Showing posts with label puisi cinta. Show all posts
Showing posts with label puisi cinta. Show all posts

Wednesday, January 19, 2011

Merpati yang tersesat di malam hari

aku terkadang ingin seperti merpati
terbang tinggi membelah angkasa
mendapati peta awan tertera,
janji-janji kita

aku terkadang ingin seperti merpati
kepakkan sayap dari pagi hingga senja
mendapati senyum manismu,
setia menanti




aku terkadang ingin seperti merpati
menjadi cerita nyata dua anak manusia
meniti hari melewati onak duri
hingga tiba bahagia


dan, kini aku tersesat
di segala hanya gelap yang terlihat


Januari, 2011
http://samudrabirucinta.blogspot.com

Friday, December 10, 2010

Bening ke Hening

kekasihku bermata bening,
yang menelaga di puncak hening
kita cumbui sunyi malam tanpa denting,
di kehidupan yang sering mengurung daya pikir

aku katakan pada Tuhanku
wahai yang Maha  Welas kami bergegas, 
semata-mata kerna Engkau yang Maha Luas.

November, 2010
Bali

Thursday, December 9, 2010

atas ijinNya

jika suatu saat, atas ijinNya. aku diperkenankan mengambilmu dari perlindungan orang tuamu. percayalah, engkau akan menemu kebaikan di sini.


jika suatu saat, atas ijinNya. kita dalam biduk bahtera, aku ingin kita sejiwa. bersinergi utuh, menempuh tak lelah mengayuh.


engkau tahu? bukan semata ragamu yang menarik hingga mengalihkan daya fikirku. tapi terlebih pada jiwaku yang merasa nyaman ketika berdekatan denganmu.


~ samudra biru ~

Tuesday, December 7, 2010

ada rindu dan Rindu

aku ingin beradu pandang setiap putaran waktu
serupa bumi memandang langit
meski kadang terhalang kabut juga mendung yang cemberut
aku ingin seperti riak damai samudra
ciumi bibir pantai yang tak berkesudahan,
hingga Masa tiba
di mana bibirmu
di mana matamu
aku takut menjadi candu
rinduku padamu tetap ada
rinduku padaNya paling Utama


foto: Google




















karya di tulis
Juli 2010

Setelah Subuh

selepas subuh juwitaku. melepas jubah keangkuhan, apalah kita ini, di segala jelaga melekat tanpa disadari berbuat. sudah pagi juwitaku, bangunlah! sebentar saja mengaji pada alam. bersih bukan? pagi yang indah. serupa bayi yang baru lahir dari rahimmu.







November Pagi
2010

Karena Kamu

terang bulan di dalam kamar
wajahmu tersenyum manis,
menggantung di langit-langit.

foto: google

Harapan

sekian waktu terpaku di depan pintumu
ketukan lembutku belum juga engkau sambut
aku tulis sebuah nama di selembar daun lontar
sebelum meninggalkan berandamu yang sunyi lengang
berharap pesan terbaca, genapkan asa yang diburu masa
kini, aku hanya dapat berharap sembari bermain abjad dan bait
: di sela jeda tanda tanya.

foto: rosamund kwan

Thursday, December 2, 2010

cinta yang benar dan ikhlas

melayang angan, 
di tepi ranjang tua bambu usang
di sisi potret terpajang miring,
sekelebat sewindu terasa kemarin

terkenang jejakjejak terbekam masa
tibatiba menyelinap ke hati
serupa mimpi yang tak menepi,
silih berganti datang,
hiasi tempurung otak ini.

kini, ke segala penjuru kucari,
diantara ruparupa warniwarna
yang menawan hati
di sela senyum dewidewi


karya lama
september
2009

Saturday, November 20, 2010

Engkau tidak Cantik hanya Menarik

aku sadar juwitaku, aku hanyalah seorang lelaki dengan pundak tiada bintang untuk aku banggakan. aku sadar, aku hanyalah insan sebagaimana yang ada di sekitar engkau dan aku di muka bumi ini. aku bukanlah insan yang diberi amanat memimpin umat. engkau tahu? dalam merumat diri sendiri saja terkadang banyak yang terlewat.

