aku ingin beradu pandang setiap putaran waktu
serupa bumi memandang langit
meski kadang terhalang kabut juga mendung yang cemberut
aku ingin seperti riak damai samudra
ciumi bibir pantai yang tak berkesudahan,
hingga Masa tiba
di mana bibirmu
di mana matamu
aku takut menjadi candu
rinduku padamu tetap ada
rinduku padaNya paling Utama
foto: Google
karya di tulis
Juli 2010
Showing posts with label puisi kerinduan. Show all posts
Showing posts with label puisi kerinduan. Show all posts
Tuesday, December 7, 2010
Karena Kamu
Labels:
kumpulan puisi pendek,
puisi cinta,
puisi kerinduan
Harapan
sekian waktu terpaku di depan pintumu
ketukan lembutku belum juga engkau sambut
aku tulis sebuah nama di selembar daun lontar
sebelum meninggalkan berandamu yang sunyi lengang
berharap pesan terbaca, genapkan asa yang diburu masa
kini, aku hanya dapat berharap sembari bermain abjad dan bait
: di sela jeda tanda tanya.
foto: rosamund kwan
ketukan lembutku belum juga engkau sambut
aku tulis sebuah nama di selembar daun lontar
sebelum meninggalkan berandamu yang sunyi lengang
berharap pesan terbaca, genapkan asa yang diburu masa
kini, aku hanya dapat berharap sembari bermain abjad dan bait
: di sela jeda tanda tanya.
foto: rosamund kwan
Labels:
kumpulan puisi pendek,
puisi cinta,
puisi kerinduan
Monday, November 8, 2010
Nol
Nol
pagi hari yang gaduh
pada tarikan nafas setelah subuh
kau membunuh cinta tulus dari jauh
November, 2010
amlapura-bali
Wednesday, September 29, 2010
rindu yang sederhana
sederhanakan saja rindumu
:ketika, engkau belum menemu tambatan Hati sudahlah, tak baik jika suara beningmu meruap tanpa arah tujuan,
kerna engkau bukan penghibur dunia maya kepalsuan malam
duhai jelita, setelah engkau terjaga di sepertigaNya,
rasakan siliran yang wangi nuansa pagi
o, kepakan sayapsayap merpati jantan menandakan,
dia telah siap menyampaikan pesan yang tersirat
mencengkeram erat lantas melepas surat,
ke belahan jiwa yang engkau inginkan
duhai kirana, tak perlu meruap kata
juga airmata untuk menyampaikan pesan kerinduan
sederhanakan saja, cukup tegur sapamu yang santun
serta laku sikap yang anggun penuh kelembutan kata
maka dia merasa tenang melangkah sepanjang masa bersama
semoga, wahai semoga segera menemu,
di setiap pandangan mata yang tulus
rindumu bersambut dalam balutan ridhoNya.
amlapura - bali
ramadhan 2010
at 2:23am
Tuesday, August 10, 2010
Kerinduan
tanya
cinta
kubangun
bilik hangat
bertiang setia
berdinding kasih
beratapkan cinta
beralaskan percaya
beraroma surgasurga
apakah engkau bersedia?
catatan yang belum selesai
aku ingin dilayani setiap saat kerna aku ini Angin, apakah engkau sanggup? aku ingin ditemani setiap waktu kerna aku ini batu rindu, apakah engkau mau? aku ingin dicintai kerna cinta berlipat akan kau dapat setelahnya, apakah berat buatmu? dan aku ini api bila mengejar Asa, apakah engkau siap di sisi?
ada rindu dan Rindu
aku ingin beradu pandang setiap putaran waktu. serupa bumi memandang langit meski kadang terhalang kabut juga mendung yang cemberut. aku ingin seperti riak damai samudra ciumi bibir pantai yang tak berkesudahan hingga Masa tiba.
di mana bibirmu
di mana matamu
aku takut menjadi candu
rinduku padamu tetap ada
rinduku padaNya paling Utama
tetaplah melangkah
puisi-puisi kali ini meliuk mencari bentuk
diantara senja bermain katakata
di selasela kemungkinan
selalu hadirkan asa
bagimu bagiku
bagi kita
kian ada
cahaya di dada
melukiskan angan
mengekalkan peta - peta
diantara onak duri berteriak nyinyir
tentang tapak kita yang menjejak bumi.
di tulis juli 2010
cinta
kubangun
bilik hangat
bertiang setia
berdinding kasih
beratapkan cinta
beralaskan percaya
beraroma surgasurga
apakah engkau bersedia?
catatan yang belum selesai
aku ingin dilayani setiap saat kerna aku ini Angin, apakah engkau sanggup? aku ingin ditemani setiap waktu kerna aku ini batu rindu, apakah engkau mau? aku ingin dicintai kerna cinta berlipat akan kau dapat setelahnya, apakah berat buatmu? dan aku ini api bila mengejar Asa, apakah engkau siap di sisi?
ada rindu dan Rindu
aku ingin beradu pandang setiap putaran waktu. serupa bumi memandang langit meski kadang terhalang kabut juga mendung yang cemberut. aku ingin seperti riak damai samudra ciumi bibir pantai yang tak berkesudahan hingga Masa tiba.
di mana bibirmu
di mana matamu
aku takut menjadi candu
rinduku padamu tetap ada
rinduku padaNya paling Utama
tetaplah melangkah
puisi-puisi kali ini meliuk mencari bentuk
diantara senja bermain katakata
di selasela kemungkinan
selalu hadirkan asa
bagimu bagiku
bagi kita
kian ada
cahaya di dada
melukiskan angan
mengekalkan peta - peta
diantara onak duri berteriak nyinyir
tentang tapak kita yang menjejak bumi.
di tulis juli 2010
Thursday, January 7, 2010
TEMBANG ASMARA I

