Showing posts with label puisi religi. Show all posts
Showing posts with label puisi religi. Show all posts

Thursday, December 9, 2010

atas ijinNya

jika suatu saat, atas ijinNya. aku diperkenankan mengambilmu dari perlindungan orang tuamu. percayalah, engkau akan menemu kebaikan di sini.


jika suatu saat, atas ijinNya. kita dalam biduk bahtera, aku ingin kita sejiwa. bersinergi utuh, menempuh tak lelah mengayuh.


engkau tahu? bukan semata ragamu yang menarik hingga mengalihkan daya fikirku. tapi terlebih pada jiwaku yang merasa nyaman ketika berdekatan denganmu.


~ samudra biru ~

Tuesday, December 7, 2010

ada rindu dan Rindu

aku ingin beradu pandang setiap putaran waktu
serupa bumi memandang langit
meski kadang terhalang kabut juga mendung yang cemberut
aku ingin seperti riak damai samudra
ciumi bibir pantai yang tak berkesudahan,
hingga Masa tiba
di mana bibirmu
di mana matamu
aku takut menjadi candu
rinduku padamu tetap ada
rinduku padaNya paling Utama


foto: Google




















karya di tulis
Juli 2010

Setelah Subuh

selepas subuh juwitaku. melepas jubah keangkuhan, apalah kita ini, di segala jelaga melekat tanpa disadari berbuat. sudah pagi juwitaku, bangunlah! sebentar saja mengaji pada alam. bersih bukan? pagi yang indah. serupa bayi yang baru lahir dari rahimmu.







November Pagi
2010

Rambut belah tujuh


di pagi yang cerah
pertaruhkan langkah,
tabiat baru
khianat yang lalu,
tercatat sudah

daun luruh,
tergantikan tunas
memula sebelum masa berakhir,
tertimbun seluruh raga

keruh hilir hingga muara
apalah kita pada kepongahan
beban beratnya jatuhkan kita
di rambut belah tujuh

gambar: google

Saturday, November 20, 2010

Embun di Bulan November

tiada yang dapat menandingi keikhlasan embun 
ketika kita berselimut enggan sekalipun,
dia tetap menepati janji

tiada yang dapat menandingi keikhlasan embun
ketika mentari hangat membuatnya meruap pergi

tiada yang dapat menandingi keikhlasan embun
ketika mendung sekalipun dia akan tetap bersenandung

tiada yang dapat menandingi keikhlasan embun
dia tidak pernah meminta dan selalu memberi

tiada yang dapat menandingi keikhlasan embun
dia tidak tahu apa itu pamrih selain tunduk membagi

tak terhingga embun setiap subuh datang bersama kesejukan
tiada pernah memilah juga memilih,
dia ikhlas menyetiai


21 november 2010
anto hprastyo
bali

Friday, November 12, 2010

Renungan

renungan diri

ketika kita telah melihat Keburukan kita sendiri dan bersibuk diri untuk membenahinya, maka tidak akan ada waktu untuk turut larut dengan Keburukan orang lain.

ketika seseorang memujimu dengan sifat yang sama sekali tidak engkau miliki, sementara engkau menyukai pujian itu, maka sadarlah saudaraku sesungguhnya itu sebuah Cacian untukmu.

salam.

Sunday, October 24, 2010

cinta dicuri biru [puisi facebook]

[menangkap potret di siang ini]
ya, Tuhan

Tuhan, setiap detik dengan bilangan yang tak terhingga
beragam warniwarna kata juga nama, asmaMU disebut;

ada yang memohon pengampunan
ada yang memohon keselamatan
ada yang memohon keberhasilan
ada pula yang bersyukur atasMu

o, tapi ada pula yang memakiMu
: Menyelinap diamdiam.


23 september 2010
13.45 wita



terjaga

di sepertiga,
sebuah nama menjadi pemenang,
dari Segala.

bergetar,
mengucap asmaNya

suatu malam,
di kampung halaman
wajah ibu tepat di pelupuk kemudian.