tapi aku adalah aku yang merindukan sangat akan masa depan. dan sebuah kenangan? hanyalah jalan yang telah terlampaui dengan sekian manfaat di masa silam dan juga pijakan bentang ke depan.

aku tentu sadar juwitaku, aku adalah buah dari kasih bapak ibukku yang kampung. tapu bukan berarti pikiran kami mudah menampung sampah-sampah yang mengatasnamakan modernitas abad terkini. aku lebih menghargai pemikiran kami yang jelata. tinimbang mengaku modern akan tetapi hanya nampak diluarnya saja.

ah juwitaku, ketahuilah engkau Tidak cantik hanya menarik saja. dan aku sadar ketika itu hanya fatamorgana. bagian dari skenario Tuhan yang tidak dapat aku tampik dan telah hinggap di otakku yang sederhana ini. dan aku tersadar ketika warna cerah lebih menarik hasratmu daripada warna biruku, yang di matamu hanya terlihat kelabu.

ah, kamu.


subuh, 21 November 2010
amlapura - bali

Kupanggil Namamu ~ WS Rendra

sambil menyebrangi sepi
kupanggili namamu, wanitaku
apakah engkau tak mendengar?

malam yang berkeluh kesah
memeluk jiwaku yang payah
yang resah
kerna memberontak terhadap rumah
memberontak terhadap adat yang latah
dan akhirnya tergoda cakrawala

sia-sia kucari pancaran matamu
ingin kuingat lagi bau tubuhmu yang kini sudah kulupa
sia-sia
tak ada yang bisa kucamkan
sempurnalah kesepianku

angin pemberontakan menyerang langit dan bumi
dan dua belas serigala
muncul dari masa silamku
merobek-robek hatiku yang celaka

berulangkali kupanggil namamu
dimanakah engkau wanitaku?
apakah engkau sudah menjadi masa silamku?


WS  Rendra

























foto: desain t'shirt Heru S Sudjarwo

                                                                                                                                                      

Monday, November 8, 2010

Nol


Nol

pagi hari yang gaduh
pada tarikan nafas setelah subuh
kau membunuh cinta tulus dari jauh























November, 2010
amlapura-bali

Friday, November 5, 2010

Kumpulan Puisi-Puisi Cinta I

sebagian kumpulan puisi-puisi cinta [ beberapa telah digubah ]

imaji malam

terkulai, menjuntai di tepi balai dini hari
elok gemulai tubuhmu berkelebat
menghebat melesak di benak
memukim, melumuti hati ini
hingga nafasku tercekat

o, juwita malam
heran, sungguhku heran
padahal engkau hanya imaji,
yang kerap hadir di kesendirian
buatku melayang sepanjang malam

september
2010


cinta

cinta,
kubangun
bilik hangat
bertiang setia
berdinding kasih
beratapkan cinta
beralaskan percaya
beraroma surgasurga
apakah engkau bersedia?

agustus
2010


bukan, aku bukan pujangga

 

o, bila saja aku seorang pujangga akan aku rangkai jutaan kata. simbol kekaguman padamu yang tiada tara. menjadi sajak nan indah tertata makna. tapi aku bukanlah pujangga kata. aku tak paham aturan sastra. namun, tangan ini terus saja menggenggam pena berlumur tinta. menuliskan katakata pengisi jeda hanya untukmu yang tercinta. akan kulumuri tiap katakata dengan indah bermakna. kusajikan hangat sepenuh jiwa raga. aku berkata cinta.

januari
2010


lentera cinta

di dalam gelap lelah yang menyayat,
sepotong pohon rebah melukis keadaan
setelah badai penolakan di tanah sengketa
 : aku kembali mengelana, mencari lentera cinta

april
2010


sajadah cinta I

biru tanda cintaku, pujaan hati meniti hari
mendekap syahdu ke relung hati
tembang riang cinta dua sejoli,
di bawah ridho kalam Illahi

satu untukmu wahai kekasih hati,
sajadah cinta biruku t'lah menanti
ijinkan kelak aku menjadi Imammu
kutunggu engkau di belakangku

