengambil keputusan yang Tegas dalam setiap masalah kemudian konsekwen [ ga meneng wae rek, ngambek nduk kamar ra metu-metu tiga hari tiga malam, hiks apa ga laper?]
  10. Menguasai perasaannya dengan tenang dan tetap mengerti pula perasaan orang lain.
  11. Punya impian, memiliki seorang Lelaki [pendamping hidup] yang percaya akan dirinya sendiri, jujur dan menjaga serta menyayanginya apa adanya. [hiks] aku bangeet.
  12. Mampu menjaga diri sendiri dan Tidak berbuat yang aneh-aneh. [lirik sana mendelik kesini]
  13. Mau bersosialisasi dengan teman-teman kita dan memperkenalkan kita dengan teman-temannya. [oh]
  14. Memiliki sifat kelembutan dan keibuan.
  15. Berfikir serta mengkoreksi diri setelah membaca tulisan ini
  16. Kalau bukan Wanita biasanya akan ngedumel dan ngomel-ngomel lantas berkata" ini yang menulis ga ada kerjaan apaaa? tulisan beginian di posting huh! [hahahahaha ........]

udah ah, mau nulis puisi lagi saja. eh tapi ga bisa ding sedang pusing sembilan keliling ini malam. ohhhhh ... [ambil nafas paling dalam]

sampun, matursuwun.

 foto rosamund kwan

Saturday, November 13, 2010

diammu adalah matiku, tapi bahagiamu

diammu, matiku tapi bahagiamu

aku menghargai ketika engkau lebih memilih Dunia dengan pesonanya yang tibatiba, aku memahami jika di depan Sana menurutmu sudah pasti terang ketika berjalan dengannya. dan, aku juga Tidak menyesali jika aku hanya mampu mencintaimu dengan sangat sederhana

sesederhana cinta langit pada bumi di pagi hari. sesederhana cinta mentari pada semesta ini. sesederhana cinta tangis sang bayi mungil ketika haus di malam hari. sesederhana cinta rumput teki pada kaki, tidak mengaduh ketika engkau injak diamdiam. hanya pesanku, jangan engkau cabut. kerna akarnya menghubung ke bumi juga langit.


november pagi
anto hprastyo
amlapura - bali

Tuesday, June 15, 2010

APA SIH PUISI?

Nihilisme dalam Historisitas Puisi

Puisi bukan makhluk berakal yang bisa menentukan dirinya sendiri. Puisi adalah makhluk yang terhukum dalam qonun yang dia sendiri tidak pernah ikut melegitimasi. Upaya untuk menjadikan puisi sebagai subyek bagi pembaca dalam ruang otonom pemaknaan merupakan suatu agenda untuk membuat puisi sebagai "wilayah netral". Upaya ini sejauh di tingkat penalaran teoritis cukup masuk akal. Namun begitu bukan berarti tidak memiliki kerawanan dalam sistemnya sendiri.

Puisi adalah sejarah: ketika puisi dicipta seorang penyair dan terlantar dalam hening, puisi seperti penjara tanpa narapidana: nihil. Dan kenihilan ini bersifat histories. Dan karena itu memiliki qonun yang mustahil ditolak oleh puisi itu sendiri. Historis yang nihil ini ada sejauh penyair dan membaca membuatnya terkapar dalam kediriannya. Ini artinya puisi tidak lain adalah kata benda yang tidak bernyawa, tidak eksis terhadap kesadaran sendiri. Namun dalam takdir semacam itu (nihil), puisi terikat kontrak dengan zaman dan peristiwa yang harus menerima ketentuan-ketentuannya: Seperti batu, meski ia tak berfungsi, tak bernama dan tak bermakna, ia akan dihancurkan oleh usia yang dia sendiri tidak pernah menghitung dan menyadarinya.

Kondisi nihil-historis ini ketika diadopsi sebagai sejenis konsep atau kredo, akan mencair dan menguap. Karena nihilisme tidak mungkin ada melalui pemaknaan, pembacaan, atau pemetaan karena konsep dan kredo mengandaikan suatu kerja pemberian makna dan peristiwa kepada yang nihil. Paradoks ini tidak bisa di terima alias runtuh dalam asumsinya sendiri, karena tidak mungkin makna dan peristiwa bertemu dalam suatu ruang dan peristiwa yang sama: konsep, kredo dan pembacaan adalah monopoli manusia tentang makna.

Monopoli pemaknaan ini mengacu kepada upaya obyektivasi puisi oleh manusia, atau subyektivasi manusia atas puisi: puisi dan manusia membangun hubungan resiprokal yang bersifat kanibalistik pada level pengetahuan, untuk selanjutnya membentuk nalar yang ekspolitatif dalam pemaknaan. Disebut kanibalistik karena puisi adalah manusia (penyair dan pembaca) yang direproduksi dalam bentuk lain, yang dikeluarkan dan subyek-berketubuhan untuk selanjutnya menjadi obyek bendawi melalui reifikasi sebagai konstanta netralitas puisi tersebut.

Sejauh ini konsep dan kredo kepenyairan di Indonesia terlena dalam pola penalaran tadi. Lebih jauh dari itu, arah teori sastra pun ikut tergoda untuk terperosok dalam ignoria ini. Pandangan Charil Anwar dalam bahwa "sebuah puisi yang menjadi adalah sebuah dunia" jelas melakukan subjektivasi terhadap puisi dan ini mengandaikan ada upaya menjadikan penyair membunuh dirinya sendiri (dibunuh puisi yang diciptakan sendiri. Sutardji Chalzoum Bachri dengan kredo membebaskan makna dari benda justru lebih fatal, karena bagaimana ia membebaskan makna dari benda sementara ia membutuhkan puisi? Tardji tidak lebih sedang meradikalisir reifikasi puisi di tingkat yang lebih ekstrim. Sementara Afrizal Malna dengan inosensi kebendaan puisi malah justru terjebak pada premis pertama tentang puisi yang terhukum seperti penjara tanpa narapidana: penjara itu sendiri yang tersiksa dalam kekosongannya sendiri karena penyair menolak dihukum di sana. Penyair adalah terdakwa yang diputus bersalah namun lebih memilih sebagai buron alias residivis pengecut !

Untuk menyelamatkan diri dari ignoria nihilisme-sejarah puisi ini perlu adanya suatu koreksi terhadap belenggu dalam nalar dan pengetahuan yang selama ini mengendap dalam kesadaran. Perlu dicari akar kultur dari semua ini, antara lain dengan membongkar mekanisme dan strategi yang mengendap dalam sejarah panjang bangsa ini, (khususnya sejarah estetikanya): Sejak zaman Nusantara, datangnya VOC, kolonialisme, berdirinya Negara-Bangsa, Pujangga Baru, Gelanggang dan sampai jaman kita-kita sekarang. Tanpa itu, estetika yang dirumuskan akan tetap mewarisi pola-nalar yang syarat dengan kerapuhan (justru) dalam intelektuasisme yang digembar-gemborkan. (sumber radith)

Tuesday, May 11, 2010

PERENUNGAN

Renungan Diri

kamu akan selalu dikenang karena perbuatanmu,
bukan oleh kata-katamu.























mei 2010
samudraBiru

Thursday, December 31, 2009

selamat datang wahai para pencari Cinta

tempat menampung air dari aliran sungai besar, kecil, dan parit serta segala benda lainnya yang terbawa ke tengah samudra melebur memberikan keteduhan, bagi yang ingin mendapatkannya. berbagi kepada sesama. tanpa memandang perbedaan.