2010, 02.30 am
sragen-Jateng



imaji

terkulai
menjuntai
di tepi balai

elok tubuhmu berkelebat sangat
menghebat lesak di benak
nafas tercekat, lekat
di langit lidah

o, bidadari yang aku temukan,
buatku melayang sepanjang malam.

september 2010
amlapura-bali



tutup saja sebelum banyak cerita yang kian mendera.

engkau masih saja mengirisnya, meskipun asamu tak lebih dari lingir pisau dapur
engkau masih saja menindih permintaan, kendatipun tirai telah tertutup kain hitam
engkau masih saja berteman airmata sepanjang malam, semakin mengelam terbenam
engkau masih saja mengarang adegan, hingga seribu satu malam pun kalah dalam kisah

bukankah pernah, bertahan ku berdiri di atas duri yang engkau berikan sepanjang hari?
bukankah terlaksana, kebersamaan yang engkau impikan kemudian engkau usaikan?
bukankah t'lah terlukis, kenikmatan fana dunia dalam bentuk derai tawa di sepimu?
bukankah sudah tersaji, yang telah tertunda sekian masa hingga mewujud?

aku manusia sederhana yang juga memilki sifat seperti halnya mereka
lelah, letih, keluh, kalah, kalut, kabut, marah, dan segala sifat kodrat tercipta
sudah sudahlah, usaikan saja cerita tentang indahnya kebersamaan yang tertera
masih ada mentari di pagi hari, ada matahari yang menerangi siang, bulan juga bintang

cukup sampai di Sini
di titik ini kita usaikan,
di segala angan terpeta
aku, hendak menepi di sunyi
sendiri di tepi samudra mencari
koyak sampan muda aku benahi
hingga masaku menjemput kembali
sebuah pilihan tanpa ada rasa ragu
selain cinta Qolbu manusia sederhana

september 2010
amlapura - bali



Monday, September 6, 2010

Doa Kembang Setaman Buat Ibu [Lebaran]

: doa dalam kembang setaman

sebulan jalankan puasa dengan penuh pesona ramadhan yang menawan. menggenapkan angan dalam perantauan pulangku pada kampung halaman. melendang bayang pagar bambu apus juga kandang ayam di rindang liar taman. aroma kretek bapak menyelinap cepat dalam batok ingatan tentang arti kesetiaan. berjejerjejer rimbun perdu sepanjang jalan persawahan menjadi saksi berulangkali, derap kaki, isak tangis menyayat, wajah wajah mendung mengusung keranda kematian: satu diantara nisan tua ada sebuah nama. Ibu? aku pulang, bawa doa kembang setaman.




ramadhan 2010
amlapura
bali

Monday, August 30, 2010

MEMINANG


~foto ilustrasi model; sambir~

maaf, bukan engkau

dan ketika aku melihatmu kemudian mengenalmu dalam tataran pandanganku dan secara umum pun sarujuk, tentu sudah aku sunting kamu sejak pertama sua tanpa perlu menunggu musim bunga bersemi tiba.

o, dengan caraNya Tuhan menunda sekian masa agar aku melihatmu dengan jernih hati bukan semata maya yang terbungkus semu abuabu bersenyawa ganda nafsu manusia.

dan Terimaksih Tuhan atas petunjukMu. di bulan Ramadhan yang menawan Engkau buka mata hati ini, dia memang bukan untuk menjadi pendamping yang menemaniku hingga Akhir.



anto hprastyo
amlapura
bali

Saturday, August 21, 2010

TUHAN ~ anto hprastyo

Tuhan

Tuhan
ketika petang menemaram, merunduk ke malam. ijinkanlah kekasih-Mu, belajar membaca ketulusan bulan saat membagi kemilaunya ke bumi.

Tuhan
ketika runcing malam kian terasa. ijinkanlah kekasih-Mu, belajar mendengar silir angin yang menghibur daundaun kering luruh ke bumi.

Tuhan
ketika aroma pagi hadirkan wangi. ijinkanlah kekasih-Mu, belajar pada
kesetiaan embun yang rekahkan pucuk dedaunan di bumi.

Tuhan
ketika fajar menghangatkanku dari dingin. ijinkanlah kekasih-Mu, belajar pada kelembutannya yang menghantarkan kicauan merdu burungburung di pagi hari.



salam.

anto hprastyo
agustus 2010
amlapura,
bali

Saturday, March 13, 2010

Tuhan ada mengapa resah? atau Tuhan sedang sembunyi dari orang yang banyak keluh?