janganlah gundah tak pula resah
bila dikehendaki olehNya,
kau dan aku menyatu
kerna biruku untukmu

januari
2010


sajadah cinta II

harum mewangi memenuhi rongga di dada
menunggu kekasih jiwa datang bertandang
berdua, menyusuri jalan yang membentang

tidak akan menemu sunyi yang panjang
tidak akan mengelam meski langit kelam
tidak pula menggigil di sudut gelap kamar

o,gurat senyummu terekam dalam bayang
meruang dalam waktu yang sudah matang
juwitaku, kata pinangan telah aku siapkan
: menggelar sajadah Cinta di bahtera kita

januari
2010


malam tak bernama

bulir-bulir air mata keikhlasan mengalir tanpa diminta,
damai sukma telanjangi jiwa di malam tak bernama
selaksa makna menyergap degap dada
bukanlah sakit, bukan pula nestapa
kesederhanaan mengajarkannya
cintaku bermuara karenaNya

desember
2009




berbunga-bunga di dada setangkup harap menjelma, dalam iringan bulirbulir do'a. melukis cantik di hati terbingkai beragam warna menyerupa pelangi setelah hujan senja reda basahi bumi. aroma wangi tanah petani simfonikan dua jiwa bernyanyi. jantung berdendang nyalang gumintang. mata berbinar riang menebar. seiring, mekarnya kembang cinta dua anak manusia. menemu jawab meliuk peluk padu padan di taman hati.

september
2009


cinta sederhana

cintaku sederhana saja
aku bawa kau menjadi Kita
aku bawa kau pada Bahagia,
di jalan benar sepanjang bahtera

oktober
2009


kata cinta terurai menjadi laku

apa ukuran integritas cinta?
engkau bertanya kepadaku suatu hari.
kataku" wahai jelita yang bimbang
ketika cinta bersemi dalam hati,
terkembang dalam katakata,
lantas terurai dalam sikap laku kita

engkau bertanya kembali
jika hanya berhenti dalam hati?
itu cinta yang lemah juga tak berdaya
jika hanya berhenti dalam katakata?
itu cinta yang disertai kepalsuan!

jika cinta sudah terurai jadi sikap laku?
wahai jelita! cinta itu sempurna seperti pohon;
akarnya menghujam dalam hati,
batangnya kokoh tegak dalam kata,
buahnya menjumbai laku sikap kita

o, jelita wahai jelita.
serupa Iman; terpatri dalam Hati,
terucap dalam Lisan,
dibuktikan oleh amal

ya, kata cinta terurai jadi Laku,
dan sekarang terserah padamu
engkau ingin yang sebatas apa?

engkau lama terdiam, hingga matamu yang bening mengurai tanya
mengembun melawan deras keinginan yang tak terbendung
hingga sekarang, aku tidak tahu airmatamu untuk siapa.

oktober
2010


karena cinta

terang bulan dalam rumah
wajahmu melukis tersenyum ramah
menggantung, berpendar di langit-langit kamar

september
2010


cinta kumbang


hanya sajak kecil yang aku tulis sembari nikmati kopi hangat di tepi jendela, memandang kumbang yang sedang kebingungan kembang di taman menghilang, sejak tangantangan angkuh memetik untuk persembahan dewa pilihan, terlihat hanya mengitari pucuk tanpa sari kelopak. entah sampai kapan, berhenti meraung si kumbang jantan yang malang. apa yang dapat aku perbuat, selain mengabadikan kesedihannya menjadi susunan tata kata kalimat. yang meruap di tempurung kepala turut melarut pada galauanya yang sangat. o, kumbang? cintamu melayang, sebelum tersemat cincin ikatan.