tembang asmara
di sudut kamar pengantin
mengalun gambang jawa
tembang asmara dana
menghujam rasa
lembut kuning langsatmu
mambang, mengundang tandang
tabir tirai bermahkota
kembang kantil menggigil
memanggil kehangatan rasa
di tepi ranjang penantian ..
bermain angan menemu harap nyata

: bermain angan
melayang angan
tak sendu tapi
di tepi ranjang tua bambu usang
di sisi potret terpajang miring
sekelebat,
sewindu terasa kemarin
terkenang, jejak-jejak terbekam masa
tiba-tiba menyelinap ke hati
serupa mimpi-mimpi
tak menepi
berderai
: usai
berpendar
: buyar
ke segala penjuru kucari
di antara rupa-rupa warna
di sela-sela kemungkinan ada
menemu satu
engkaukah itu,
cah ayu?
Saturday, January 2, 2010
SAAT BULAN DESEMBER 2009

: rinai bulan Desember
sesaat, binar gentar menuju ..
degap jantung, gaung bersambung
mengalun berirama bak dendang pesona alam
memandangmu,
berbalut kerudung putih tulang
paras pesonamu menghujam
senyum santun menyambut tersipu, merah jambu
menjemput, dengan segenap harap mendekap rasa di kalbu ..
nampak, rinai gerimis menerpa mambang
butiran bening manja dipipimu yang merona semu ungu
engkau terdiam, saat jemari tanganku
usap dengan lembut tampias di wajahmu
seiring, rinai anugerah Ilahi melukis cantik
menebar aroma wangi bumi di bulan Desember
berhias simfoni nyayian riang, yang kian beranjak petang
berdua, kita bergegas menerabas ilalang
meninggalkan berandamu
menjemput impian ..
anto hprastyo
bali-indonesia
bali, 25 desember 2009
Friday, January 1, 2010
Rindu yang rasa Sembilu

: tembang sunyi merindu
hati berbisik lirih
disunyi malam terkenang
seraut wajah ayu
rona menawan
terbenam angan
dalam dekap
sang bayu malam
sendiri
lerem
lerap
berharap
jelang, di sela-sela sepertiga Jalan
mencoba merangkai baitbait kata
melukis indahnya engkau,
wahai kekasih bayang ..
ah, ku tepedaya
penaku tersekat
untaian tercekat
tak jua dapat mengeja,
walau sesaat ..
hanya diam
kembali terbayang
rinduku ..
kian memburu
berpeluh sungguh
membiru ..
hingga biru lebam
di sudut penantian
engkau? kah?
duhai, wanita idaman
Subscribe to:
Posts (Atom)