Adalah Tuhan


ada laku
sikap tertanam
di setiap waktu

ada tanda tanda,
jejak rekam
tabiat

ada laju ditempuh
peluh kayuh,
riuh kehidupan

ada ragam warna
di persimpangan
Jalan

adalah Tuhan
di segala ada dan tiada
berawal pun Akhir



O,lihat
keluh kesah

jauh sujud
: Ada

dan aku?

juga engkau? kah?





anto hprastyo
bali-maret, 2010

Wednesday, January 27, 2010

jejak perjalanan

gerak,
jejak tampak
barisbaris pelangi

irama rasa
tembang kenangan
mendekap perjalanan masa

yang terkenang boleh berlalu
namun tidak cinta suci
melumuri tautan hati,
terbalut kalam Ilahi

bali, 17 januari 2010

SAAT SANUBARI HATI MELIHAT KENYATAAN DI PAGI HARI

subuh

di subuh
daya mengelana
ke segala luruh di hening

titiktitik embun
menyulam nada
himpun cerita

amlapura, 25 januari 2010

Monday, January 18, 2010

UNTUK APA SISA UMURMU?



















: di umur

angin beku membatu
cair di tangis sang bayu
mengikis habis hati yang kelu
: di sunyi malam, aku terpekur di sisa umur

Saturday, January 2, 2010

Gelegak Samudra Ketika Keyakinan Di Permainkan















: Nyanyian Pedang senja hari


pedang panjang pandai besi
ditempa palu gada beradu tadi pagi
berpeluh mandi keringat si anak muda
menina bobo si pedang yang hampir jadi

suara-suara denting baja palu gada kian menjadi
menggeliat, nampak nikmat aroma rasa
terlihat indah tertempa jilatan api
cantik terasa aroma mangsa

: jadilah si Pedang

menunggu aksi,
merindukan, mendekap
mencari leher jenjang yang berkoar Jalang
untuk di kecup sepenuh Hati ..

di suatu hari
seketika warna cantiknya berubah
warna merah darah, meleleh di lingir bibirnya yang aduhai ..
dalam pelukan seorang lelaki tua tak bernama

kalung perak,
bandul khas melingkar di lehernya yang jenjang
menganga terbuka

lelaki tua di ujung senja,
menantang kalimah Illahi
mati tak damai menaungi
tak pula dipelukan anak istri

pedang berkelebat, indah
elok menawan menebasnya
kini tak bersuara lagi

janji Tuhan t'lah di penuhi
bagi pembuat onak duri,
di muka bumi.



ciptakan damai pada sesama
untukmu: saudara w a i

SAAT DALAM KESENDIRIAN MALAM SIAPA YANG SAHABAT INGAT?












: malam sunyi

terbaring,
tanpa beban
di ranjang dipan lusuh bambu

bersenandung,
dalam diam

jiwa,
terangkai menggamit,
sedalam dalam syahdu

malam,
kian mendayu
menggelayut simfoni sunyi, menepi

menemaram
leram, mata terpejam
hanya kepada-Mu ..

Tuhan





Bali, 27 desember 2009

Friday, January 1, 2010

tiga sajak pendek religi~anto hprastyo

: jalan

jalan membentang di depan, ada kelokan ada pula tanjakan,
curam landai menghadang, lajur yang membujur kaku
jalur lingkar beronak duri, rambu palsu terpasang
di sepanjang jalan kehidupan ..

: saatnya, tajamkan pandangan


















: palsu

panggung megah t'lah disiapkan, topeng-topeng dimainkan
padahal bopeng saat diperankan, entah mengapa?
mempesona mata para perindu, satu-satu tertipu
dipedaya nafsu

: menestapa sedusedan
























: jelaga

terjaga dari jelaga kelam fana, hitam pekat mengurat
meniti tak benar di sepanjang Jalan pulang
daki menggumpal seseg di dada,
sedimen nista tak terkendali
niat terpancang!

: saatnya, untuk Kembali





















anto hprastyo
bali-indonesia