maret
2010



assalamualaikum cinta

jelita yang mempesona bintang
apa kabarmu di seberang samudra
adalah kabar buatmu yang menunggu
akan datang setangkai bunga abadi, tertulis
aku pinang engkau sebelum musim dingin usai

november
2010



Thursday, November 4, 2010

puisi di awal november pagi


foto : rosamund kwan





















ma, putih dan gelap

padahal siang aku seperti sedang berdiri seorang diri di tengah malam yang siap menelan. ma, mataku yang salah menatap langit, apa keadaan yang membuatku tidak dapat lagi membedakan antara siang dan malam. ma? aku tak dapat beranjak meski hanya sejari bayi. pasungan ini kian menancap ketika aku mencoba menggerakkan tubuh. ma, bahkan nafasku pun aku atur sedemikian rupa agar tidak membangunkan amarah yang semakin naik ke ubun-ubun. aku takut pecah ma. hanya dapat menahan geram hingga berujung mewujud embun di pelupuk mata ini. ma? aku tersudut ditusuk-tusuk runcing siang yang asing. pada tinggi tembok yang membatasi jarak pandangku kini. hanya ada dua warna di depanku. putih dan gelap, ma.

November
2010


setelah subuh

selepas subuh juwitaku melepas jubah keangkuhan, apalah kita ini, di segala jelaga melekat tanpa disadari berbuat. sudah pagi juwitaku, bangunlah! mari sebentar mengaji pada alam. bersih bukan? pagi yang indah. serupa bayi yang baru lahir dari rahimmu.

November Pagi
2010


cintaku kepadamu, cintamu kepadaku

engkau tentu memahami juwitaku, cintaku kepadamu benar juga ikhlas. dicintai olehmu juwitaku seperti cinta seorang ibu yang sedang melelapkan buah hatinya. dalam dekap hangat kasih nan suci. mencintai engkau juwitaku, seperti menemukan telaga yang jernih dan bening sehingga aku dapat melihat batu-batu putih tertata di dasarnya. mencintaimu juwitaku, tidak lelah, justru kian meneguhkan iman hingga akhir kematian dengan senyum yang menawan.

November Pagi
2010


pagi dini hari

sayang, lampu di ruang tempatku sekarang duduk aku biarkan padam. hanya dengan cahaya monitor tua menerangi tak kurang lima jengkal jari cahayanya berpendar. meski begitu aku tidak dapat mengukur batasannya, terlihat menemaram, lantas gelap sejauh mata memandang. sayang, begitu pula dengan sisa usia kita, sedang berjalan mendekat pada kematian. sebelumnya, mari kita tanam kebajikan.

November Pagi
2010

anto hprastyo
http://samudrabirucinta.blogspot.com/

Friday, August 20, 2010

Surat Cinta Biru ~ anto hprastyo

Surat Cinta Biru kami hadirkan di Samudra Biru Cinta, banyak hal yang terjadi ketika sebuah pertautan terjalin. ada senang ada sedih ada kemelut ada yang terenggut dan lain sebagainya. kami mencoba merangkai sebuah kata-kata yang sederhana, barangkali dapat menjadi sebuah ilustrasi ketika hal tersebut menimpa sahabat. selamat menikmati semoga berkenan.

Surat Cinta Biru

dik, sudah aku simpulkan di kaki merpati jantan saat fajar tadi. sepucuk surat biru untukmu. setelah engkau membacanya, simpan dia dengan sepenuh hati. hingga suatu hari nanti, saat uban dan gigi tanggal kerna usia senja, kita baca kembali berdua susuri tepian samudra biru cinta. sembari bercerita tentang kisah mutiara yang berkilau cantik, juga batubatu karang yang tegar setia dari hempasan riuh ombak seperti halnya jalinan kita.

dik, sudah kita tanam bibit kasih diantara kita. yang telah merimbuni kita dari segala terik, runcingnya malam juga suasana yang melilit daya. kelak, ketika masa telah tiba. buahnya kita petik dan nikmati bersama dalam bilik hangat, yang senantiasa bercahaya penuh cinta dan bahagia dalam lingkupanNya.

dik, sudah dua belas purnama masa jalinan kita, meski sempat kabut kehidupan menutup sekian masa tautan kita. bila Tuhan berkehendak, tidak akan ada satu insan pun yang dapat menghalangi kuasaNya. o, jelitaku yang baik tahukah engkau? aku memilihmu semata bukan kerna ragamu yang mempesona mata para pecinta, namun lebih kepada sikap laku santunmu yang meluluh lantakkan raguku tentang wanita. hatiku berkata engkau 'beda' dari yang telah datang sebelumnya.

dik, sudahlah lipat masa yang telah lewat dari lelah letihmu yang tak berkesudahan. kuburlah tanpa iringan doadoa tentang kisah penghianatan juga peran topeng ganda yang dimainkan para pemburu nafsu. masa lalu adalah guru kehidupan yang berharga, sebagai pijakan ke jalan yang lebih terang sepanjang bentang masa kehidupan ke depan kita.

dik, ingin rasanya jemari ini melukiskan warniwarna indahnya engkau. tetapi senyum dan tatapmu yang bening membuatku jujur tak dapat mengeja katakata, selain diam dan mengurai pelanpelan di dalam hati, kemudian dengan kesungguhan akan aku tunaikan kembali di surat cinta biru berikutnya dalam kisah yang penuh makna tentang kita berdua.



salam

impian dapat berlibur satu bulan di tempat seperti ini:)

agustus 2010
amlapura
bali



Wednesday, January 27, 2010

jejak perjalanan

gerak,
jejak tampak
barisbaris pelangi

irama rasa
tembang kenangan
mendekap perjalanan masa

yang terkenang boleh berlalu
namun tidak cinta suci
melumuri tautan hati,
terbalut kalam Ilahi

bali, 17 januari 2010

Thursday, December 31, 2009

suara-suara adam ( bersama kawan-kawan untuk kemanusiaan )
















: sajadah Cinta biru

biru tanda Cintaku
pujaan hatiku meniti hari
mendekap syahdu kerelung hati
tembang riang cinta sejati dua sejoli,
di bawah Ridho kalam Ilahi

satu untukmu wahai kekasih hati
sajadah Cinta biruku menanti
ijinkan kelak aku menjadi Imammu
kutunggu engkau di belakangku

jangan gundah tak pula resah
bila dikehendaki olehNya
kau dan aku menyatu
kerna biruku

untukmu

: sajadah Cinta menunggu

harum mewangi
memenuhi rongga di dada
menunggu kekasih jiwa datang
bertandang
berdua menyusuri Jalan Illahi

tak sunyi panjang
tak jua menggigil di sudut gelap kamar
tak pula mengelam

bayang ranjang pinangan menanti.
senyum terbayang
bulirbulir do'a terpancar

sajadah biru Cinta ku gelar


: malam tak bernama

bulirbulir air mata keikhlasan
mengalir tanpa diminta,

damai sukma
menelanjangi jiwa,

hening
dalam

bening
menemaram
menyerupa telaga

denting
:Sunyi

selaksa makna menyergap degap dada
bukan sakit bukan pula nestapa
kesederhanaan mengajarkan,
pada lapang Jiwa

Cintaku demikian kerna ada ..
biru berpendar
bermuara

: pada-Nya


: generasi pagi

seperti matinya pohon tua di hutan rimba
ulah manusia, bisa juga usia renta
tumbang kerna badai atau penyakit,
bisa seringnya tak kelola hati di jiwa

sekuat apapun, masa menjadikannya cerita nanti
begitu pula cerita manusia yang melupa diri
tak menyadari tunas baru akan tumbuh berganti
memberi arti pada dunia ini, dengan semangat yang baru kembali

menggantikan yang tua, telah rapuh melepuh menjadi tanah hujam bumi atau ? menjadi kayu bakar berubah abu arang tertiup angin, meninggalkan jejak hitam putih dalam hidupnya. sebelum ajal menjelang datang.. indahnya bila manfaatnya pada sesama. indahnya melindungi tunas muda tumbuh dibawahnya. indahnya akarnya menjulurkan tali kasih hilang serakah, di bagi pada Generasi pagi..


: resah

siang,
gerahku datang
di bentang hari bulan april
terasa, angin hilang dari peredaran

awan putih tak nyaman di pandang
lidah matahari membakar jiwa-jiwa penuh dosa dunia
terlihat wajah-wajah pada jalan di sepenggal hari
terpasung pada rutinitas yang lupa diri

tungkai kakiku terasa lemas melihat kenyataan ini
mengingat sedimen nista yang semakin tak terkendali
mengejar matahari, pagi hingga senja yang belum pasti
Tuhan, beri ruang untuk kembali